Refleksi : Sibuk panggil menteri minum teh atau kopi makan kue adalah pekerjaan bagus. Siapa yang tidak mau pekerjaan demikian? hehehehe
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/58281 SBY Sibuk Panggil Menteri * Juga Bertemu dengan Wapres di Cikeas * Tunda Terima Laporan Tim 8 Selasa, 17 November 2009 | 23:31 WITA JAKARTA, Tribun - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendadak memanggil Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD), dan Jaksa Agung Hendarman Supandji, ke kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/11) sore. Diduga pemanggilan terkait dengan rekomendasi Tim 8 yang disampaikan kepada Presiden SBY, Selasa ini, yang seharusnya diserahkan kemarin. Bambang Hendarso dan Hendarman tiba di kediaman Presiden SBY di Puri Cikeas, pukul 15.00. Kemudian meninggalkan keluar bersamaan dengan Kepala BIN Soetanto, pukul 19.00. Beberapa saat sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mendahului mereka meninggalkan rumah SBY. Usai pertemuan selama empat jam, keempat menteri dan Kepala BIN itu bertemu SBY selama empat jam, tak seorang pun dari mereka memberikan penjelasan mengenai isi pertemuan. Setelah keempat menteri tersebut meninggalkan Cikeas, pukul 20.00 WIB, Wapres Boediono tiba datang ke Cikeas. Wakil Presiden Boediono ikut merapat ke Cikeas menumpang mobil benoor polisi RI 2. Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia tesebut dikawal ketat. Namun diduga, pemanggilan Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN itu terkait rekomendasi Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas dua Wakil Ketua (Nonaktif) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Chandra-Bibit disangka penyalahgunaan kewenangan dan pemerasan saat mencekal dua pengusaha, bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo dan bos PT Era Giat Prima Joko Tjandra. Dugaan kriminalisasi mencuat saat Mahkamah Konstitusi memutar rekaman seseorang bernama Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo dengan sejumlah pihak. Dalam rekaman itu, Anggodo menyinggung masalah pidana Chandra-Bibit. berdasarkan informasi yang dieperolhe, kedatangan Boediono untuk membahas persiapan pertemuan KTT Pangan di Roma, Italia. Dijadwalkan lebih dari 60 kepala negara akan menghadiri KTT tersebut. Paus Benedictus XVI juga akan hadir pada saat pembukaan KTT. Namun tidak menutup kemungkinan pertemuan tersebut juga akan membahas hal lain. Termasuk rencana penyerahan rekomendasi Tim 8 besok. Karena pertemuan mendadak dengan par pembantunya tersebut, Presiden SBY menunda bertemu dengan Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Wakil Ketua (nonaktif) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah atau Tim 8. Tim bentukan SBY dengan panggilan Tim Delapan ini dijanjikan bertemu pada Selasa (17/11), dari sedianya kemarin, Senin 917/11). "Tim 8 atas saran beliau akan diterima besok pagi (hari ini)," ujar Menko Polhukam Marsekal (Purn) Djoko Suyanto di Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin (16/11). Djoko mengemukakan, setiba di Indonesia, Presiden Yudhoyono akan justru memanggil sejumlah menteri dan pejabat negara. "Konsolidasi karena pekerjaan satu minggu banyak yang menumpuk dan harus dikoordinasikan dengan menteri lain," katanya. Lantaran belum ada pertemuan dengan Tim 8, Djoko memilih untuk tidak berkomentar terkait hasil rekomendasi Tim 8. "Saya belum bisa menjawab kalau ada pertanyaan soal tim 8," ungkapnya. Disinggung apakah Presiden Yudhoyono akan membuka rekomendasi Tim 8 ke publik, Djoko kembali berkelit. "Belum tahu, jangan berandai-andai dulu. Kita lihat besok," jelasnya. Selama berada di Singapura, SBY menghadiri pertemuan puncak pemimpin 21 anggota forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik di Singapura. Di sela-sela pertemuan, SBY menyempatkan waktu untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama. Selepas kunjungan di Singapura, Juru Bicara Tim 8 Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, laporan rekomendasi bakal diserahkan pada Senin (16/11). Perihal waktu pertemuan, tim delapan mempercayakan sepenuhnya ke tangan Menko Polhukam Marsekal (Purn) Djoko Suyanto. Molornya penyerahan rekomendasi kepada SBY tak membuat Tim Delapan meradang. Adnan menilai, ada kemungkinan SBY mengalami kelelahan setelah menjalani kunjungan kenegaraan. "Nggak apa-apa, dan nggak masalah. Kan mungkin presiden capek. Biar sajalah," kata Ketua Tim Delapan Adnan Buyung Nasution di kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jakarta, Senin (16/11).(Persda Network/ade/cr2/dtc) Tribun Timur, Selalu yang Pertama Ada peristiwa menarik? SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233 email: [email protected] Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266. [Non-text portions of this message have been removed]

