Doa utk Orba (Indra J Piliang) Ya, Orba, Ya, Orba. Kami mohon padamu, sbg generasi yg menumbangkanmu, janganlah bangkit lagi.
Kasihanilah bangsa yg kusut ini. Berilah kami harapan, bukan tuduhan, apalagi keluhan. Ya, Orba, Ya, Orba. Tujuh pelita hendak kau lalui. Lewat tujuh ratus ribu lebih kematian. Tujuh juta rupiah hutang pada setiap kepala, tmsk bayi2. Tujuh keajaiban gelembung sabun. Kami patahkan tujuanmu itu. Kami tenggelamkan engkau ke samudera waktu. Terkubur dijaga tujuh iblis di pusaramu. Kini, lihatlah, lihatlah! Kau spt menggeliat. Para pewarismu memakai lagi bahasa2 tipu, bahasa2 picik, bodoh dan kosong. "Hati2 penumpang gelap!" "Selamat datang penunggang gerakan mahasiswa!" "Ada skenario jatuhkan saya lewat pertemuan Dharmawangsa!" "Saya sudah memegang dalang dibalik semua ini!" Bahasa apa itu, wahai Orba, kalau bukan warisan jahannammu? Kenapa mereka yg mengatakannya tidak mengutuk anak2 reformasi dipukuli oleh polisi? Kenapa mereka tidak sedih melihat petani ditembaki? Kenapa mereka benamkan paku ke tangan para narapidana di Sulawesi? Kenapa uang begitu mudah hilang di tangan mereka? Ya, Orba! Hanya kepadamu kami minta tolong, karena warisanmu muncul kembali. Disuarakan oleh para PhD, bahkan yg gelarnya berderet2 saking rakusnya. Apakah kami harus membenamkanmu dua kali? Percayalah, kami mampu. Percayalah! Jakarta, 07122009

