Kasihan Siti Fadilah... Rupanya dia mendapat tekanan berat dari pihak-pihak tertentu, setelah membuka aib Menkes yang baru. Sebetulnya tidak penting betul, apakah Endang menjual virus itu atau tidak. Fakta yang tak pernah dibantah adalah Endang membawa virus ke luar negeri tanpa izin Menteri Kesehatan, yang notabene adalah atasannya. Padahal saat itu kebijakan Menkes Siti Fadilah dan Pemerintah RI adalah tidak menyerahkan contoh virus manapun (khususnya virus flu burung) ke pihak luar (PBB), sampai ada kejelasan mekanisme yang fair dan bisa dipertanggungjawabkan tentang penanganan virus tersebut. Karena tindakan "menyelundupkan virus ke luar negeri" itulah, maka Endang dihukum dengan dimutasi oleh Siti Fadilah. Saat itu Endang jelas melanggar aturan Menkes (baca: aturan pemerintah RI). Apakah Endang mau menjual virus itu ke pihak asing (baca: perusahaan Amerika atau pemerintah Amerika atau CIA atau siapapun juga) atau menyerahkan secara gratis, itu soal lain lagi. Itu hanya akan menjelaskan motif tindakan, yang tetap tak bisa dibenarkan. Jika dijual, artinya bermotif komersial (cari untung). Jika diserahkan gratis, berarti ada pemihakan tertentu terhadap pihak yang diberi virus tersebut (ini malah lebih gawat lagi, karena Endang bisa dianggap tega mengalahkan kepentingan Pemerintah RI dan negaranya demi kepentingan pihak asing tertentu). Kalau dibilang virus itu tidak laku dijual, tidak tepat juga. Fakta bahwa dikirim atau tidak dikirimnya virus itu jadi persoalan dan polemik internasional, berarti virus itu sesuatu yang berharga. Bisa dikembangkan untuk dicari vaksinnya dan lalu dijual ke pasar internasional (ke negara-negara berkembang) dengan keuntungan jutaan dollar. Juga virus itu berpotensi dikembangkan jadi senjata biologis atau senjata pemusnah massal (kalau soal ini, AS yang paling jago). Satrio NB: Singkatnya, SBY telah memilih Menkes baru, yang pernah dihukum atasannya karena melanggar aturan Depkes/Pemerintah RI soal pengiriman virus ke pihak luar. Mengenai apa pertimbangan SBY ketika memutuskan hal itu, kirim saja pertanyaan Anda via SMS ke nomor HP resmi SBY: 9949. Semoga nanti Anda tidak disatroni Densus 88. ================================= Siti Fadilah Bantah Tuding Menkes Jual Virus
http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/10/22/ 23223026/ siti.fadilah. bantah.tuding. menkes.jual. virus. JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari membantah telah menuding Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih telah menjual spesimen virus H5N1 kepada lembaga penilitian kesehatan Namru, yang diduga milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Hal tersebut dikatakannya saat jumpa pers sesuai acara 'Serah teriima jabatan Menkes' di gedung Depkes, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/10) malam. Para wartawan menayakan, apakah Sufari benar telah menyatakan Endang terlibat penjualan spesimen kepada pihak militer AS, lewat Namru. Menurut Sufari, pemberitaan yang sempat membuat panas telinga Endang, itu merupakan pelintiran para wartawan. Yang benar, virus tersebut dibawa pihak Litbang Depkes. "Saya kira itu salah. Sudah saya terangkan tadi, bahwa virus itu tidak diperjualbelikan, tapi dibawa Jadi, tidak ada yang menyebutkan virus apapun juga ke mana-kemana. Dan saya kira itu pelintiran para wartawan. Virus tidak laku dijual," kata Siti Fadilah Supari. Siti Fadilah Supari menegaskan, bahwa Indonesia telah menghentikan kerja sama penelitian dengan Namru, dan berakhir tahun ini. Ia menyerahkan kepada Endang, apakah akan melanjutkan kerjasama penelitian dengan Namru di sisa waktu yang ada atau tidak. Ia menambahalkan, seharusnya kerjasama penelitian kesehatan sipil tersebut memiliki kejelasan status dan penggunaannya. "Statusnya, pengunaannya, harus jelas, siapa yang menggunakan, itu juga jelas," ungkapnya. Menurut Endang, Indonesia akan melanjutkan kerja sama dengan pihak Amerika, namun bukan Namru. Kerja sama setelah Namru habis masanya, yakni kerja sama Dekes RI dengan Depkes Amerika, yang notabee-nya adalah sipil. "Sudah cukup jelas, kerja sama akan terus dilanjutkan dalam bentuk yang sipil, antara Depkes dengan Human and Health Services, itu Depkes-nya Amerika," kata Endang. Terkait kedekatan diri Endang sewaktu duduk sebagai kepala Litbang Depkes, yang berkapasitas sebagai peneliti, Endang menegaskan, dirinya memang dekat dengan banyak pihak asing, termasuk Namru. Namun, kedekatan dirinya adalah benar-benar murni sebatas kerjasama yang berbasis profesionalitas kerja sebagai peneliti. "Jadi, saya dekat Namru, saya dekat dengan Belanda, saya dekat dengan NIIJ, Jepang, China saya pun dekat. Sebagai peneliti kita memang dekat dan bekerjasama. Semua berbasis kerjasama dan profesional, " ujar Endang. (Persda Network/CR2) [Non-text portions of this message have been removed]

