Untuk menjalankan pajak seperti di negeri-negeri skandinavia, harus ada administrasi teratur, begitupun catatan sipil, statistik pemerintah harus beres.
Ada lagi satu point yang sangat penting yaitu "keterbukaan". Keterbukaan ini memungkinkan kontrol umum, disamping informasi kantor pajak. Laporan tahun laba/rugi semua bisa dibaca umum, jadi umum tahu, berapa laba berapa rugi, perusahaan, pembagian deviden kepada pemegang saham berapa, bonus kepada para diriktur berapa. etc. ini penting bagi perusahaan negara (BUMN) dan juga perusahaan partikulir. Perusahaan negara bisa dikethui laba/ruginya dan bagi perusahaan partikulir bisa ada kontrol dari pemegang sahanm. Politik upah, almarhum perdana menteri Olof Palme bilang bahwa gaji harus menjamin kehidupan pekerja, makanya kalau kita lihat orang kerja kantor, pakai dasi mentreng, belum tentu gajinya tidak begitu besar perbedaan dari seorang buruh pabrik. Tentu ada perbedaan tergantung dari posisi, tetapi kalau pekerja atau pegawai biasa itu hampir sama, jumlah hari liburan pun semua sama, 32 hari. Wanita hamil mempunyai hak mendapat liburan 9 bulan untuk menjaga anak. Anak sekolah dari SD sampai universitas tidak perlu bayar uang kuliah, uang bangunan, uang itu ini. Yang dibayar ialah uang untuk legitimasi saja. Dari SD sampai SMA dikasi makan siang seperti makan dirumah. Lain di universitas harus bayar, tetapi harganya lebih rendah dari di luar kampus. Kalau sakit dan masuk rumah sakit, yang dibayar ialah uang registrasi saja seperti harga karcis biskop dan bayar tempat tidur juga sedikit harganya, kalau rontgen operasi semua tak perlu bayar. Orang tidak kerja kalau sudah masa pensiun dikasi pensiun makanya orang-orang pendatang misalnya dari Iran dibawa orang tua mereka dapat pensiun, karena semua penduduk tidak membedakan apakah dia warganegara atau tidak. Mau ngaji bisa saja di flat, tidak ada yang protes sekalipun disekelilingnya bukan islam. Orang Aceh yang berdiam di Stockholm, mereka diberikan ruangan (menasa) ngaji-ngaji dan untuk segala macam, letaknya di flat. Demikian sedikit info dari Stockholm. ----- Original Message ----- From: A Nizami To: [email protected] Cc: [email protected] ; [email protected] ; sabili Sent: Monday, November 23, 2009 3:19 AM Subject: [ppiindia] Pajak Mencekik Rakyat? Bls: Pajak jangan dinaikkan apalagi PBB Sistem Ekonomi Neoliberalisme memang begitu. Berpihak kepada konglomerat dan mencekik rakyat. Pajak untuk rakyat kecil seperti PBB dinaikkan. Tapi terhadap perusahaan2 besar di beri stimulus dan berbagai keringanan pajak agar "investasi" bisa masuk katanya. Harusnya kita meniru sistem ekonomi Skandinavia yang sosialis. Di sana dipakai pajak progresif. Rakyat miskin dapat jaminan sosial, sementara semakin kaya orang pajaknya pun secara progresif bertambah besar. Jangan2 nanti ada juga pajak Kepala macam zaman Belanda dulu...:) === Ingin belajar Islam via SMS? Ketik:REG SI kirim ke 3252 Tarif Rp.1000 ,- + PPN Berhenti: ketik:UNREG SI kirim ke 3252 - Hanya dari Telkomsel Isi berupa cuplikan ayat Al Qur'an dan Hadits yang bisa anda forward ke saudara-saudara dan teman-teman anda lainnya. http://media-islam.or.id > >Dari: Silva Sjarifuddin <[email protected]> >Kepada: [email protected] >Terkirim: Ming, 22 November, 2009 11:06:42 >Judul: Re: [LISI] Pajak jangan dinaikkan apalagi PBB > > > > > > > > > >> > >Cape juga dengan segala suguhan yang kita lihat setiap hari. Buat saya ada yang lebih penting lagi nih soal pajak, ke siapa ya harus disampaikan. >>Pak Edi Satria sampaikan ke ibu menteri untuk disampaikan ke Dirjen Pajak, > >>agar jangan naik setiap tahun, masalahnya banyak orang yang tidak sanggup bayar PBB >>terutama buat pensiunan, apalagi yang rumah lama. >>Masa harga tanah naik setiap tahun dan harga bangunannya juga naik ? >>Padahal kan kalau rumah lama nilainya menyusut, seharusnya nilainya turun bukan naik, >>kecuali untuk rumah baru atau perumahan baru bisa dinilai dengan nilai sekarang. > >>Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan antara tahun 2006 - 2009 kenaikannya hampir 100% >>wajar kalau banyak orang yang tidak sanggup bayar, apalagi bagi yang menempati rumah >>orang tua jaman dulu yang rumahnya rata2 diatas 300 meter, tidak bisa dibayar dengan 1/2 bulan >>atau 1 bulan gaji, gaji bulanan saja sudah tidak cukup jadi kalau bayar PBB 1/2 bulan atau >>melebihi gaji, ya jelaslah tidak mampu membayarnya. > >>Sebagian orang yang saya temui ingin menjual rumahnya, tapi itu juga tidak gampang. >>Seharusnya tidak perlu menjual rumah kan, hanya karena tidak sanggup membayar PBB >>yang sengaja dinaikkan setiap tahun. Ini juga menjadi penyebab tidak logisnya harga rumah. >>Untuk orang yang susah jadi bingung, kalau jual mahal, rumah tidak laku, tapi kalau dijual >>dibawah harga PBB, bayar pajaknya tetap sesuai perhitungan PBB dan yang pasti banyak >>orang yang telah menjual rumah setelah pensiun, dan hasilnya menyesal karena tidak bisa >>membeli rumah lagi. > >>Wasalam Silva >>------------ --- > >>____________ _________ _________ __ >>From: Muhammad Hariyadi Setiawan <[email protected]. id> >>To: l...@yahoogroups. com >>Sent: Fri, November 20, 2009 4:09:39 AM >>Subject: Re: [LISI] FW: Disfungsi Presiden > >>demikianlah Mas. >>saya setuju, pendidikan politik, dan juga pendidikan lainnya, yang harus >>dikuatkan dan kita terjun melakukannya. >>pendidika politik adalah peran vital partai yang justru diabaikan dan >>dianggap tunai manakala diwujudkan dalam bentuk mobilisasi massa jelang >>pemilu saja. >>share saja, saya kenalkan pendidikan politik ke anak-anak saya dengan >>mendongengkan kisah-kisah nasrudin hoya yang dengan cerdas, bijak dan >>jenaka mengkritisi rezim eksekutif, yudikatif dan legislatif di masanya. >>ditarik ke masa inipun masih kontekstual. >>kalau mau coba juga untuk anak-anak anda sebelum mereka tidur, ini ada >>salah satu sumber rujukan saya: >http://media. isnet.org/ sufi/Nasrudin/ perusuh.html > >>tabik! > >>mhs > >>Setiadjit (Hotmail) wrote: >>> begitulah presiden kita pak hariyadi; >>> selalu 'muter-muter' menghabiskan waktu saja mendengarnya; >>> >>> kemarin rakyat sudah salah memilih; >>> pendidikan politik harus segera digiatkan kembali, mulai dari keluarga kita, >>> kerabat, tetangga, karyawan, jamaah masjid agar nantinya memilih pemimpin >>> yang sesuai dengan sunatullah; >>> >>> salam >>> setiadjit (kmb) >>> >>> >>> >>> From: Muhammad Hariyadi Setiawan >>> Sent: Thursday, November 19, 2009 15:13 >>> To: l...@yahoogroups. com >>> Subject: Re: [LISI] FW: Disfungsi Presiden >>> >>> >>> dengan tambahan waktu satu minggu post 2 minggu waktu investigasi tim 8 = >>> total jendral 3 minggu presiden kita butuh ambil salah satu keputusan >>> penting ini. >>> apa 2 minggu bukan waktu cukup utk presiden juga berpikir ambil pendapat >>> dari sumber lain dan langsung bertindak paralel, katakan sehari setelah >>> terima rekomendasi tim 8? >>> kalau ini dagang, ya sudah kukut... >>> tampaknya kita diuji agar kita cepat lupa, cepat memaafkan atas apa yang >>> terjadi, lena. >>> >>> mhs >>> >>> >>> >>> >>> ------------ --------- --------- ------ >>> >>> ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= >>> Lingkar Ilmuwan Sosial Indonesia (LISI) adalah forum untuk menggagas dan mempertukarkan ide-ide baru serta mengembangkan ilmu pengetahuan sosial. Dalam LISI, topik-topik diskusi ditinjau dan dianalisis dari beragam perspektif yang memungkinkan proses pembelajaran secara kolektif demi pengembangan wawasan anggota dan masyarakat Indonesia umumnya. >>> ============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= >>> 1. Untuk berhenti berlangganan, kirimkan e-mail kosong ke: >>> LISI-unsubscribe@ yahoogroups. com >>> 2. Untuk berlangganan, kirimkan e-mail kosong ke: >>> LISI-subscribe@ yahoogroups. com >>> 3. Untuk menghindari penyebaran virus, pengiriman attachment file >>> tidak dimungkinkan melalui milis ini. >>> 4. Bahasa Resmi LISI: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. >>> 5. Netters LISI diminta sebisa mungkin menghindari "posting a la chating". >>> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - >>> Dear LISIers...." you may disagree with somebody's way of thinking...but please be careful of what you are writing in order not to hurt somebody's feelings..." .. The moderator is always wishing you an enjoyable and inspiring discussion with LISI...:-) Selamat beradu argumentasi di tataran logika....:- ) >>> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -Yahoo! Groups Links >>> >>> >>> >>> >>> > >>------------ --------- --------- ------ > >>============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= >>Lingkar Ilmuwan Sosial Indonesia (LISI) adalah forum untuk menggagas dan mempertukarkan ide-ide baru serta mengembangkan ilmu pengetahuan sosial. Dalam LISI, topik-topik diskusi ditinjau dan dianalisis dari beragam perspektif yang memungkinkan proses pembelajaran secara kolektif demi pengembangan wawasan anggota dan masyarakat Indonesia umumnya. >>============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= ========= >>1. Untuk berhenti berlangganan, kirimkan e-mail kosong ke: >LISI-unsubscribe@ yahoogroups. com >>2. Untuk berlangganan, kirimkan e-mail kosong ke: >LISI-subscribe@ yahoogroups. com >>3. Untuk menghindari penyebaran virus, pengiriman attachment file >> tidak dimungkinkan melalui milis ini. >>4. Bahasa Resmi LISI: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. >>5. Netters LISI diminta sebisa mungkin menghindari "posting a la chating". >>------------ --------- --------- --------- --------- --------- - >>Dear LISIers...." you may disagree with somebody's way of thinking...but please be careful of what you are writing in order not to hurt somebody's feelings...." .. The moderator is always wishing you an enjoyable and inspiring discussion with LISI...:-) Selamat beradu argumentasi di tataran logika....:- ) >>------------ --------- --------- --------- --------- --------- -Yahoo! Groups Links > >>[Non-text portions of this message have been removed] > > > Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

