Jawa Pos
[ Jum'at, 16 Oktober 2009 ] 

Enam Ketua Parpol Teken Kontrak Politik dengan SBY 

Untuk Jatah Menteri 

JAKARTA - Enam partai politik (parpol) resmi berkoalisi untuk me­nopang Kabinet 
Indonesia Ber­satu (KIB) II. Ketua umum keenam parpol tersebut kemarin 
me­nandatangani kontrak politik dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Tadi malam kontrak politik itu di­pamerkan kepada pers oleh para ketua umum 
partai dan Wapres terpilih Boediono di Bravo Media Center (BMC), Jakarta. 
Keenam par­pol tersebut adalah Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Se­jahtera 
(PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pem­bangunan (PPP), 
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Par­tai Golkar. Partai yang dise­but 
ter­akhir baru ber­gabung sete­lah pilpres. 

Naskah kontrak politik itu langsung ditandatangani para ketua umum partai. 
Yakni, Hadi Utomo (PD), Tifatul Sembi­ring (PKS), Soe­trisno Bachir (PAN), 
Suryadar­ma Ali (PPP), Mu­haimin Iskandar (PKB), dan Aburizal Bakrie (Golkar). 
Kecuali Aburizal, mereka me­nerima salinan kontrak politik melalui Boediono 
tadi malam. Aburizal berhalangan hadir. 

Kontrak politik setiap parpol dibuat terpisah dan ditandatanga­­ni di atas 
materai Rp 6.000. Kontrak itu berisi tata etika koalisi, termasuk mekanisme 
eva­luasi dan pemberhentian men­­te­ri asal parpol. 

Salah satu butir kontrak, mi­salnya, jika menteri usul parpol tidak memenuhi 
kontrak kinerja atau pakta integritas, presiden akan mengganti menteri tersebut 
dengan terlebih dulu mengomunikasikan kepada partai. 

"Saya mewakili presiden menyampaikan bahwa naskah kesepakatan ini berisi 
prinsip-prinsip dasar yang akan mengatur koalisi ke depan," kata Boediono. 
Boediono optimistis naskah kontrak politik itu akan efektif dalam menjalin 
kerja sama ke depan. 

Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan, kontrak politik yang ditandatangani 
kemarin tidak jauh berbeda dengan yang ditandatangani sebelum pilpres. Namun, 
kontrak politik yang baru saja diteken lebih banyak mengatur teknis etika 
koalisi. "Mulai besok (hari ini) sudah ada undangan untuk menandatangani pakta 
integritas terkait agar tidak melakukan abuse of power. Nanti Sabtu-Minggu 
beliau (presiden) mengundang menteri secara langsung," kata Tifatul.

Mengenai jatah menteri, Tifatul mengatakan, saat ini pembicaraan presiden 
dengan PKS sudah tuntas. "Kalau jumlahnya berapa, sudah selesai," ujarnya. 
Namun, dia enggan menyebutkan jatah menteri yang diberikan kepada PKS. 
Sebelumnya, PKS dikabarkan mendapat empat menteri. Yakni, menteri sosial, 
menteri pertanian, Menkominfo, dan Menristek. 

Ketua Umum PPP Suryadarma Ali juga hanya tersenyum saat ditanya mengenai jatah 
menteri. Sekjen PPP Irgan Mahfudz yang mendampingi dirinya juga tersenyum. 
Sekjen partai lain yang hadir adalah Zulkifli Hasan (PAN) dan Lukman Edy dari 
PKB. (sof/kum)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke