Roket-roket yang diproduksikan kelihatan seperti buatan amatir.
----- Original Message -----
From: Sandy Dwiyono
To: [email protected] ; [email protected]
Sent: Thursday, November 12, 2009 4:21 PM
Subject: [nasional-list] Ternyata LAPAN Telah Menciptakan 300 Roket
Roket masa depan akan menggunakan energi nuklir sebagai daya dorongnya.
Dengan sedkit "bahan bakar" akan dihasilkan daya dorong yang luar biasa dan
kecepatan yang bahkan melebihi kecepatan cahaya, sehingga dengan bekal bahan
bakar yang sedikit, pesawat bisa menjelajah jarak yang jauh. Sama seperti
ketika sebuah kendaraan melampaui kecepatan suara yang menimbulkan dentuman
suaru, ketika suatu saat manusia berhasil membuat wahana yang melebihi
kecepatan cahaya, detik-detik terlampauinya kecepatan cahaya tersebut, akan
diikuti suatu dentuman, entah dentuman suara atau kilatan cahaya, atau
keduanya. Teknologi pendorong nuklir, sebenarnya sudah dikuasai AS dan Rusia,
untuk membuat wahana-wahana kecil tetapi sanggup mencapai Mars, Venus,
Merkurius bahkan mengejar ekor komet. Teknologi pendorong nuklir tersebut baru
dinyalakan ketika wahana telah berada diluar atmosfer Bumi supaya tidak
mencemari udara. Tetapi hingga kini, teknologi yang dicapai, belum mampu
membuat kendaraan yang bisa mendekati kecepatan cahaya. Sebagai bahan bakar
roket nuklir mereka menggunakan Lithium, Helium, Tritium atau Deuterium, suatu
unsur-unsur ringan yang relatif mudah dilakukan destabilisasi inti atomnya atau
orbital elektronnya.
http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/11/23010855/ternyata.lapan.telah.menciptakan.300.roket
Ternyata LAPAN Telah Menciptakan 300 Roket
Rabu, 11 November 2009 | 23:01 WIB
TANGERANG, KOMPAS.com - Peneliti-peneliti di Lembaga Penerbangan dan
Antariksa Nasional (LAPAN) telah berhasil menciptakan 300 jenis roket, dan ini
sangat penting bagi perkembangan teknologi di Indonesia.
Kepala Tim Roket Kendali LAPAN Edi Sofian, Rabu (11/11) mengutarakan,
keberhasilan para peneliti Indonesia menciptakan roket menjadi hal penting guna
memajukan perkembangan teknologi di Indonesia untuk bersaing dengan negara lain.
Edi mengungkapkan selama 20 tahun lebih LAPAN mengabdi para peneliti telah
berhasil menciptakan 300 roket dengan berbagai kategori dengan jenis roket
berbeda yang cukup spektakuler.
"Dalam satu tahun para peneliti LAPAN menciptakan 15 roket yang kemudian
dilakukan uji coba dan berhasil diorbitkan dengan sukses. Itu semua merupakan
hasil karya anak bangsa," ungkap Edi.
Dari ratusan roket yang berhasil diciptakan selama ini lebih banyak
dihasilkan roket cuaca dan orbiter serta satelit untuk membantu Badan
Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau perkembangan cuara.
Termasuk membantu pertahanan keamanan negara Indonesia dan mengawasi
daerah-daerah di kawasan nusantara yang membutuhkan pemantauan ketat serta
pengawasan sipil.
"Pembuatan roket merupakan instruksi negara, kita menciptakannya dan PT
Dirgantara Indonesia (DI) memproduksi dan memperbanyak roket," tandas Edi.
Kabag Humas LAPAN Eli Kuntjahowati menegaskan, pada dasarnya LAPAN tidak
hanya menciptakan roket, terdapat beberapa hasil ciptaan LAPAN mengoptimalkan
sistem propulsi roket peluncur satelit yang diproyeksikan untuk jangka panjang.
LAPAN juga merancang beberapa motor roket hibrid yang mengunakan kombinasi
propelan padat dan cair. Bahkan beberapa analisis LAPAN sedang merancang roket
modern yang siap bersaing dengan roket buatan luar negeri.
BNJ
Editor: bnj
Sumber : ANT
[Non-text portions of this message have been removed]