Refleksi : Agaknya larangan rezim  reformasi terhadap  film Balibo bukan  fim 
pertama yang pertama yang dilarang. Sebelumnya pada  zaman Megawati  film 
dokumenter yang sangat bermutu  berjudul "Black Road to Aceh" juga dilarang  
dipertunjukkan pada festival maupun kepada umum. Rupanya  rezim-rezim yang 
menamakan diri rezim reformasi  tidak berbeda jauh dengan rezim Orba, yaitu  
tetap saja mau menutupi kekejaman kekejaman TNI masa lalu.

Pada zaman Soeharto juga dilarang dipertunjukkan film berjudul "Max Havelaar"  
yang didasarkan pada karangan klasik dari Douwes Dekker alias Multatuli.  Film 
ini melukiskan kerja sama  kaum bangsawan Jawa dengan kaum kolonial Belanda 
menindas rakyat di Jawa pada abad 18.  Soeharto terkenal kongkalikongnya dengan 
modal asing menindas rakyat di zaman NKRI.  Jadi rupanya  film Max Havelaar ini 
 mencerminkan apa yang dipraktekkan sehari-hari oleh Soeharto dan oleh karena 
itu film ini dilarang  dipertunjukkan kepada umum di Indonesia.  Kelihatan  
belang SBY  juga tetap main kayu seperti mantan komandannya Soeharto. 

http://www.republika.co.id/berita/93145/Indonesia_Larang_film_Balibo

Indonesia Larang film Balibo
By Republika Newsroom
Kamis, 03 Desember 2009 pukul 05:08:00 
JAKARTA--Indonesia melarang pemutaran film Balibo yang mengangkat kasus 
tewasnya lima wartawan Australia dalam sebuah serangan pasukan Indonesia Timor 
Timur tahun 1975.

Sampai hari Rabu Lembaga Sensor Film belum menjelaskan alasan pelarangan film 
yang akan diputar di pembukaan Jakarta International Film Festival (Jiffest).

Kepala LSF Muchlis Paeni seperti dikutip kantor berita Associated Press 
mengatakan, keputusan itu dibuat secara independen dari campur tangan 
pemerintah namun tidak menjelaskan alasannya.

"Tidak ada intervensi dari pemerintah karena kami adalah lembaga yang 
independen," kata Muchlis Paeni kepada AP.

Kantor berita AP mengutip salah seorang anggota LSF yang tidak mau disebut 
namanya yang mengatakan film itu dilarang karena dianggap mendiskreditkan 
Indonesia.

Hari Selasa, LSF telah menyaksikan film yang rencananya akan diputar di Jakarta 
International Film Festival pada hari Minggu.

Akan banding

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan pihaknya yakin lembaga yang 
mengeluarkan putusan itu dengan berbagai pertimbangan.

"Yang akan dilakukan Deplu adalah menjelaskan latar belakang keputusan itu dan 
jangan sampai menciptakan permasalahan di luar negeri," tuturnya di sela-sela 
pertemuan dengan DPR.

Direktur Jakarta International Film Festival Lalu Roisamri mengatakan, badan 
sensor film tidak memberikan alasan larangan itu dan berencana untuk mengajukan 
banding.

Kematian lima wartawan yang dikenal dengan nama Balibo Five itu telah lama 
menjadi duri dalam hubungan Indonesia-Australia. Menurut kantor berita AP, 
bulan September, Australia meluncurkan penyelidikan kejahatan perang di Timor 
Leste

Keputusan itu diambil dua tahun setelah ahli forensik Australia yang 
menyelidiki kematian lima orang itu menyimpulkan lima wartawan itu diduga 
dibunuh tentara Indonesia.

Namun Indonesia menegaskan bahwa kelima wartawan itu tewas di tengah baku 
tembak di Timor Leste. Kelima wartawan itu adalah Malcolm Rennie, Greg 
Shackleton, Gary Cunningham, Brian Peters dan Tony Stewart. bbc/ahi



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke