http://oase.kompas.com/read/xml/2009/10/14/18580983/kiai.organik.dan.revolusi.pertanian

kunjungi juga ulasan sejumlah pakar nasional tentang buku ini di
http://entrepreneurorganik.blogspot.com
====

*Kiai Organik dan Revolusi Pertanian*


   
istimewa<http://oase.kompas.com/read/xml/2009/10/14/18580983/kiai.organik.dan.revolusi.pertanian#>
 
/<http://oase.kompas.com/read/xml/2009/10/14/18580983/kiai.organik.dan.revolusi.pertanian>
  Rabu, 14 Oktober 2009 | 18:58 WIB

Judul: Entrepreneur Organik (Rahasia Sukses K.H Fuad Affandi bersama
pesantren dan Tarekat ”Sayuriah”-nya).
Penulis: Faiz Manshur. Kata Pengantar: Dr Bisri Effendy, Prof Dr Sri Edi
Swasono, Prof Dr Ahmad Syafii Maarif. Penerbit: Nuansa Cendekia (IKAPI)
Bandung September 2009. Tebal: 392 Halaman. Harga Rp 88.000

Kalau dari sekian puluh buku non-fiksi karya asli orang Indonesia yang saya
teliti selama dua tahun terakhir ini dipilih sebagai karya paling top, maka
saya tak ragu memilih buku ini. Entrepreneur Organik adalah kisah perjalanan
hidup seorang ulama tradisional, KH Fuad Affandi dari Ciburial Kabupaten
Bandung.

Prestasi yang unik darinya ialah kemampuanya menorehkan tinta sejarah dalam
mengorganisir kaum tani, memberdayakan kewirausahaan anak-anak petani
terlantar dan kemampuannya membuktikan profesi petani benar-benar memberikan
kehidupan yang makmur secara material dan sejahtera secara spiritual.

Benar bahwa di beberapa daerah ada beberapa petani yang sukses dan makmur.
Tetapi yang membedakan Fuad Affandi dengan petani kaya lainnya ialah bahwa
kesuksesan Fuad terletak pada perjuangan bersama rakyat. Kalau selama ini
koran-koran sering mengangkat sosok petani sukses, biasanya karena
keberhasilan sang petani, tetapi hanya keberhasilan dirinya, bukan
keberhasilan masyarakat luas. Sedangkan Fuad Affandi dengan Koperasi Pondok
Pesantren Al-Ittifaqnya memiliki bukti lain.

Pada objek yang menjadi kajian, yakni sosok KH Fuad Affandi, sang peraih
penghargaan Kalpataru untuk penyelamat lingkungan tahun 2003 itu, nampaklah
bahwa sang penulis jeli melihat potensi hebat dari sosok yang memiliki
sumberdaya berkualitas di Indonesia. Selama ini mungkin sosok KH Fuad
Affandi hanya dikenal baik oleh kalangan pelaku agribisnis, tetapi jujur
diakui kurang dikenal luas masyarakat non agribisnis.

Hal ini disebabkan oleh dua hal, yakni kurang jelinya media massa dalam
mempublikasikan kegiatan di Al-Ittifaq dan memang pada dasarnya Fuad Affandi
sendiri tidak terlalu gemar berbicara di depan publik luas. Sebagai kiai
tulen, ia lebih suka beramal ketimbang berdakwah lisan sebagaimana
mubalig-mubalig selebritis. Fuad nyaris tak punya pamrih menjadi orang
terkenal sehingga ia lebih suka terus bergulat berjuang di tengah-tengah
kehidupan kaum tani.

Sekarang beruntunglah kita adalah karena hadirnya buku tebal yang secara
tajam dan mahir dalam melukiskan fakta lapangan ini. Faiz Manshur yang
dikenal sebagai penulis media massa dengan ciri khas penulisan yang kritis
itu memberikan banyak pengetahuan dari sisi terdalam kehidupan seorang
pejuang sejati dalam dunia pertanian, kaum tani dan kaum miskin. Membaca
buku ini kita akan mendapatkan beberapa hal sebagai berikut.

Pertama, kita akan mengenal sejatinya ulama, sejatinya pejuang. Kalau selama
ini kita dibuat pusing oleh aneka ragam ulama yang berperilaku tidak seperti
yang kita harapkan, Fuad Affandi menjadi bukti ulama sejati. Ia bukan hanya
mahir dalam mendidik agama kepada masyarakat melainkan juga bisa memberikan
solusi ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan dalam bidang sosial. Kedua,
kiai yang anti poligami ini memberikan kesaksian bahwa seorang agamawan yang
sejati dipastikan sangat terbuka, lapang dada, moderat dan bisa menjadi
teladan kehidupan, tidak hanya bagi orang Islam tetapi juga bagi non muslim.
KH Fuad Affandi tidak hanya berkhotbah tentang pluralisme dan demokrasi,
melainkan mempraktekkan secara langsung dengan sepenuh penjiwaan. Itulah
sebabnya sosoknya sangat menarik perhatian kalangan non muslim.

Ketiga, buku ini memberikan kesaksian bahwa dunia akademik Indonesia dan
pemerintah selama ini tidak mampu menjawab tantangan masyarakat pertanian.
KH Fuad dengan caranya sendiri berhasil memberikan bukti untuk menyelesaikan
masalah-masalah pertanian. Keempat, kita menemukan kembali etos kaum santri
sejati yang memiliki tipikal pembelajar tangguh, hasil pendidikan teori dan
praktik.

Hal ini membedakan dengan kaum terpelajar kita hanya hanya terdidik oleh
teori textbook. Karena itulah wajar jika KH Fuad menegaskan bahwa golongan
santri "memang tidak tahu apa-apa, tetapi bisa apa-apa, beda dengan sarjana
yang banyak tahu tetapi tidak bisa apa-apa." Inilah kritik yang harus
diterima oleh kaum terpelajar, termasuk oleh kaum santri yang akhir-akhir
ini juga semakin larut dalam keterasingan dengan sunnatullah (perkembangan
jaman).

Lain dari itu, sosok KH juga menjadi bukti bahwa sosok intelektual organik
sebagaimana yang gemar diwacanakan kaum aktivis pergerakan itu ada di
Indonesia. KH Fuad Fuad bukan saja entrepreneur organik, melainkan sangat
layak disebut intelektual atau kiai organik; seorang pemimpin yang
benar-benar memiliki basis perjuangan di tengah-tengah massa
rakyat,-dibedakan dengan sosok yang hanya terkenal tetapi tidak mengakar.

Di tengah-tengah minimnya karya tulis yang greget dalam bidang sosial, buku
ini memperlihatkan adanya fenomena lain tentang masih adanya kekuatan
revolusiner dari seorang agamawan. Tak berlebihan manakala para pakar yang
banyak memberikan apresiasi dalam buku ini memberikan apresiasi khusus, Baik
kepada sosok KH Fuad Affandi maupun kepada penulis buku ini. ***

Hendrikus Felik, Pustakawan independen.. Kolektor buku-buku karya asli
penulis Indonesia. Menetap di Bandar Lampung.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke