http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=24064
Selasa, 15 September 2009 , 07:10:00 Tomy Buka Bersama dengan JK JAKARTA - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mulai bergeliat merapat ke sejumlah petinggi Partai Golkar. Tadi malam putra kesayangan mantan Presiden Soeharto itu menghadiri acara buka bersama di Kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat. Kedatangan Tommy sebenarnya tidak diduga oleh para pengurus Golkar. Acara buka bersama yang diadakan Korps Perempuan Partai Golkar (KPPG) itu memang mengundang semua jajaran pejabat teras partai plus calon ketua umum yang bakal berkompetisi di Munas Golkar di Pekanbaru, Riau, pada 4-7 Oktober. Namun, di antara semua calon yang diundang, hanya Tommy yang hadir. Ical, Surya Paloh, dan Yuddy Chrisnandi tidak hadir. "Pak Ical izin. Katanya tidak bisa hadir," kata fungsionaris DPP Partai Golkar Endang Agustin Syarwan Hamid. Karena tak ada calon lain yang hadir, Tommy yang mengenakan batik lengan panjang berwarna keemasan itu mendapat tempat istimewa dalam acara buka puasa tersebut. Dia duduk bersanding dengan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla. "Undangan disebar ke banyak orang. Tapi, nggak ngira juga kalau Mas Tommy bakal datang," kata Endang yang ketua umum KPPG. JK juga secara tidak sengaja menghadiri acara buka bersama itu. Awalnya, dia hendak mendampingi istrinya, Mufidah Kalla, di acara tersebut setelah menghadiri buka bersama kerabatnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Rupanya, dia malah bertemu Tommy di acara yang turut mengundang anak-anak yatim itu. Tommy menampik anggapan bahwa kehadirannya bernuansa politis. Kepada wartawan, dia menyampaikan bahwa kehadirannya hanyalah memenuhi undangan. Tidak ada pembicaraan politik, kendati dia duduk berdampingan dan berbincang dengan JK. "Ini hanya silaturahmi biasa. Saya diundang. Maka, saya menyempatkan untuk hadir," katanya. Hal senada diungkapkan Juru Bicara Tommy, Yusafri Syafei. Menurut dia, kedatangan bosnya itu memenuhi undangan partai. "Wajar saja Mas Tommy hadir. Pertemuan dengan Pak JK itu juga tidak sengaja. Mereka cuma say hello dan saling menanyakan kabar. Tidak lebih dari itu," ujarnya. (aga) [Non-text portions of this message have been removed]

