http://www.poskota.co.id/nah-ini-dia/2009/12/07/guna-guna-santri-muda

GUNA-GUNA SANTRI MUDA -
Senin, 7 Desember 2009 - 19:34 WIB

| More 
 
Agaknya wanita pengantin baru itu kena guna-guna. Bayangkan, pukul 01.00 
dinihari baru saja disetubuhi suaminya, tapi pukul 03.00 Nurul, 20, sudah 
minggat bersama kekasih barunya. Pak Ustadz awalnya tak tega lapor polisi, 
sebab Arifin, 25, si cowok yang melarikan putrinya, adalah santrinya sendiri. 
Tapi ternyata....

Tahun 1977 pernah beredar film nasional berjudul Guna-guna Istri Muda, dengan 
dibintangi oleh Aedy Moward, Farida Pasha dan Rina Hasyim.  Sesuai dengan 
judulnya, istri muda berusaha mengguna-guna madunya, lewat dukun Mbah Darsih 
(Conie Sutedja). Tapi istri tua tentu saja tak mau menyerah, dia kemudian 
menggunakan dukun Maroli Sitompul. Cerita besutan sutradara BZ Kadaryono ini 
lumayan seru, karena terjadi perang antar dukun dengan menggunaan black magic.

Ini kisahnya agak lain. Peristiwa yang terjadi di Sampang (Madura) ini justru 
melibatkan seorang santri. Jadi aneh rasanya, seorang santri macam Arifin, 
masak iya untuk menggaet cewek harus main guna-guna. Bukankah Islam 
mengajarkan, percaya sama dukun sama saja syirik. Padahal syirik merupakan dosa 
besar. Nah apakah Arifin sudah siap dengan sanksi dosa besar itu, hanya 
gara-gara nafsunya terlalu besar pada Nurul yang masih putri ustadznya sendiri, 
Pak Zakaria (50).

Kalau soal urusan dosa besar sih, nggak tahulah bagaimana Arifin menyikapinya. 
Yang jelas dia sudah kadung kesengsem berat pada Nurul yang sudah jadi istri 
orang. Dan anehnya lagi, kenapa baru jatuh hati pada putrinya pak ustadz 
Zakaria justru setelah jadi milik orang? Ke mana saja Arifin selama ini? Apakah 
dia tidak tahu bahwa ada hadis Nabi yang mengatakan: "Jangan kamu lamar seorang 
wanita, ketika dia masih dilamar lelaki lain." Itu kan bisa dikandung makna, 
melamar taksiran orang saja tidak boleh, apa lagi menaksir bini orang!

Agaknya Arifin sedang didominasi setan. Meski begitu banyak nash-nash (dalil) 
yang melarang, dia nekad saja mendekati Nurul. Disebut subita (suka bini 
tetangga), biar saja. Dicap lelaki senior (senang istri orang) bodo amat. Yang 
penting Nurul yang ditaksirnya memberi angin, habis perkara. Nah, gara-gara 
angin baik dari putri ustadz Zakaria tersebut, Arifin nekad mencoba menggaet 
Nurul, agar kelak komposisi nama itu menjadi begitu  ideal: Nurul-Arifin. Asyik 
kan, mirip mantan bintang film yang kini jadi anggota DPR itu.

Herannya lagi, meski cinta Arifin padanya ibarat cinta gelombang kedua, kenapa 
Nurul menerima juga. Lalu dianggap apa Miftah, 35, suaminya kini? Apakah sedari 
awal dia memang tak mencintai lelaki itu, atau pernah mencintai tapi kemudian 
ganti haluan setelah disosor santri ayahnya sendiri. Sungguh kasihan si Miftah 
ini. Dia hanya bisa menguasai pisik Nurul, tapi hati wanita tersebut justru 
berkiblat pada Arifin.

Sebetulnya sudah sejak 3 bulan lalu Arifin jadi teroris rumahtangga. Pernah 
Nurul dilarikannya, dan kemudian dipulangkan. Kalau mau, sebetulnya suami bisa 
menuntut pembawa lari istrinya. Tapi demi ketenangan warga, dia mengalah tau 
mau ribut, yang penting istrinya belum disosor Arifin. Ternyata, ketika 
dimaafkan oleh suaminya, lain waktu kembali Nurul dibawa lari, dan kemudian 
dikembalikan lagi. Untuk kedua kalinya Miftah dan ustad Zakaria memaafkan, 
karena dia masih sayang pada Arifin santrinya.

Akhirnya terjadi kembali lagi penyakit lama. Beberapa hari lalu, pukul 01.00 
dinihari Nurul masih melayani suami bersetubuh, tapi pukul 03.00 sudah minggat 
dari kampungnya bersama Arifin. Pak ustadz yang tinggal di Desa Branta 
Kecamatan Tlanakan ini tak bisa lagi mentolerir perbuatan santrinya. Kali ini 
Arfin benar-benar dilaporkan polisi dan di mana keberadaannya bersama Nurul 
masih dalam pengejaran. "Agaknya dia main guna-guna, sehingga anakku nempel 
terus," kata Pak Ustadz.

Yang penting, Nurul jangan sampai "ditempel" Arifin. (JP/Gunarso TS)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke