Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin




Rembang sebuah kota di pantai utara Jawa Tengah. Kota ini menjadi populer
karena di sinilah gerakan emansipasi perempuan dimulai, oleh RA Kartini.
Namun, di samping terkenal sebagai cikal bakal gerakan emansipasi perempuan,
sebenarnya kota ini sarat dengan nilai-nilai religius. Meski bukan menjadi
satu-satunya barometer religiusitas, beberapa pondok pesantren yang tumbuh
dan berkembang di sana menjadi isyarat bahwa kota ini pernah menjadi pusat
pengembangan Islam.



Pondok Pesantren (PP) Raudlatut Tholibin adalah satu di antara beberapa
pesantren yang ada di Rembang. PP ini didirikan oleh KH Bisri Musthofa,
ketika beliau menginjak usia relatif muda, sekitar 30 tahun ebelum
mendirikan PP, Bisri “muda” telah melanglang Indonesia, mondok dari satu
pesantren ke pesantren yang lain. Obsesinya untuk mendirikan PP setelah
memiliki bekal ilmu agama yang cukup, dimotivasi oleh sebuah keinginan luhur
yakni memberdayakan masyarakat setempat melalui pendidikan agama. Semboyan
hidup yang selalu tertanam di sanubarinya ialah li i’lai kalimatillah.


KH Bisri menikah dengan salah seorang putri pengasuh PP Lasem Rembang. Dalam
usia 63 tahun KH Bisri wafat, sehingga tingkat estafet kepemimpinan
diturunkan kepada putra tertua, yakni KH Cholil Bisri, dibantu KH Musthofa
Bisri, seorang ulama sekaligus budayawan terkenal.


Masyarakat dan Potensi WilayahPP Raudlatut Tholibin berada di Desa Leteh,
Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah. Lokasi PP berada
di antara rumah-rumah penduduk dan dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten
Rembang.


Jumlah penduduk Desa Leteh kurang lebih 2.500 orang, terdiri atas 250 KK,
dengan tingkat pendidikan yang cukup beragam.


Keberadaan PP di tengah kota ini menambah semarak kehidupan beragama
masyarakat. Lantunan shalawat yang mendayu-dayu dan bergemanya
kalimat-kalimat Allah, menjadi tanda bahwa kota ini sarat dengan nilai-nilai
religius.


Potensi wilayah sekitar PP yang bisa dikembangkan adalah sektor pertanian,
perikanan, perdagangan dan pariwisata.


Organisasi Kelembagaan


Pengelolaan PP Raudlatut Tholibin pada awalnya menganut sistem manajemen
“tradisional” dengan figur sentral seorang kyai. Pada masa kepemimpinan KH
Cholil Bisri dan KH Musthofa Bisri, manajemen PP mengalami perkembangan,
yaitu dengan didirikannya Yayasn “al-Ibriz” yang artinya penjelas.


Meskipun penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan ditangani oleh yayasan,
namun keberadaan yayasan tersebut hanyalah sebuah organisasi pelaksana dari
kepemimpinan kolektif KH. Cholil Bisri dan KH. Musthofa Bisri, dalam arti
kyai tetap merupakan figur sentral dalam pengambilan keputusan.


Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kepengurusan PP sehari-hari, terutama
dalam mengasuh santri putri, pimpinan dibantu oleh para istri pimpinan
pondok. Sementara untuk kegiatan penunjang santri, pengelolaannya diserahkan
pada santri sendiri, mulai dari perencanaan sampai realisasi program. Pihak
pimpinan hanya memberikan saran dan petunjuk setelah menerima laporan dari
santri.


Struktur organisasi Yayasan terdiri: 2 orang penasehat, seorang ketua,
seorang wakil ketua, seorang sekretaris, seorang wakil sekretaris, seorang
bendahara, dan beberapa anggota yang menangani bidang-bidang tertentu.


Kegiatan Pendidikan


1.    Pendidikan sekolah

Pendidikan sekolah yang diselenggarakan di PP Raudlatut Tholibin adalah
Raudlatul Atfal (RA), dan kurikulum yang dipergunakan mengacu pada kurikulum
Departemen Agama. Sedangkan MTs menggunakan kurikulum Yayasan dengan mengacu
pada kurikulum sebuah lembaga pendidikan di Mekah (walaupun saat ini lembaga
pendidikan tersebut sudah digusur oleh Raja Fahd).


2.    Pendidikan kepesantrenan


Kegiatan pendidikan kepesantrenan di PP meliputi: Madrasah Diniyah (I’dad),
Taman Pendidikan al-Quran (TPA/TPQ), kajian kitab salafi dengan metode
sorogan dan bandongan. TPA/ TPQ dengan materi Qiroati, dibuka untuk kalangan
santri sendiri maupun masyarakat sekitar.


Materi kajian kitab yang diwajibkan meliputi: fiqih, ushul fiqih, tauhid,
nahwu, sharaf, balaghah, akhlak/tasawuf, tafsir al-Quran, hadis, mustholah
hadis, bahasa Arab, tajwid, qowaidul fiqih, ilmu tafsir, tarih Islam, tarikh
tasyri’, mantiq, dan imla’.


Kegiatan tasawuf diselenggarakan di pesantren. Tujuannya tidak untuk menjadi
seorang sufi, karena sifatnya hanya pengenalan. Dengan metode tadabur alam,
diharapkan santri dapat menghayati, meresapi dan memahami hikmah di balik
peristiwa-peristiwa alam. Dalam kegiatan ini diselingi dengan pembacaan
syair munfarija, kumpulan syair Islam dan hadis berbahasa Arab.
Sedangkan kitab yang digunakan untuk masing-masing materi adalah: Fathul
Qarib, Fathul Mu’in, Mabadi (fiqih); Latho’iful Isyroh. Alluma’ (ushul
fiqih); Kifayatul Awam, Husnul Hamidiyah (tauhid); Jurumiyah, Imriti,
Alfiyah (nahwu); Amtsilatut Tashrifiyah (sharaf), Jawahirul Balaghah
(balaghah); Bidayatul Hidayah (akhlak/ tasawuf); Tafsir Jalalain (tafsir
al-Quran); Bulughul Marom (hadis), Lughotul Arabiyah (bahasa Arab); Tuhfatul
Athfal, Mustholahut Tajwid (tajwid); Faroidul Bahiyah (qowaidul fiqih);
al-Isir, dan Khulashat Nuril Yaqin.


3.    Kegiatan ekstrakurikuler


Kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan di PP Raudlatut Tholibin
meliputi: komputer, menjahit, pertukangan, olahraga dan pengelasan. Kegiatan
penunjang utama santri, khususnya santri putra, adalah sepak bola dengan
peserta siapa saja yang berminat. PP ini mempunyai tim kesebelasan yang
permanen dan sering bermain bersama dengan kesebelasan lain di Rembang. Tim
kesebelasan PP bekerjasama dengan persatuan sepak bola Krida milik
Pemerintah Daerah Kabupaten Rembang. Di PP ini juga tersedia berbagai
fasilitas olah raga seperti bulu tangkis dan tenis meja.


4.    Ciri khas


Sistem pendidikan di PP ini menganut sistem pendidikan salafi. Sedangkan
yang menjadi kajian utama adalah nahwu dan sharaf. Dijadikannya materi nahwu
dan sharaf sebagai kajian utama dimaksudkan untuk memberi pengetahuan secara
mendalam kepada santri tentang metode mengkaji kitab.


Santri, Kyai dan Ustadz/ Guru


Jumlah santri yang mendalami ilmu agama di PP Raudlatut Tholibin sebanyak
2.507 orang yang terdiri atas 1.317 santri putra dan 1.190 santri putri.
Mereka terbagi menjadi 507 santri mukim dan 2.000 santri tidak mukim. Khusus
santri mukim, yang berasal dari Kabupaten Rembang adalah 317 santri dan
sebanyak 190 santri berasal dari luar Kabupaten Rembang.


Para santri tersebut diasuh oleh 2 kyai, 2 nyai, 5 badal (3 laki-laki dan 2
perempuan), 60 ustadz/guru (35 laki-laki dan 25 perempuan).


Sarana Prasarana


Untuk menunjang kelancaran proses pen¬didikan, PP Raudlatut Tholibin
memiliki sarana dan prasarana yang terdiri dari: 5 ruang belajar/ mengaji, 2
ruang pimpinan pondok, 1 ruang pim¬pinan madrasah, 1 ruang ustadz/guru, 2
ruang administrasi, 1 ruang perpustakaan, 7 ruang per¬temuan, 3 lapangan
olahraga, 3 unit peralatan olahraga, 4 masjid, 1 ruang BP3, 45 asrama putra,
26 asrama putri, 2 unit rumah pengasuh, 22 unit kamar mandi/WC, 8 unit
kom¬puter, 1 unit mesin jahit, dan beberapa peralatan pertukangan. Dari 8
komputer yang ada, lima di antara¬nya berasal dari Menteri Agama KH Tholhah
Hasan.


Usaha Ekonomi


Dana penyelenggaraan dan pengelolaan PP selain berasal dari iuran santri,
dari sumbangan para donatur baik pemerintah maupun swasta, perorangan maupun
lembaga dan juga dari alumni. Di samping itu, pondok juga menggali dana
sendiri melalui usaha ekonomi dengan mendirikan koperasi yang sudah
mempunyai badan hukum dan NPWP.


Bentuk usaha koperasi meliputi usaha penyediaan kebutuhan sehari-hari dan
pelayanan jasa telepon. Usaha koperasi tersebut dimaksudkan untuk memenuhi
kebutuhan santri dan masyarakat sekitar. Modal koperasi berasal dari iuran
pokok dan iuran wajib santri.


Program Pengembangan


Program pengembangan PP Raudlatut Tholibin meliputi pengembangan fisik dan
nonfisik.Dalam pengembangan fisik, pihak PP telah mengusahakan perbaikan dan
penambahan kamar mandi/WC, asrama, ruang belajar, dan sebagainya. Di samping
itu, pihak pondok juga menyelenggarakan pelatihan pertukangan yang hasilnya
dapat langsung diaplikasikan dalam pembangunan fisik pondok.


Pengembangan nonfisik (pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia),
meliputi: mengembangkan partisipasi para alumni, masyarakat dan keluarga
besar PP; memperluas jaringan komunikasi dan bekerjasama dengan berbagai
kalangan; bekerjasama dengan Departemen Agama Kabupaten Rembang dalam
program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS); sedangkan untuk
kaderisasi, pimpinan pondok telah mengirimkan salah seorang putra pengasuh
untuk menimba ilmu di Mekah.



Disadur dari Majalah Pesantren


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke