Kisah Watch Dog Wawancara dengan Kepala Badan
Cerita wartawan yang dianggap anjing oleh salah satu satuan kepala badan di
lingkungan Pemkab Tapin. Pelayanan kepada masyarakat di lembaga ini sangatlah
payah. Ceritanya seperti ini, wartawan yang bertugas di salah satu daerah
berniat ingin wawancara terkait berita pelantikan kepala desa. Saat masuk ke
lembaga, ia mengucapkan salam dan bertanya kepada salah satu staf dan kebetulan
pintu ruangan kepala badan tersebut tak tertutup rapat. Sepintas melihat, di
ruangan tersebut ada tamu dan wartawan menunggu. Selang beberapa menit menunggu
tamu tadi keluar dan wartawan kembali bertanya kepada petugas staf dan langsung
dipersilahkan saja ke ruangan kepala badan. Sesampainya, dimuka pintu tanpa
dipersilahkan masuk dan duduk, kepala badan tadi langsung berkata, “langsung ke
kepala bagian yang menangani hal itu, “katanya dibelakang mejanya sementara
wartawan berdiri di depan pintu. Selanjutnya, wartawan bertemu dengan petugas
yang menangani. Selesai,
wawancara dengan kepala bagian, bla.bla.bla. Tibalah akhirnya mengucapkan
terimakasih.
Selanjutnya, bertemu lagi dengan kepala badan di muka pintu. Wartawan langsung
mengucapkan terimakasih. Dan ia langsung berkata dan melontarkan kata, “Kalau
mau tanya masalah langsung saja ke kabag Humas dan itu kalau ada masalah, “kata
kepala badan berkata beberapa meter diantara ia duduk dibalik meja kerjanya dan
wartawan didepan pintu. Bertanya apa ? “katanya. Wartawan menjawab, mau nanya
pelantikan kepala desa yang akan dilaksanakan besok saja pak, “katanya.
“Kalau ada masalah pelantikan, itu tim 7 yang menangani, badanya yang dikepalai
hanya sebagai fasilitas saja, “katanya cetus.
Uh, perihnya hati ini. “Bagaikan anjing dengan majikan kami wawancara,
seperti seorang yang tak punya etika disebuah lembaga’ Ia dibalik meja kerjanya
sementara wartawan di depan pintu. Tanpa ada kata silahkan masuk dan duduk
terlebih dahulu“.
Nampaknya, kursi tamu dilembaga itu tak pantas untuk anjing penjaga
demokrasi (watch dog) dan masyarakat. Dan apakah seperti itu, lembaga itu
setiap melayani masyarakat. Kalau begitu, untuk apa disediakan kursi tamu
diruangan situ.
Jadi ingat Hari pahlawan yang dilaksanakan kemarin, terdapat sambutan
Menteri Sosial RI Dr.Salim Segaf Al Jufri yang saat upacara
dibacakan Bupati disela kegiatan upacara berlangsung. Isinya begini,
“Bagi para birokrat berilah pelayanan terbaik kepada masyarakat, cepat dan
mudah bagi masyarakat serta tidak melakukan perbuatan yang mengarah pada
tindakan yang dapat merugikan kepentingan bangsa dan Negara.
Ach, ternyata himbauan itu hanya sebatas kertas saja.
Selanjutnya, wartawan keluar ruangan badan. Dan dipanggil, hai..hai..hai…
sini katanya. Ia merogoh kantong dan hendak memberi uang buat beli bensin.
Namun, wartawan menolak . Terima kasih pak,… wartawan menolak pemberian dan
menerima perlakuannya bahkan memaafkan dengan menulis kejadian itu disini.
[Non-text portions of this message have been removed]