SH/Edy Wahyudi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi para menteri Kabinet Indonesia 
Bersatu menyambut kedatangan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) 
Taufiq Kiemas di Kantor Presiden Jakarta, Jumat (16/10).


http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/taufiq-kiemas-tunggu-permintaan-sby/

umat, 16 Oktober 2009 13:05 
Taufiq Kiemas Tunggu Permintaan SBY
OLEH: DINA SASTI DAMAYANTI



Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan PDIP Taufiq Kiemas menyatakan partai­nya 
menunggu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai siapa kader PDIP yang ingin 
diambil sebagai calon menteri dalam kabinet yang baru nanti. Dia mengaku senang 
kalau PDIP bisa bergabung di kabinet.

     
"Kalau itu demi negara, mungkin PDIP akan membe­rikan," kata Taufiq seusai 
menemui Presiden Yudhoyono dalam kapasitasnya sebagai Ketua MPR RI di Kantor 
Pre­siden, Jakarta, Jumat (16/10) pagi.


Taufiq didampingi Wakil Ketua MPR, yaitu Melani Leimena Suharli (Fraksi Partai 
Demokrat), Hajriyanto Tohari (Fraksi Golkar), Lukman Hakim Saefuddin (Fraksi 
PPP), dan Ahmad Farhan Hamid (DPD). Taufiq mengaku dirinya lebih senang kalau 
PDIP bisa bergabung di kabinet. "Ya kalau rukun kan enak," katanya. 
Menurut Taufiq, komunikasi antara PDIP dan Demokrat baru saja dimulai. Namun, 
melalui siapa komunikasi itu dilakukan, Taufiq tidak bersedia mengungkapkan. 
"PDIP tidak pernah mau meminta, tidak menawar-na­war. Kalau diminta, kami akan 
menyerahkan," kata Taufiq.


Disinggung mengenai jumlah jatah menteri yang akan diterima PDIP, Taufiq 
menga­ta­kan, terserah yang diinginkan Presiden Yudhoyono. "Kalau 20, kasih 20 
(nama-red)," ujarnya. Ketika ditanya apakah sudah ada permintaan dari Presiden 
Yudhoyono, dia mengatakan, "Kita lihat saja. Insya Allah diminta," katanya.
Ditanya apakah Mega selaku Ketua Umum PDIP sudah setuju, Taufiq menya­takan, 
dulu sewaktu dirinya menjadi Ketua MPR, Mega juga setuju, bahkan ikut 
menandatangani surat pernyataan dari Fraksi PDIP,

Disinggung apakah dengan kejadian ini hubungan antara dirinya dan Mega menjadi 
renggang mengingat istrinya itu berseteru dengan Yudhoyono sejak dikalahkan 
pada Pemilu 2004 lalu, Taufiq membantah. "Masak suami-istri renggang. Aduh, ini 
mengarang-ngarang juga," ujarnya. Taufiq membenarkan kalau saat ini Mega tengah 
berada di Singapura untuk mengantar cucu sekaligus pemeriksaan kesehatan.

Undang Presiden
Susai bertemu Presiden, Taufiq mengatakan, kedatangannya untuk mengundang 
Presiden Yudhoyono menghadiri Rapat Paripurna MPR tentang pelantikan presiden 
dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober pukul 10.00 WIB.
"Kami sudah menyampaikan surat undangan. Dulu mungkin tradisinya dikirim saja. 
Sekarang tradisinya agak baik sedikit, semuanya diantar ke tangan masing-masing 
supaya lebih enak. Tadi ke Pak Jusuf Kalla, sekarang ke Presiden. Nanti ke Pak 
Boediono juga akan disampaikan on hand," ujar Taufiq. 
Menurut Taufiq, dalam acara pelantikan nanti, ketiga mantan Presiden RI akan 
diundang. Ditanya apakah mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang juga 
istrinya itu akan hadir, Taufiq hanya menjawab, "Insya Allah akan datang." n


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke