http://www.antaranews.com/berita/1260351880/menkeu-proyeksi-ekonomi-2010-dorong-investasi

Menkeu: Proyeksi Ekonomi 2010 Dorong Investasi

Rabu, 9 Desember 2009 16:44 WIB 

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa 
optimisme atas proyeksi perekonomian nasional 2010 akan mendorong meningkatnya 
minat investasi di Indonesia.

"Investasi itu berhubungan dengan prospek. Artinya itu juga tergantung 
bagaimana mereka (calon investor) menganggap perekonomian kita, apakah cukup 
prospektif atau tidak," kata Menkeu usai rapat koordinasi membahas national 
single window (NSW) di Gedung Utama Depkeu Jakarta, Rabu.

Menkeu menilai bahwa semua analisa menyebutkan bahwa jika stabilitas sosial 
politik bisa terjaga, maka calon investor melihat bahwa proyeksi kondisi 
perekonomian nasional tahun depan akan relatif cukup sehat.

"Walaupun inflasi tidak serendah tahun ini, mereka melihat proyeksi pertumbuhan 
2010 itu relatif cukup sehat yaitu antara 5-5,5 persen, bahkan ada yang optimis 
6 persen," katanya.

Menurut dia, proyeksi pertumbuhan ekonomi 5-6 persen menimbulkan semacam 
optimisme yang akan mempengaruhi minat investasi.

"Di sisi lain pemerintah akan terus melakukan berbagai langkah untuk mengurangi 
kesulitan dan hambatan investasi," katanya.

Mengenai berapa proyeksi pertumbuhan investasi tahun 2010, Menkeu memperkirakan 
akan mencapai 5-8 persen.

Menanggapi proyeksi oleh BKPM terhadap pertumbuhan investasi sebesar 10-15 
persen, Menkeu mengatakan, itu hal bagus. "Ya bagus dong. Ketua BKPM kan harus 
optimis," katanya.

Sementara mengenai perkiraan defisit anggaran 2010, Menkeu mengatakan, akan 
mencapai sekitar 1,6 persen dari PDB.

"Seperti yang saya katakan, dia bisa saja mencapai dua persen kalau misalnya 
seluruh fiscal spacenya dipakai, baik untuk insentif maupun berbagai macam 
kebijakan yang dipilih oleh pemerintah, baik itu untuk  kebijakan insentif 
infrastruktur atau industri. Nanti kita lihat, kan APBNP masih menunggu sampai 
tahun yang baru," katanya.

Pola pendanaan/pembiayaan atas defisit itu tidak akan berbeda dengan tahun 2009 
namun akan memperhatikan variasi antara domestik dan internasional.
(*)



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke