Ha..ha...ha..... Memang tidak semua Marinir AS sehebat Rambo...!!!
 
Sumber:
posted @ Wednesday, October 21, 2009 8:06 AM by dispenal 
 
KELELAHAN SURVIVAL, SEPULUH PRAJURIT MARINIR AMERIKA DIEVAKUASI
Marinir Amerika yang terkenal dengan sebutan United States Marine Corps (USMC) 
menghadapi tantangan berat. Pasalnya, mereka harus menjalani latihan bertahan 
hidup di dalam hutan Selogiri, Banyuwangi, Jawa Timur, seperti yang dituturkan 
Kepala Tim (Katim) Survival Kapten Marinir M. Machfud di hutan Selogiri, 
Banyuwangi, Selasa (20/10).
 
Cuaca pagi itu sangat cerah dan sedikit demi sedikit mulai berangsur panas. 
Ratusan Prajurit Marinir Amerika tampak bersemangat dengan persiapan segala 
perlengkapan tempur seperti layaknya akan berangkat ke medan perang.
 
Senapan laras panjang M.16 A4 dan GPMG serta senjata canggih lainnya yang 
dilengkapi dengan infra merah tak pernah lepas dari genggaman mereka. Tak 
ketinggalan, peralatan komunikasi yang cukup canggih dan alat digital petunjuk 
posisi di bumi yang disebut Global Positioning System (GPS) juga di siapkan.
 
Maklum, pasukan elit dari Amerika ini sedang bersiap akan mengikuti sesi 
latihan perang dan bertahan hidup di dalam hutan yang dikenal dengan istilah 
Jungle Survival, latihan ini dilakukan di hutan Selogiri, kecamatan Kalipuro, 
Banyuwangi. 
 
Hutan Selogiri merupakan hutan tropis yang sangat mendukung untuk latihan 
perang dan memiliki karakteristik daerahnya memungkinkan pasukan untuk membuat 
manuver - manuver saat berperang di dalam hutan. Pohon - pohonnya sangat 
rindang. Gemericik air sungai yang jernih, suara burung dan hewan lainnya 
seakan menyambut Marinir Amerika untuk menjajal medan baru yang belum mereka 
kenal. " Show me the jungle," ungkap salah satu tentara Amerika kepada seorang 
pemandu dari Marinir TNI AL Serma Mar M. Ani Rosidin.
 
Latihan Survival kali ini diikuti 362 Marinir Amerika yang dipandu oleh 16 
pelatih, 3 Interpreter, 4 Personel Komunikasi, 5 Prajurit Regu Pandu Tempur 
(Rupanpur) Korps Marinir TNI AL. Kegiatan survival ini merupakan bagian dari 
rangkaian latihan bersama Marinir Amerika dan Indonesia dangan nama Latihan 
bersama (Latma) Interoperability Field Training Exercise ( IIP - FTX ) 2009 
yang digelar 17 - 24 Oktober 2009. 
 
Latihan bersama yang dikomandani oleh Kolonel Marinir Nur Alamsyah ini 
dilakukan di empat tempat, antara lain di Pantai Banongan, Puslatpur Marinir 
Karangtekok, kecamatan Banyu Putih, Situbondo, Pasewaran dan hutan Selogiri, 
Banyuwangi.
 
Sebanyak 362 Prajurit Marinir Amerika yang menjelajahi hutan liar itu dibagi 
menjadi 2 gelombang, tiap gelombang dibagi menjadi 5 Tim yang tiap tim dipandu 
oleh para pelatih dan dokter dari Korps Marinir TNI AL. Satu persatu tim di 
berangkatkan, didalam hutan, sudah disiapkan rintangngan dan jebakan ranjau 
yang dipasang sedemikian rupa sebagai tantangan. Blarr ... Sesekali terdengar 
suara ranjau yang meledak dari balik rerimbunan hutan. Tak ayal, para prajurit 
sempat kalang kabut. Namun mereka tetap saling koordinasi dan satu komando 
dengan komandan regunya.
 
Sebelum menjalani perang di dalam hutan, para prajurit Marinir Amerika ini 
dibekali beberapa pengetahuan dan wawasan terkait cara bertahan hidup di dalam 
hutan. " Mereka juga kita ajari bagaimana cara makan tumbuh - tumbuhan di 
hutan, menghadapi hewan buas seperti ular dan beberapa jenis binatang buas 
lainnya", terang Kepala Tim Survival Kapten Marinir M. Machfud. Seorang pelatih 
lainnya Pelda Marinir Mujiono mempraktekkan bagaimana cara yang benar dalam 
menjinakkan ular. Beberapa prajurit Marinir Amerika pun juga ada yang mencoba 
makan beberapa jenis tumbuh - tumbuhan liar .
 
Dengan bekal logistik yang terbatas, seorang tentara memang dituntut bertahan 
hidup. Tiap gelombang latihan Survival ini memakan waktu empat hari empat 
malam. Tanpa persediaan makanan, pasukan diharapkan mampu bertahan selama empat 
hari empat malam. Namun karena kelelahan dan tidak tahan dengan cuaca tropis,  
terhitung sejak Senin, 19 Oktober hingga Selasa 20 Oktober 2009 telah tercatat 
10 prajurit Marinir Amerika yang tumbang dan tidak sanggup melanjutkan latihan 
survival dimedan latihannya para prajurit Korps Marinir TNI AL dari semua 
strata kepangkatan. 
 
Ranus (26 th) berpangkat BFC kelahiran California misalnya, ia merupakan salah 
satu dari 10 Prajurit Marinir Amerika yang terpaksa harus dievakuasi oleh tim 
medis dari Korps Marinir Indonesia akibat kelelahan menghadapi hutan tropis 
yang menurutnya cukup berat dijadikan ajang latihan bertempur baginya. 



 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke