From: atsushi kamiya <[email protected]>
Date: Monday, November 9, 2009, 5:32 PM
KLARIFIKASI FAHRI HAMZAH
Rekan-rekan,
Saya mohon maaf karena jarang waktu untuk membantu update facebook teman2.
Terima kasih atas perhatian dan dukungannya. Kita semua tahu bahwa ikhtiar
manusia sebatas keyakinan dan pengetahuannya. Tetapi Allah lebih tahu apa yang
terjadi.
Pertama, tetaplah pantau kasus ini. Kasus ini tidak boleh lewat begitu saja
karena modus dan faktanya paling komprehensif. Dan melibatkan orang dan
institusi yang "banyak".
Kedua, kita harus menolak adu domba. Juga adu domba kepada lembaga negara.
Polisi, Kejaksaan dan KPK adalah lembaga negara yang harus kompak. Jika ada
kelompok yang menganggap salah satunya suci dan yang lain nista, maka inilah
adu domba. Polisi dan kejaksaan adalah lembaga penegak hukum yang di anggap
korup dan itu bisa jadi karena semua juga korup. Bukankah praktek korupsi ada
di mana-mana? Dan ini tugas kita semua untuk membenahinya. Inilah yang saya
maksud sebagai "system approach".
Demokrasi mengasumsikan bahwa kita semua tidak sempurna, maka kekuasaan jangan
diberikan untuk dimonopoli. Kekuasaan harus dibatasi dengan adanya kekuasaan
orang lain sebab jika tidak maka dia akan menjadi absolut. " power tend to
corrupt, absolute power corrupts absolutely", demikian John Emerich Edward
Dalberg Acton, atau lebih dikenal sebagai Lord Acton pada tahun 1887. Maka,
tendensi korup itu adalah milik semua kekuasaan; eksekutif, llegislatif dan
juga judikatif seperti polisi, kejaksaan atau KPK. Karena itulah, jika ada
salah satunya yang merasa memiliki kekuatan lebih dari yang lain, itu akan
menggiringnya untuk menjadi absolut dengan sendirinya.
Saya memiliki keyakinan bahwa pimpinan KPK telah melakukan abuse, semacam
korupsi kekuasaan, sewenang-wenang dan sembrono. Setidak-tidaknya dapat kita
lihat dari apa yang dilakukan oleh antasari; memeras, menerima suap, dan
akhirnya membunuh. Tidak terbayang sebelumnya, ketika antasari bernyanyi dengan
slankers untuk meneriakkan moral dan melawan koruptor, ternyata dia melakukan
itu lebih. Pertanyaannya, "siapa yang mendorongnya untuk korup?', jawabannya
adalah oleh lord acton tadi. KPK terlalu absolut; menyidik, menyelidik,
menuntut, menyadap, menggeledah, menjebak, dll tanpa koordinasi dengan sesama
penegak hukum. Nah, mulailah sebuah kejahatan. Nasib pimpinan KPK, aparat
polisi dan kejaksaan kita serahkan pada proses hukum.
Terakhir, mari kita pantau semua ini secara dewasa. Kita tidak boleh memaksakan
kehendak. Tidak ada orang atau lembaga yang dengan sendirinya benar atau dengan
sendirinya salah. Kita harus sadar bahwa hukum adalah kesepakatan kita setelah
politik selesai menatanya. Hanya ini jalan menuju penguatan masyarakat sipil
dan Masyarakat sipil berciri; dewasa. Kritis, rasional, ilmiah, independen dan
menghargai perbedaan. Saya mohon maaf jika kurang berkenan dengan gaya saya.
Saya memang kurang halus.
Jakarta, 7/11/09
Fahri Hamzah.
Ini adalah klarifikasi yg coba di buat oleh FH dalam facebookny.. . nampak
sekali bahwa FH masih menganggap KPK yg bersalah...
email :atsushi_kamiya84@ yahoo.com
Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
[Non-text portions of this message have been removed]