Membaca Puteri Indonesia 2009
Sejarah dan Perubahan Sosial
Written by Zahrul Bawady M. Daud | Alumni Madrasah
Ulumul Quran Langsa, mahasiswa Al-Azhar University
Sunday, 25 October 2009 12:08
SUDAH
BUKAN RAHASIA LAGI KALAU PENAMPILAN PUTERI INDONESIA RATA-RATA MEMBUKA
AURAT. DIA ACEH, MEMBUKA AURAT DIDEPAN UMUM ADALAH PERBUATAN DILARANG
SYARIAT. DITERAPKANNYA SYARIAT ISLAM DI ACEH MEMBUAT BUMERANG BAGI
SOSOK QORY, PUTERI INDONESIA ASAL ACEH YANG TERPILIH BARU-BARU INI. |
FOTO REPRO SRIPOKU SEJAK
awal kemunculannya sebagai duta Aceh di ajang Puteri Indonesia, nama
Qori Sandioriva memang udah menimbulkan kontroversi. Baik dari
keterwakilannya sebagai puteri Aceh yang tidak memakai jilbab, sampai
beragam spekulasi tentang peluangnya menjadi puteri Indonesia 2009.
Inilah yang terjadi saat malam
puncak final puteri Indonesia 9/10/2009 yang dilangsungkan di teater
tanah airku TMII itu, Qori resmi mengenggam penghargaan dari YPI yang
bertindak selaku penyelenggara acara paling bergengsi bagi gadis
“cantik” di Indonesia tersebut, tak tanggung-tanggung, penyerahan
mahkota puteri Indonesia kali ini-pun seperti tahun-tahun sebelumnya
turut dimeriahkan dengan kehadiran Miss Universe 2009; Stefania Fernandez dari
Venezuela.
Baca lengkapnya di web Aceh Institute
http://id.acehinstitute.org/
[Non-text portions of this message have been removed]