Yang dimaksudkan dalam firman Qurani, bahwa kalian adalah sebaik-baik ummat 
yang pernah diciptakan - yaitu mencegah kemungkaran dan menganjurkan yang 
ma'ruf adalah apa yang sekarang ini terjadi dengan pembongkaran 
kebohongan-kebohongan dan kebusukan-kebusukan yang sedang berlangsung di 
masyarakat. Ini adalah jihad di Jalan Lurus Al-Islam. Demikianlah kaum Muslimin 
Indonesia melakukan perjuangan untuk menegakkan Dinul Islam.


 
  ----- Original Message ----- 
  From: A Nizami 
  To: [email protected] ; [email protected] ; lisi ; 
sabili ; [email protected] ; Indonesia Raya 
  Sent: Wednesday, November 11, 2009 4:03 AM
  Subject: [ppiindia] Penangkapan Pimpinan KPK Antasari: Rekayasa Polisi dan 
Jaksa?


    
  Penangkapan Pimpinan KPK Antasari: Rekayasa Polisi dan Jaksa?

  MantanKapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Williardi Wizard menyatakan kasus
  Antasari Azhar, mantan Ketua KPK sebagai tersangka pembunuhan Nasrudin
  Zulkarnaen, merupakan rekayasa. Ini dilakukan agar Antasari meski tidak
  membunuh Nasrudin, namun dengan kesaksian palsu akhirnya divonis
  sebagai pembunuh di pengadilan dan dihukum.
  “Pada jam 12.00 WIB (pemeriksaan
  dirinya di Polda Metro Jaya), didatangi Direskrim dan Wadireskrim Polda
  Metro Jaya serta kasat-kasat (Kepala Satuan, red) menyatakan sasaran
  kita hanya Antasari Azhar,” katanya saat menjadi saksi dalam
  persidangan Antasari Azhar, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan,
  Selasa.
  Williardi menyatakan bahwa pimpinannya (Kapolri) yang memerintahkan itu.
  Adakah pernyataan Williardi benar?
  Jika pun tidak bisa dipercaya, maka kesaksiannya bahwa Antasari sebagai
  pembunuh Nasrudin pun tidak bisa dipercaya..
  Polri menyatakan bahwa Williardi
  berkata bohong dengan mengandalkan “Lie Detector”. Padahal ketepatan
  “Lie Detector” di AS saja diragukan sehingga beberapa negara bagian
  menolaknya sebagai alat bukti di pengadilan.
  Lalu siapa yang membunuh Nasrudin sebenarnya?
  Adakah penangkapan pimpinan KPK,
  Antasari Azhar, dan juga Bibit serta Chandra, merupakan dendam Polri
  dan Kejaksaan yang para pejabatnya seperti Jaksa Urip, Mantan Kapolri
  Rusdiharjo, Mantan Kabareskrim Suyitno Landung, dan sebagainya
  ditangkap oleh KPK karena kasus korupsi/suap?
  Pada kasus Bibit-Chandra, saksi kunci
  Ary Muladi juga akhirnya mengaku tidak pernah bertemu dengan Bibit dan
  Chandra. Berlawanan dengan BAP semula.
  Hanya Allah yang Maha Kuasa yang mengetahuinya.
  Insya Allah para pelaku kejahatan yang
  umurnya rata-rata sudah di atas 50 tahun itu akan masuk kubur dan
  merasakan gelap dan seramnya siksa kubur…:)
  Inilah Kesaksian Williardi yang Menghebohkan Itu!
  FRANS AGUNG
  Selasa, 10 November 2009 | 21:14 WIB
  JAKARTA, KOMPAS.com — Kesaksian
  Williardi Wizard sungguh berani dalam sidang kasus pembunuhan Direktur
  PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Ia menyadari, sebagai
  saksi mahkota, apa pun pernyataannya sangat memengaruhi nasib mantan
  Ketua KPK Antasari Azhar yang duduk sebagai terdakwa dalam sidang
  tersebut.
  Hari Selasa (10/11) ini, ia
  memutuskan untuk mencabut semua pernyataannya di BAP karena itu semua
  dibuat atas dasar rekayasa penyidik polisi. “Saya nyatakan semua BAP
  tidak berlaku. Yang (akan) kami pakai adalah BAP tanggal 29 April 2009
  dan 30 April 2009 dan yang (kami) katakan di sini,” kata Williardi
  mengawali kesaksiannya.
  Ia memutuskan mencabut
  keterangannya di BAP karena apa yang ia katakan telah dibuat oleh
  penyidik, dan ia tinggal tanda tangan. Alasan lain, pihak penyidik
  tidak memenuhi janjinya untuk tidak menahannya jika menurut pada
  penyidik.
  Rekayasa itu bermula saat ia
  dijemput pada satu hari dari rumahnya ke kantor polisi pukul 00.30.
  Pada dini hari itu Williardi didatangi dan diperiksa Direktur Reserse
  Kepolisian Daerah Metro Jaya, Wakil Direktur Reserse, dan tiga orang
  kepala satuan.
  Menurut Williardi, para petinggi
  polri memintanya membuat BAP yang harus menjerat Antasari sebagai
  pelaku utama pembunuhan Nasrudin. “Waktu itu dikondisikan sasaran kita
  cuman Antasari. (Lalu BAP saya) disamakan dengan BAP Sigid (Haryo
  Wibisono), dibacakan kepada saya,” ujar Williardi tanpa wajah takut.
  Dalam kesaksian berikutnya,
  Williardi pun menyebut nama Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri
  Irjen Adiatmoko. Menurut dia, Adiatmoko juga memintanya membuat BAP
  demi kepentingan menjebloskan Antasari.
  BAP yang dibuat Williardi pada
  tanggal 29-30 April ditolak penyidik karena Antasari tidak tersangkut.
  “Udah bikin apa saja yang terbaik untuk menjerat Pak Antasari. Dijamin
  besok pulang. Kami dijamin oleh pimpinan Polri tidak akan ditahan.
  Paling sanksi indisipliner,” kata Williardi mengulang perkataan
  Adiatmoko.
  Karena jaminan itu, lanjut
  Williardi, ia bersedia menandatangani BAP yang sudah dibuat penyidik.
  Namun, yang terjadi keesokan harinya dalam berita televisi, Williardi
  diplot polisi sebagai salah satu pelaku pembunuhan Nasrudin.
  Ia pun protes kepada Direktur
  Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iriawan
  yang turut memeriksanya. “Janji mana? Tolong diklarifikasi. Kami tidak
  sejahat itu,” ujar Williardi.
  Protes Willardi ini menuai reaksi
  dari teman sejawatnya. Kembali ia dijemput Brigjen (Pol) Irawan Dahlan
  dan langsung dibawa ke kantor Adiatmoko.
  Sambil minum kopi, ia ditanya
  apakah kenal dengan Edo, Jerry Hermawan Lo, Antasari Azhar, dan Sigid
  Haryo Wibisono. Ia juga ditanya apakah pernah menyerahkan uang Rp 500
  juta kepada Edo dari Sigid.
  Williardi mengiyakan semua
  pertanyaan, tanpa tahu ia sedang disidik. Mendengar pengakuan
  Williardi, Adiatmoko meminta bawahannya untuk langsung menahan
  Williardi.
  “Lho kok cuma nyerahin uang
  ditahan?” ujar Williardi kepada Adiatmoko. Sejak saat itu sampai
  sekarang Williardi mendekam dalam tahanan.
  Dalam sidang yang dipimpin oleh
  Herri Swantoro di PN Jakarta Selatan siang tadi, Williardi juga mengaku
  dicap sebagai pengkhianat oleh teman-teman sejawatnya ketika ia protes
  kenapa ia akhirnya jadi terlibat dalam kasus pembunuhan dan ditahan.
  Protes kerasnya itu malah
  ditanggapi dingin oleh penyidik. “Itu perintah pimpinan,” begitu
  jawaban yang dia dapat saat ia mengungkapkan kenapa ia ditahan.
  Penasaran siapa yang dimaksud
  dengan pimpinan, Tim Kuasa Hukum Antasari yang diketuai Juniver Girsang
  bertanya kepada Williardi siapa yang dimaksud pimpinan. “Kalau bicara
  pimpinan, pimpinan kami ya Kapolri,” jawab Williardi lantang.
  Lebih jauh, rekayasa itu juga
  terjadi saat rekonstruksi. Dalam suatu pertemuan di kamar kerja Sigid,
  seolah-olah penyidik membuat adegan Antasari memberikan amplop coklat
  berisi foto Nasrudin kepada Williardi. Hal ini langsung dibantah oleh
  Williardi.
  “Itu tidak benar. Kami menerima
  amplop itu langsung dari saudara Sigid. Tanpa ada Pak Antasari,” tutur
  Williardi. Dari awal memberikan kesaksian, Williardi tidak gentar
  membeberkan pernyataan yang dianggapnya benar.
  Tak ada wajah takut darinya
  sekalipun beberapa pejabat berbintang ia sebutkan. Terdengar pula ia
  beberapa kali bersumpah untuk meyakinkan majelis hakim.
  Selain nama-nama di atas, ia juga
  menyebut petinggi Polri, seperti Niko Afinta, Tornagogo Sihombing, dan
  Daniel. Jaksa penuntut umum yang diketuai Cirus Sinaga meminta
  nama-nama yang disebut Williardi supaya dihadirkan dalam persidangan.
  Sent from Indosat BlackBerry powered by
  ONE
  Editor: jimbon
  
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/10/21145289/inilah.kesaksian.williardi.yang.menghebohkan.itu
  Kesaksian Williardi Wizar:
  Kasus Ini Diskenariokan Untuk Jerat Antasari
  Williardi mencabut sejumlah poin kesaksiannya dalam BAP.
  Selasa, 10 November 2009, 16:02 WIB
  Pipiet Tri Noorastuti, Aries Setiawan
  VIVAnews – Williardi Wizar
  mengungkap penyidikan kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali
  Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, diskenariokan untuk menjebak Antasari
  Azhar sebagai dalang pembunuhan.
  Dikatakannya, penyidik telah
  menyiapkan skenario Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang harus ia
  tandatangani. “Saya diperlihatkan BAP Sigit, dibacakan pada saya, kata
  penyidik kita samakan saja,” kata Williardi saat bersaksi atas terdakwa
  Antasari, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 10 November
  2009.
  Williardi mencabut sejumlah poin
  kesaksiannya dalam BAP itu. Ia merasa kesaksiannya dalam BAP yang
  dibuat di hadapan sejumlah petinggi Direktorat Reserse Kriminal Umum
  Polda Metro Jaya penuh kebohongan. “Sudah silakan saja kamu buat yang
  bisa menjerat Antasari,” ujarnya menirukan kalimat penyidik saat
  pembuatan BAP.
  “Jam 12 malam saya diperiksa dengan
  didatangi Direktur Reserse Polda Metro Jaya, (penyidik mengatakan)
  menurut perintah atasan kau bikin saja yang kau peduli,” Williardi
  melanjutkan. “Jadi waktu itu (pembuatan BAP) saya dikondisikan.
  Direktur, Wakil Direktur, hadir di situ, menyebutkan bahwa sasaran kita
  hanya Antasari.”
  Kesaksian Williardi membuat riuh
  persidangan. Bahkan Antasari langsung menangis mendengar kesaksian itu.
  “Tuhan tidak tidur, itu cara orang menzalimi saya. Kebenaran mulai
  terungkap. Allahuakbar,” kata Antasari. “Enam bulan ditahan saya tidak
  masalah, saya hanya terkejut, kok seperti itu, saat memeriksa WW
  (Williardi) menyebut targetnya Antasari.”
  Kasus pembunuhan ini menyeret
  sejumlah nama pejabat seperti Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
  nonaktif Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan Williardi
  Wizar, serta dua pengusaha papan atas yaitu Sigid Haryo Wibisono, dan
  Jerry Hermawan Lo.
  Nasrudin ditembak usai bermain golf
  di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00,
  Sabtu 14 Maret 2009. Ia tewas 22 jam kemudian dengan dua peluru
  bersarang di kepalanya.
  • VIVAnews
  
http://nasional.vivanews.com/news/read/104332-antasari_diskenariokan_jadi_otak_pembunuhan
  Polri dan Jaksa Lawan Kesaksian Williardi
  JPU akan menghadirkan para penyidik yang menangani Berita Acara Pemeriksaan 
(BAP).
  Rabu, 11 November 2009, 07:17 WIB
  Elin Yunita Kristanti, Aries Setiawan
  Sidang Pembunuhan Nasrudin : Wiliardi Wizard (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)
  VIVAnews – Kesaksian mengejutkan
  datang dari Williardi Wizar di sidang kasus pembunuhan Direktur Putra
  Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, atas terdakwa Antasari Azhar.
  Wiliardi mengatakan penyidikan
  kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen diskenariokan untuk menjebak
  Antasari Azhar sebagai dalang pembunuhan. Dia mengaku diminta membuat
  BAP yang menyudutkan Antasari, dengan iming-iming akan dibebaskan.
  Wiliardi memutuskan untuk
  buka-bukaan dan mencabut kesaksiannya dalam BAP ‘rekayasa’. Sebab,
  janji akan dibebaskan tak kunjung dipenuhi.
  
http://nasional.vivanews.com/news/read/104463-polri_dan_jaksa_lawan_kesaksian_williardi
  Williardi: Kalau Saya Bohong, Saya dan Anak Saya Mati!
  FRANS AGUNG
  Selasa, 10 November 2009 | 14:10 WIB
  JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan
  Kapolres Jakarta Selatan Williardi Wizar diminta tolong oleh pengusaha
  media Sigid Haryo Wibisono untuk mencari seorang informan untuk
  mengikuti orang yang diduga sebagai Direktur PT Putra Rajawali Banjaran
  Narsrudin Zulkarnaen. “Adakah informan yang dapat mengikuti 24 jam.
  Kerja tim lamban kerjanya,” kata Williardi dalam sidang lanjutan kasus
  pembunuhan berencana Nasrudin, Selasa (10/11) di PN Jakarta Selatan.
  Dalam sidang yang dipimpin Ketua
  Majelis Hakim Herri Swantoro, Antasari didakwa menganjurkan pembunuhan
  berencana. Seperti sudah diketahui, Antasari melaporkan bahwa ia
  diteror oleh orang yang diduga bernama Nasrudin. Lalu, polisi membentuk
  tim penyelidik untuk menanggapi laporan Antasari yang dipimpin oleh
  Kombes Chaerul Anwar..
  Menurut Williardi, Sigid yang kenal
  dengan Antasari menyampaikan kepada Williardi kalau kerja tim Chaerul
  lamban. “Ini ada tugas negara (untuk mengikuti orang),” ucap Williardi
  mengulang kata Sigid.
  Namun anehnya, sebagaimana juga
  dipertanyakan oleh Herri, ternyata Williardi tidak menyelidik lebih
  lanjut terhadap orang yang meneror Antasari.. Ia pun tidak tahu kalau
  amplop yang ia terima dari Sigid ternyata foto Nasrudin. Khusus soal
  amplop ini, Williardi menerima amplop itu tanpa ada Antasari. Dengan
  demikian, kesaksiannya bertentangan dengan kesaksian Sigid yang
  mengatakan bahwa amplop diserahkan oleh Antasari.
  Selain itu, Williardi pun juga
  tidak menanyakan soal tim Chaerul. Jadi, kapan dikatahui kalau orang
  itu adalah Nasrudin? “Tahunya setelah kami ditangkap,” ucap Williardi.
  Kemudian, ia melanjutkan bahwa
  Williardi ternyata tetap keukeuh tidak tahu orang yang akan menjadi
  target sekalipun ia sudah mendapatkan informan dan mendapatkan uang Rp
  500 juta dari Sigid sebagai biaya operasional.
  Untuk mendapatkan informan
  sebagaimana permintaan Sigid, Williardi minta bantuan Jerry Hermawan
  Lo, yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini. Selanjutnya, Jerry
  mempertemukan Williardi dengan Edo sebagai orang yang siap menjadi
  informan. “Uang itu kami berikan pada Edo semuanya,” tutur Williardi.
  Saat Herri mempertanyakan mengenai
  kelogisan cerita, Williardi setengah berteriak, “Demi Allah, kalau saya
  bohong, saya mati bersama anak-anak saya,” tukasnya.
  Dalam kasus ini, Williardi Wizar,
  Antasari Azhar, dan Sigid Haryo Wibisono didakwa melakukan pembunuhan
  berencana terhadap Nasrudin. Mereka diancam hukuman mati.
  ONE
  Editor: Edj
  
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/11/10/14100013/williardi.kalau.saya.bohong.saya.dan.anak.saya.mati
  Williardi Wizard: Kasus Antasari Rekayasa
  Selasa, 10 November 2009 15:38 WIB
  Jakarta, (tvOne)
  Mantan Kapolres Jakarta Selatan
  Kombes Pol Williardi Wizard menyatakan kasus Antasari Azhar, mantan
  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka pembunuhan
  Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen,
  merupakan rekayasa.
  “Pada jam 12.00 WIB (pemeriksaan
  dirinya di Polda Metro Jaya), didatangi Direskrim dan Wadireskrim Polda
  Metro Jaya serta kasat-kasat (Kepala Satuan, red) menyatakan sasaran
  kita hanya Antasari Azhar,” katanya saat menjadi saksi dalam
  persidangan Antasari Azhar, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan,
  Selasa.
  Kombes Pol Williardi Wizar sendiri
  menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan itu, bersama-sama dengan Sigit
  Haryo Wibisono, Jerry Hermawan Lo dan lima eksekutor lainnya.
  Dengan suara bergetar menahan
  emosi, Wiliardi menyatakan dirinya seusai didatangi Direskrim Polda
  Metro Jaya lalu dibacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sigit Haryo
  Wibisono. “Direskrim menyatakan samakan saja BAP-nya (Wiliardi Wizard)
  dengan Sigit Haryo Wibisono,” katanya.
  Kemudian, kata dia, BAP dirinya itu
  ditayangkan di stasiun televisi swasta hingga dirinya mempertanyakan
  kepada Direskrim Polda Metro Jaya melalui pesan singkat (SMS) yang
  memprotes isi BAP tersebut. “Karena saya tidak pernah memberikan
  keterangan seperti itu kepada Direskrim,” katanya.
  “Ini perintah atasan,” katanya dalam persidangan yang dipimpin hakim Herry 
Swantoro.
  Allahu Akbar
  Antasari Azhar ketika mendengar
  keterangan saksi Wiliardi Wizard itu, badannya lemas yang bersamaan
  dengan diskors-nya persidangan oleh majelis hakim, sembari menyatakan
  kalimat “Allahu Akbar”.
  Antasari Azhar terkulai lemas sembari berlinang air mata di kursi setelah 
sebelumnya dipapah oleh sejumlah tim kuasa hukumnya.
  Kuasa hukum Antasari Azhar, Juniver
  Girsang, menyatakan, dirinya kaget dengan keterangan saksi yang
  dianggap pertama kalinya di sejarah dunia peradilan tanah air.
  “Pernyataan saksi menyatakan bahwa seorang terdakwa dapat diskenariokan
  dan sasarannya adalah Antasari Azhar,” katanya.
  Juniver Girsang menyatakan Antasari
  Azhar sangat kecewa dan meminta keadilan kepada pemerintah. “Orang
  tidak bersalah tapi diskenariokan. Ini fenomenal padahal Antasari Azhar
  sudah banyak melaksanakan tugas,” katanya. (Ant)
  
http://www..tvone.co.id/berita/view/27283/2009/11/10/williardi_wizard_kasus_antasari_rekayasa
  Williardi: Atasan Saya Ya Kapolri!
  KOMPAS.com/ KRISTIANTO PURNOMO
  Selasa, 10 November 2009 | 16:32 WIB
  JAKARTA, KOMPAS.com — Di dalam
  persidangan, saksi Williardi Wizard “bernyanyi” kalau rekannya di
  kepolisian merekayasa penyidikan kasus pembunuhan Direktur PT Putra
  Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen yang berujung pada penahanan
  mantan Ketua KPK Antasari Azhar.
  Nama petinggi Polri pun disebutnya.
  Pada suatu hari, Williardi berkisah dalam sidang PN Jaksel, Selasa
  (10/11), ia dijemput di rumahnya pukul 00.30 oleh Brigjen (Pol) Irawan
  Dahlan.
  Kemudian di kantor polisi para
  penyidik meminta dia membuat berita acara sesuai dengan kehendaknya.
  “Udah bikin apa saja yang terbaik untuk menjerat Pak Antasari. Dijamin
  besok pulang. Kami dijamin oleh pimpinan Polri tidak akan ditahan,
  paling sangsi indisipliner,” kata Williardi mengulang perkataan Wakil
  Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (waktu itu) Irjen Adiatmoko.
  Karena jaminan itu, apalagi
  langsung dari pimpinan Polri, lanjut Williardi, ia bersedia
  menandatangani BAP yang sudah dibuat penyidik. Namun, yang terjadi
  keesokan harinya dalam berita televisi Williardi diplot polisi sebagai
  salah satu pelaku pembunuhan Nasrudin.
  “Janji mana? Tolong diklarifikasi.
  Kami tidak sejahat itu,” kata Williardi dalam pesan singkat kepada
  Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris
  Besar Muhammad Iriawan..
  Selanjutnya, penasihat hukum Antasari bertanya, “Siapa pimpinan Anda?” 
“Pimpinan saya ya Kapolri,” kata Williardi.
  Setelah protes tersebut, Williardi
  mengaku ia langsung ditahan. Ia tidak peduli dikatakan penghianat oleh
  sejawatnya. “Kami memberanikan diri, kami dibilang penghianat, tidak
  peduli,” kata Williardi dalam persidangan.
  Williardi bersama Antasari Azhar
  dan Sigid Haryo Wibisono didakwa melakukan pembunuhan berencana
  terhadap Nasrudin. Mereka diancam hukuman mati atas dakwaan itu.
  
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/10/16325123/williardi.atasan.saya.ya.kapolri
  Lie Detector yang cuma memeriksa orang
  bohong dengan asumsi keringat lebih banyak dan detak jantung lebih
  cepat ternyata tidak akurat.
  Pembohong profesional bisa berbohong
  namun dianggap jujur oleh Lie Detector. Sementara orang yang bicara
  jujur tapi jika grogi, maka dia dianggap bohong.
  http://www.usatoday.com/news/nation/2002-09-09-lie_x.htm
  ===
  Ingin belajar Islam via SMS?
  Ketik:REG SI kirim ke 3252

  Tarif Rp.1000 ,- + PPN
  Berhenti: ketik:UNREG SI kirim ke 3252
  Hanya dari Telkomsel

  Isi berupa cuplikan ayat Al Qur'an dan Hadits yang bisa anda forward ke 
saudara-saudara dan teman-teman anda lainnya.
  http://media- islam.or. id

  Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, 
Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke