Refleksi: Dipermalukan ataukah mempermalukan? Bukankah dari mula sudah tahu 
sampai dimana kapasitas team sepak bola NKRI. Jadi  tak perlu malu sebab 
begitulah kemampuannuya. 

Kalau mau malu ialah karena negara dipimpin oleh bandit-bandit, tukang copet 
dan koruptor gagap nan bengis.

http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/indonesia-dipermalukan/

Selasa, 10 November 2009 14:56 
Indonesia Dipermalukan


PALEMBANG - Sepakbola Indonesia dipermalukan setelah dua tim nasionalnya 
menderita kekalahan di dua ajang berbeda, Senin (9/11) sore.

     
Tim Indonesia U-23, yang dipersiapkan menuju SEA Games Laos 2009, menyerah 1-3 
saat menjamu Malaysia U-23 di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang. Di waktu 
yang hampir bersamaan di Stadion Jalak Harupat, Indonesia dicukur Jepang 7-0 
pada penyisihan Grup F Piala Asia U-19.


Dua hasil buruk itu melengkapi dua kekalahan dari Singapura yang dialami akhir 
pekan lalu. Tim senior Indonesia takluk 1-2 dalam uji coba di Singapura. 
Sementara Indonesia U-19 dikalahkan Singapura U-19 pada laga pembuka penyisihan 
di Bandung.
Pada laga persahabatan di Palembang, Indonesia dan Malaysia mengawali permainan 
dengan saling serang. Peluang demi peluang tercipta di gawang masing-masing 
tim. Namun buruknya penyelesaian akhir membuat peluang tersebut belum 
membahayakan. Penguasaan bola pun terlihat seimbang hingga menit 20. Selepas 
itu, Malaysia yang dimotori Safiq Rahim dan Mohd Amri Yahyah di lini tengah 
mulai mampu mengontrol permainan tim Garuda junior.


Seringnya terjadi kesalahan komunikasi antarpemain timnas U-23 membuatnya 
semakin kedodoran. Di menit 28, gawang Indonesia yang dijaga Frengky Irawan 
dijebol Mohd Amri Yahya. Menyambut tendangan sudut rekannya, sebuah sundulan 
keras Amri tak mampu dibendung Frengky. 


Hanya berselang tiga menit, pemain Malaysia kembali membobol pertahanan tuan 
rumah yang lemah mengantisipasi bola set piece. Kembali berawal dari sebuah 
tendangan sudut yang diperoleh Malaysia, tendangan keras Baddrol Bakthiar yang 
lepas dari kawalan  merobek gawang Indonesia. 


Pada menit 34, Malaysia kembali mendapatkan keuntungan setelah pemain depannya 
dijatuhkan di kotak penalti. Safiq Rahim yang maju sebagai eksekutor 
menyelesaikan tugasnya dengan baik dan membawa Malaysia unggul 3-0. 


Indonesia sendiri mampu memperkecil ketinggalan pada menit 39 melalui titik 
putih setelah pemain belakang Malaysia kedapatan hands ball di dalam kotak 
penalti. Eksekusi Sultan Sama mampu menembus gawang Malaysia yang dijaga Mohd 
Farizal Marlias. Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin meninggi.
Timnas U-23 yang ketinggalan berusaha menyamakan kedudukan. Namun, upaya itu 
selalu gagal karena pemain lebih terlihat bermain individu. Sementara lini 
belakang Malaysia yang dikomandoi Norhafiz Zamani bermain solid.

Emosional
Tak kunjung menjebol gawang tim tamu, beberapa pemain Indonesia terpancing 
emosinya. Di menit 75, punggawa timnas U-23 harus berkurang setelah Sultan Sama 
dikeluarkan wasit karena kedapatan sengaja menendang kepala penjaga gawang 
Malaysia saat perebutan bola terjadi. 


Kondisi ini jelas membuat Indonesia semakin tertekan. Puncaknya pada menit 80, 
di mana Johan Juansah yang tengah membawa bola ke kotak penalti Malaysia 
dilanggar dengan keras oleh Mohd Faisal Mohamad. Johan yang tidak terima 
perlakuan Faisal pun langsung bangkit dan menanduk kepala defender Malaysia 
tersebut. Keributan antarpemain kedua tim pun pecah. Wasit segera bereaksi 
tegas dengan memberikan kartu merah kepada keduanya. 


Sementara itu, pelatih Indonesia Alberto Bica yang didampingi asisten Gabriel 
Anom menyatakan hasil pertandingan kemarin sesuatu yang wajar. Ini karena tim 
yang mereka tangani baru berkumpul sekitar dua bulan terakhir. Sementara tim 
Malaysia sudah terbentuk sejak tiga tahun lalu.


Pelatih Malaysia, K Rajagobal, menyesali permainan keras yang diperagakan 
pemain Indonesia. Pasalnya, tujuan timnya beruji coba dengan Indonesia adalah 
sebagai persiapan menjelang laga lanjutan Grup C Pra Piala Asia 2011 di 
Uzbekistan. "Sebenarnya Indonesia U-23 ini memiliki pemain yang bagus. Tapi 
skill mereka rusak karena bermain penuh emosi," tutur Rajagobal. (sir)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke