http://www.presidenri.go.id/ibunegara/index.php/fokus/2009/12/04/537.html
Jumat, 4 Desember 2009
Ibu Negara Buka Kegiatan Donor Darah
*Ibu Ani menyaksikan donor darah, usai membuka Kegiatan Donor Darah dalam
rangkat Peringatan ke-81 Hari Ibu, di Gedung Sudirman, Jakata. (foto:
haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, Jumat (4/12) pagi, membuka Kegiatan
Donor Darah dalam rangka Peringatan ke-81 Hari Ibu Tahun 2009, di Gedung
Jenderal Sudirman milik Departemen Pertahanan, Jakarta.
Tema acara ini adalah `Dengan Semangat Hari ibu ke-81 Tahun 2009, Melalui Donor
Darah, Mari Kita Tingkatkan Kepedulian Kita Kepada Sesama Demi Tercapainya
Indonesia Seha`. Dalam kesempatan ini, Ibu Ani juga menyaksikan penyerahan
Piagam Penghargaan Penggerak/Motivator Pelaksanaan Donor Darah di Sektor Energi
dan Sumber Daya Mineral kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro oleh
Ketua Palang Merah Indonesia DKI Jakarta, Rini Sutiyoso.
Dalam sambutannya, Ibu Ani mengatakan, tema sangat relevan. "Tema ini tepat dan
relevan dengan kondisi realita kehidupan masyarakat Indonesia. Kepedulian kita
semakin untuk meningkatkan kesehatan masyarakat makin tinggi," kata Ibu Ani.
Peringatan Hari Ibu, lanjut Ibu Negara, merupakan momentum bagi bangsa
Indonesia untuk kembali mengenang dan menghargai perjuangan para perempuan.
"Sejarah mencatat bahwa perempuan Indonesia memainkan peran penting dalam
perjuangan bangsa. Peran itu dimulai ratusan tahun yang lalu dalam pergerakan
kemerdekaan, kancah revolusi, sampai sekarang di era reformasi," Ibu Negara
menjelaskan.
Perempuan Indonesia adalah potensi aset pembangunan yang tak boleh
disia-siakan. "Kaum perempuan memiliki modal sosial yang perlu ditingkatkan
agar selalu aktif, dinamis, dan partisipatif. Karena itu penting untuk melihat
perempuan Indonesia mnejadi subyek pembangunan yang memiliki hak dan kewajiban
serta kesempatan yang sama dengan kaum pria," ujar Ibu Negara. Kita harus
menggerakan potensi yang ada pada kaum wanita untuk mengisi kemerdekaan dan
membangun bangsa agar menjadi lebih baik.
Setelah resmi membuka acara, Ibu Ani meninjau lokasi donor darah. Ada 800
pendonor. "Donor darah penting. Saya katakan demikian, karena darah yang
disumbangkan kepada orang lain, diberikan dengan tulus ikhlas tanpa
membeda-bedakan keyakinan politik, warna kulit, tingkat pendidikan, tingkat
sosial, dan agama. Tujuan donor darah adalah menyelamatkan jiwa orang lain,"
ujar Ibu Ani.
Dalam acara ini, Ibu Ani didampingi Ibu Herawatie Boediono, Menteri Pertahanan
Purnomo Yusgiantoro, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak Linda Amalia Sari, dan Wakil Ketua Umum Panitia Peringatan ke-81 Hari Ibu
Dra. Setiawati. (mit)
[Non-text portions of this message have been removed]