Penulisan nama Siti Fagillah di situ bukan berarti bahwa SFS ikut 
menulis. Namanya dicantumkan paling akhir hanya sebagai penghormatan 
karena dia atasan Endang, Kebiasaan ini terjadi di kalangan kedokteran 
Indonesia, sering nama Profesor atau kepala Bagian disebut(atau minta 
disebut) oleh anak buahnya yang menulis sebiah tulisan ilmiah meskipun 
dia tidak ikut menulis apapun juga dalam naskah itu. Di kalangan 
internasional (luar Indonesia) sekarang mulai dikritik dan 
ditinggalkan.
KM
----Original Message----
From: [email protected]
Date: 26/10/2009 14:07 
To: <[email protected]>, "jurnalisme"
<[email protected]>, "Forum Kompas"<forum-pembaca-
[email protected]>, "ppiindia"<[email protected]>, 
"nasional list"<[email protected]>, "ex menwa UI 2"<exmenwa-
[email protected]>, "warta-lingk"<[email protected]>, 
"technomedia"<[email protected]>, "sastra pembebasan"<sastra-
[email protected]>, "pantau"<pantau-komuni...@yahoogroups.
com>, "HMI Kahmi Pro Network"<[email protected]>
Subj: [ppiindia] Artikel ilmiah Endang, Siti Fadilah, soal Virus &amp; 
Sikap RI


Tolong dibaca sumber di bawah, yang merupakan artikel ilmiah yang 
ditulis bersama oleh Endang, Siti Fadilah dan 2 peneliti lain .....
 
Ini akan menjelaskan posisi Indonesia dalam konteks virus, WHO, hak 
negara berkembang, potensi eksploitasi negara maju, dll...dll....
 
 
 
 

Date: Monday, October 26, 2009, 3:45 AM


  





Siti Fadilah Supari:
… mutual trust, transparency and equity as global citizens and 
professionals
 
Sumber:
http://www.annals. edu.sg/
http://www.annals. edu.sg/pdf/ 37VolNo6Jun2008/ V37N6p482. pdf
 
 
 
Find me here :   http://hsgautama. multiply. com
 
 
 















      

[Non-text portions of this message have been removed]




Kirim email ke