http://www.antaranews.com/berita/1260113845/balibo-five-jangan-usik-ri-timor-leste


"Balibo Five" Jangan Usik RI-Timor Leste


Minggu, 6 Desember 2009 22:37 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam |  
(ANTARA News) - Pengamat hukum internasional Wilhelmus Wetan Songa, SH.MHum 
meminta Australia tidak mengusik hubungan baik antara RI-Timor Leste lewat 
"Balibo Five".

"Saat ini antara Indonesia dan Timor Leste sudah membangun hubungan baik 
sebagai negara tetangga, sehingga tidak perlu lagi diusik dengan film Balibo 
Five," kata dosen Fakultas Hukum Univesitas Nusa Cendana (Undana) Kupang itu, 
Minggu.

Menurut Wetan Songa, rencana pemutaran film "Balibo Five" di Indonesia 
sesungguhnya tidak mencerminkan sikap Australia dalam konteks hubungan 
bilateral. 
"Pemutaran film Balibo Five itu hanya akan membuka luka lama yang sudah lama 
terkubur," katanya.

Kepala Bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum Undana itu menambahkan, 
kalaupun ada maksud lain dibalik rencana pemutaran film Balibo Five, tentunya 
Lembaga Sensor Film (LSF) sebagai lembaga yang paling berkompeten untuk 
bersikap apakah menerima atau menolak untuk diputar di Indonesia.

"LSF-lah yang paling berkompeten untuk menyensor setiap film yang hendak di 
tayang ke publik dan apakah dampak-dampak yang akan terjadi dari segi seni, 
pendidikan, politik, keamanan, pedamaian dan dampak lainnya dari sebuah film 
seterlah ditonton masyarakat," katanya.

Menurut Wetan, kalau dampak pemutaran film itu menganggu hubugnan bilateral 
antara Indonesia-Timor Leste maka sebaiknya ditolak sebelum segala sesuatu 
terjadi. 

Penolakan ini pun bukan sikap pemerintah Indonesia seutuhnya tetapi menjadi 
sikap LSF sebagai lembaga teknis yang berkompeten.

"Jadi publik juga tidak berlebihan menarik kesimpulan terlalu dini dengan 
mengatakan Indoensia menolak film 'Balibo Five' diputar negara kepulauan ini, 
karena tidak pada tempatnya," katanya.

Ia menegaskan, persoalan buruk masa lalu antara Indonesia-Timor Leste sudah 
dikubur semuanya oleh kedua negara, sehingga Australia tidak perlu lagi membuka 
lembaran masa lalu lewat Balibo Five.

"Tewasnya lima orang wartawan Australia dalam insiden Balibo, merupakan risiko 
dari para jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan di daerah konflik," 
katanya.(*)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke