> 2009/12/2 korandigital <[email protected]>
>
>>
>> Tercium Bau Kontra Intelijen di Balik Aliran Dana Century Versi Bendera
>> Rabu, 02 Desember 2009, 11:23:11 WIB
>>
>> Laporan: Teguh Santosa
>>
>> *Jakarta, RMOL.* Data aliran dana Bank Century yang dibeberkan Benteng
>> Rakyat untuk Demokrasi (Bendera) dicurigai sebagai bagian dari operasi
>> kontra-intelijen kubu SBY untuk mendelegitimasi proses politik yang
>> sedang berlangsung di DPR dan proses hukum yang sedang berlangsung di
>> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
>>
>> /Lho/, kok bisa?
>>
>> Dua hari lalu, Senin 30 November, Bendera mempublikasikan apa yang
>> mereka sebut sebagai data penerima aliran dana bailout Bank Century.
>> Dalam daftar itu, Bendera mencantumkan sejumlah nama tokoh dan lembaga
>> yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden SBY. Mulai dari Ketua Tim
>> Kampanye Nasional Hatta Radjasa yang kini adalah Menko Perekonomian, dan
>> Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Djoko Suyanto yang kini adalah Menko
>> Polkam, sampai Ibas Yudhoyono, putra sulung SBY yang kini adalah anggota
>> DPR dari Partai Demokrat. Pengusaha Siti Hartati Murdaya yang merupakan
>> teman SBY sejak lama pun disebut sebagai penerima aliran dana itu. Tak
>> lupa tiga bersaudara Mallarangeng.
>>
>> Sehari kemudian, atau kemarin (Selasa 1 Desember), Hatta, Djoko, Andi
>> Mallarangeng dan Ibas Yudhoyono melaporkan Bendera ke Polda Metro Jaya.
>> Mereka menyebut data tersebut fitnah belaka. Masing-masing mereka
>> membantah menerima aliran dana talangan Bank Century.
>>
>> Di sinilah bau permainan itu mulai tercium.
>>
>> Jurubicara Komite Bangkit Indonesia (KBI) Adhie Massardi mengatakan
>> bahwa dari informasi yang diterimanya sejak data aliran dana Bank
>> Century versi Bendera ini beredar, dia menyimpulkan ada permainan
>> kontra-intelijen yang dilancarkan kubu SBY untuk melemahkan dan
>> mendelegitimasi proses politik yang sedang bergulir di DPR dan proses
>> hukum yang sedang bergulir di KPK untuk membongkar skandal ini.
>>
>> Informasi yang diperoleh Adhie Massardi menyebutkan bahwa kelompok
>> tertentu di kubu SBY menggunakan Bendera untuk meniupkan “fitnah yang
>> memang disengaja.
>>
>> Dalam hal ini, Bendera yang beberapa saat lalu mengusung kampanye
>> ganyang Malaysia bisa jadi sadar atau tidak mengikuti permainan itu.
>> Tetapi itu urusan yang kurang penting, ujar Adhie.
>>
>> Yang jauh lebih penting, sebut mantan jurubicara presiden ini,
>> belakangan SBY dan para pendukungnya kerap mengatakan bahwa mereka
>> difitnah. Bahkan sampai kemarin, saat berbicara pada peringatan HUT
>> ke-64 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), SBY masih menyanyikan
>> lagu yang sudah beberapa kali dia nyanyikan dalam bulan ini: saya
>> difitnah.
>>
>> "Selama ini SBY selalu mengatakan dirinya difitnah. Tetapi belum ada
>> bukti. Maka sekarang lah mereka menghadirkan bukti itu. Dan begitu
>> ‘bukti fitnah’ ini muncul, mereka ramai-ramai menggugat ke polisi dan
>> mengatakan itu fitnah. Kelak pada akhirnya mereka berhasil membuktikan
>> bahwa itu adalah fitnah, karena itu memang fitnah yang mereka sengaja,"
>> ujar Adhie.
>>
>> Sejak awal, katanya lagi, dia sudah menaruh curiga pada angka-angka
>> versi Bendera yang menurutnya /to good to be true/, terlalu sempurna.
>>
>> Adhie juga mengatakan dirinya menyampaikan hal ini untuk menjaga élan
>> dan semangat gerakan antikorupsi di tanah air. Hal ini penting untuk
>> disampaikan, demikian Adhie, agar lapangan menjadi bersih dan terang
>> benderang. *[guh]
>> *
>>
>> *
>> http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/12/02/84660/Tercium-Bau-Kontra-Intelijen-di-Balik-Aliran-Dana-Century-Versi-Bendera-
>> *
>>


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke