http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/gangguan-terhadap-gereja-masih-terjadi
Gangguan Terhadap Gereja Masih Terjadi Diterbitkan : 30 Oktober 2009 - 1:02pm | Oleh Bari Muchtar Diarsip dalam: a.. FKUB b.. gangguan gereja c.. SKB Tiga Menteri d.. Theophilus Bela Di zaman Soekarno hanya ada dua gereja yang diganggu. Tapi di zaman Soeharto, setelah munculnya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri jumlah gereja yang diusik bertambah. Dan puncaknya adalah pada awal zaman reformasi. Namun sejak lima tahun belakangan gangguan itu drastis berkurang. Demikian tandas Theophilus Bela Ketua Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ), Sekjen Indonesian Committee of Religions for Peace dan Duta Besar Perdamaian (Ambassador for Peace) kepada Radio Nederland Wereldomroep. Theophilus Bela mencatat tahun lalu ada 40 insiden gangguan gereja. Sementara tahun sebelumnya ada seratus, dan tahun ini ada 6 atau 7 kasus termasuk kejadian di Purwakarta. Gangguan tersebut bisa berupa ancaman bom, pembakaran, pembubaran ibadah, pembatalan izin membangun gereja dan lain-lain. Izin warga sekitar Menurut SKB Tiga Menteri tahun 1969, syarat pembangunan gereja antara lain harus ada izin minimal 60 orang penduduk sekitar. Selain itu juga harus ada persetujuan pemerintah daerah dan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Setelah itu baru keluar Izin Membangun Gedung (IMG). Meski tujuan SKB itu untuk mengatur pembangunan gereja dan kerukunan antar umat beragama, namun dalam prakteknya hal itu justru menyulitkan umat Kristiani. Menurut Theophilus Bela, di berbagai daerah jusstru ada FKUB dan pemerintah daerah yang ikut mempersulit. Theophilus Bela: "Pemerintah malah ikut mengipas-ngipas supaya gereja ditutup seperti di Bekasi. Itu camat sendiri yang memimpin rombongan menuntut agar gereja dibongkar. Ini terjadi kira-kira dua tahun lalu." Menyulut korupsi Selain itu SKB juga menyulut pemerintah daerah untuk melakukan korupsi, kata Bela. Contohnya kasus penutupan gereja katolik di Jakarta tiga tahun lalu. Theophilus Bela: "Setelah kejadian, saya baru tahu. Kemudian saya minta laporan dari gereja. Dari situ saya lihat jelas sekali bahwa pemda setempat mau memeras. Dan ternyata walikota Jakarta Barat berada di balik itu, untuk mendapat duit dari gereja" Untuk mendengarkan silakan klik tanda panah di bawah ini. [Non-text portions of this message have been removed]

