Refleksi : Info yang tidak benar pun menjadi benar karena datang dari intel?  



http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=12684


Sabtu, 5 Desember 2009

HUKUM-KRIMINAL


Hendropriyono: Informasi dari Intelijen Pasti Benar 


JAKARTA (LampostOnline): Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI 
(Purn) Hendropriyono meyakini kebenaran informasi yang diterima Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono soal akan ada aksi gerakan sosial pada 9 Desember 2009.

"Kalau intelijen menyampaikan itu, maka berarti itu infomasi yang benar. Saya 
melihat bahwa teorinya demikian. Kecuali kalau informasi itu belum berupa 
intelijen, tentu belum benar," ujarnya seusai peluncuran buku Indonesia 
Bertawaf: Teroris Malaysia Dalam Kupasan di Essence Residence, Jakarta, Sabtu 
(5-12).

Meski demikian, dia tidak dapat memastikan kebenaran informasi tersebut. 
Pasalnya, dia tidak lagi memperoleh informasi seputar dunia intelijen setelah 
melepas jabatannya sebagai Kepala BIN.

"Tetapi secara aktual saya sudah enggak punya infrastruktur untuk mengecek 
benar atau tidak," cetusnya.
Dia menilai pernyataan Presiden soal aksi ini adalah wajar. Sebab, menurutnya, 
BIN hanya menyerahkan informasi yang diperoleh kepada klien, yaitu Presiden. 
Kemudian untuk penggunaannya, hal itu diserahkan sepenuhnya kepada Presiden.
"Saya kira pengunaannya terserah user, dan infomasi yang benar dari intelijen 
hanya untuk user sendiri. Sebetulnya itu untuk beliau sendiri. Apa yang 
disampaikan oleh Presiden, tentu itu apresiasinya dia," ujarnya. KC/L-1







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke