Saya sependapat dan setujua seperti apa yg Bp.zainal abidin.UAN sebaik nya bukan penentu kelulusan siswa.Tapi bisa di pakai sebagai tolak ukur secara statistik untuk dipakai dalam hal mengevaluasi standar pendidikan nasional.Kalo UAN masih di pakai sebagai standar kelulusan, takutnya akan muncul penomena baru di masarakat seperti Gak usah masuk sekaloah belajar di rumah aja yg penting LUlus Ujian, Jadi lama-lama budaya sekolah lambat laun hilang. wasalam iwan
--- On Wed, 12/2/09, zainal abidin <[email protected]> wrote: From: zainal abidin <[email protected]> Subject: Bls: [ppiindia] UAN Perlu, Tapi Jangan Menentukan Kelulusan To: [email protected] Date: Wednesday, December 2, 2009, 12:22 PM hemat saya yang namanya UAN itu tidak perlu dan tidak layak untuk di adakan karena : 1. Penyerapan pendidikan sangat jauh beda antara di pusat propinsi dengan di daerah terpencil 2. Banyaknya permainan dalam pelaksanaan UAN tersebut, jadi ada yang menguntungkan sepihak 3. adanya tekanan dari pemerintah sehingga kelulusan siswa tidak lulus murni 4. Soal yang di kirim selama ini adalah setandar jakarta sedangkan di desa belum se maksimal jakarta materi yang di ajarkan. 5. SDM Kabupaen tidak sama dengan jakarta 7. Informasi daerah tidak secepat di jakarta 8. dan lainnya salam --- Pada Rab, 2/12/09, A Nizami <nizam...@yahoo. com> menulis: Dari: A Nizami <nizam...@yahoo. com> Judul: [ppiindia] UAN Perlu, Tapi Jangan Menentukan Kelulusan Kepada: ppiin...@yahoogroup s.com, "sabili" <sab...@yahoogroups. com>, "lisi" <l...@yahoogroups. com>, istiq...@yahoogroup s.com, "Indonesia Raya" <indonesiaraya@ yahoogroups. com> Tanggal: Rabu, 2 Desember, 2009, 10:48 AM UAN Perlu, Tapi Jangan Menentukan Kelulusan Saat ini banyak orang berbeda pendapat tentang UAN (Ujian Akhir Nasional). Ada yang setuju UAN harus dilakukan dan menentukan kelulusan. Ada juga yang bilang tidak perlu sama sekali. Ada juga yang berdiri di tengah dengan mengatakan UAN perlu untuk standarisasi kualitas pendidikan, tapi jangan dipakai sebagai alat untuk menentukan kelulusan. Apalagi pemerintah saat ini belum mampu menstandarisasi kualitas pendidikan mulai dari bangunan fisik sekolah, buku teks, hingga pendidikan guru (ada yang setara SMA sementara di sekolah lain ada yang S1). Saya cenderung pada pendapat terakhir. UAN perlu, tapi tidak menentukan kelulusan. Ini agar kita tahu sekolah mana yang masih tertinggal dan mana yang sudah maju. Kita juga bisa mengetahui apakah satu daerah masih tertinggal atau tidak kualitas pendidikannya. Meski demikian, pemerintah juga harus menyamakan standar pendidikan. Mulai dari mengumumkan silabus dan kurikulum yang standar secara nasional sehingga setiap guru tahu kira-kira soal apa yang keluar. Pemerintah juga harus mengeluarkan buku teks yang standar sehingga bisa jadi acuan nasional. Buku teks ini harus terjangkau oleh seluruh siswa Indonesia (tidak mahal). Dulu di zaman saya, pemerintah mengeluarkan buku teks untuk berbagai mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan sebagainya melalui penerbit “Balai Pustaka”. Buku tersebut dibagikan secara gratis kepada para siswa melalui perpustakaan sekolah. Karena semua siswa di seluruh Indonesia memakai Buku Teks yang sama/standar, maka mereka tidak mengalami masalah jika diadakan Ujian Nasional. Tapi hasil dari UAN (dulu namanya EBTANAS: Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) tidak mutlak menentukan lulus tidaknya seseorang. Namun ada 3 mata pelajaran yang wajib di atas 5,00 nilainya, yaitu (kalau tidak salah) PMP, Bahasa Indonesia, dan Agama. Ada pun mata pelajaran lainnya biar pun nilainya 3, tetap saja lulus. Dan biasanya kalau untuk masuk ke perguruan tinggi atau sekolah yang lebih tinggi, yang dilihat adalah nilai rata-rata EBTANAS, misalnya nilai rata-rata di atas 6. Saat ini saya lihat kebijakan Diknas agak membingungkan. Di satu sisi sekolah didorong untuk mengembangkan sendiri materi pelajarannya. Di sisi lain, UAN yang menentukan kelulusan justru ditetapkan terpusat oleh pemerintah. Jadi tidak nyambung….:) Akibatnya ada beberapa sekolah yang seluruh siswanya dari rangking terbawah hingga teratas tidak lulus gara-gara tidak lulus UAN. Ini kan merupakan bukti ada yang keliru dari sistem UAN yang dipaksakan sekarang ini. Banyak ketidak-puasan yang terjadi bukan hanya dari para siswa, namun juga masyarakat terhadap Diknas dan Mendiknas sebelumnya. Semoga Mendiknas yang sekarang bisa bersikap lebih bijak. http://agusnizami. wordpress. com/2009/ 12/02/uan- perlu-tapi- jangan-menentuka n-kelulusan/ "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail. yahoo.com& quot; Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers. yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

