http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/piutang-pertamina-rp-30-triliun/

Rabu, 02 Desember 2009 15:54 
Piutang Pertamina Rp 30 Triliun
OLEH: MILA NOVITA



Jakarta - Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar tidak ingin mencampuri persoalan 
piutang PT Pertamina (persero) kepada sejumlah BUMN dan instansi pemerintah 
yang jumlahnya lebih dari Rp 30 triliun. Penyelesaian piutang itu diserahkan 
langsung kepada manajemen Pertamina.

     
Hal itu disampaikan Mustafa seusai menandatangani nota kesepahaman bersama 
mengenai peningkatan pelayan publik di bidang energi dengan Menteri Energi dan 
sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh di Kantor De-partemen ESDM, 
Selasa (1/12). 


"Saya tidak melihat piutang itu suatu masalah. Saya melihatnya sebagai b to b 
(business to busineess) antara BUMN kita. Tapi kalau terjadi sesuatu yang tidak 
sehat antara BUMN (dengan BUMN) atau dengan di luar BUMN, baru kami turun 
tangan. Sejauh ini kelihatannya belum memberatkan," katanya. 


Seperti diketahui, perusahaan BUMN di bidang minyak dan gas bumi itu memiliki 
piutang terbesar kepada PLN sebesar Rp 18,1 triliun, disusul TNI sebesar Rp 7,1 
triliun, PT Trans Pacific Petroleum Indonesia sebesar Rp 3,8 triliun, Garuda 
Indonesia Rp 720 miliar, dan Merpati Nusantara sebesar Rp 313 miliar.  


Terkait piutang terbesar kepada PLN, Mustafa berharap Pertamina memberi 
toleransi waktu pembayaran. Mustafa berharap sesama BUMN bisa saling sinergi. 
Ia mencontohkan penyelesaian piutang Bank Mandiri dengan Garuda Indonesia dalam 
bentuk mandatory convertible bond (MCB) sebagai saham dalam buku atas izin Bank 
Indonesia pada pertengahan November lalu.


Nilai piutang itu mencapai Rp 1,1 triliun. Bank Mandiri akan mendapat jatah 
saham 11 persen dari initial public offering (IPO) atau penawaran saham publik 
Garuda Indo-nesia pada pertengahan 2010 mendatang. n

Kembali ke : Cetak

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke