http://www.sinarharapan.co.id/berita/read/manusia-tertinggi-habiskan-tiga-kg-beras-perhari/
Senin 28. of Desember 2009 09:18
MANUSIA TERTINGGI HABISKAN TIGA KG BERAS PERHARI
Bogor, Suparwono manusia tertinggi di Indonesia berdasarkan perhitungan MURI
2,42 meter, sedangkan hasil pengukuran dokter Ortopedi dari RSCM mencapai 2,74
meter ternyata mampu menghabiskan tiga kilogram perhari.
Lani manajer Suparwono, di Bogor, Sabtu, mengatakan, sesuai bobot tinggi dan
besar tubuh Suparwono, takaran makanannya juga sangat besar.
Ia yang hadir di The Jungle sebagai pengisi program liburan dikawasan wisata
air terbesar se Asia Tenggara dari tanggal 25 Desember hingga 1 Januari 2010
itu terlihat melayani foto puluhan pengunjung, sambil duduk dikursi bak seorang
raja. Nama Suparwono (24) mencuat kepermukaan setelah memecahkan rekor MURI,
November lalu kategori manusia tertinggi (raksasa) Pria asal Lampung Kelurahan
Tritunggal Jaya Lampung Utara ini menjadi manusia fenomenal. Kehadirannya di
the Jungle membuat banyak pengujung tertarik untuk berfoto bersama meski di
bandrol Rp 40 ribu perfotonya. Parwono sapaan akrab anak ke empat dari lima
bersaudara pasangan Siti Aisyah (50) dan Suyuti (60) tahun merasakan
keberuntungan yang luar biasa. Menjadi terkenal dan dikenal banyak orang
merupakan jawaban atas mimpinya diusia 13 tahun. "Saya pernah bermimpi dulunya,
dan saat ini adalah jawaban dari mimpi saya," ucapnya ramah. Pria yang hanya
tamatan SD ini, kedepannya berkeinginan untuk dapat membahagiakan orang tuanya
yang hanya seorang petani miskin. "Jika jalan rezeki saya ada disini, saya
ingin membahagiakan orangtua, membangunkan rumah dan jika bisa menaik hajikan
mereka," harapnya. Suparwono kini telah dikenal banyak masyarakat diseluruh
penjuru Indonesia, ia pun sudah memiliki kontrak untuk pembutan film layar
lebar, dan rencananya awal Januari langsung syuting. "Memang sudah ada yang
menawarkan main layar lebar dan saya sudah teken kontrak, tinggal syutingnya
saja ditentukan bulan depan jika cuaca dan alam mengizinkan," ucapnya.
Suparwono putus sekolah, lantar keluarganya miskin. Kondisi tubuhnya yang tidak
normal membuat ia pun tidak bisa melanjutkan sekolahnya. "Cuma sampai SD, tidak
bisa melanjutkan karena faktor ekonomi. Saya juga malu karena tidak pakai
sepatu, soalnya tidak ada yang jual ukuran sepatu saya," celetuknya. Pria yang
mengenakan ukuran sepatu bernomor 63 ini pernah tinggal selama tiga tahun di
Surabaya sebagai pemain basket. Selama itu dirinya belum dikenal banyak orang,
setelah mengalami cidera lutut saat bermain basket, dia pun memutuskan pulang
ke Lampung. Sampai akhirnya warga lampung menjadikannya sebagai manusia
tertinggi. Sebelumnya rekor manusia tertinggi asal Indonesia dipegang oleh
Nasrul. "Berdasarkan hitungan ortopedinya tinggi Suparwono sudah memecahkan
rekor dunia," jelas Lani. Sisi lain Suparwono, pria yang tidak memiliki
pekerjaan tetap ini, kini mengisi hidup barunya sebagai orang terkenal.
Dulunya, Suparwono tidak sadar kalau memiliki ukuran tubuh beda dari
keluarganya dan masyarakat di kampung. Sampai akhirnya diusia 17 tahun seorang
temannya mengujur tinggi tubuhnya. "Awalnya biasa saja, sampai akhirnya saya
tersadar setelah teman saya mengukur tinggi tubuh saya," katanya. Kelainan
Suparwono disebabkan ada kelainan genetika, di keluarganya Suparwono termasuk
spesial. "Seluruh pakaian saya harus dipesan ke tukang jahit, tidak ada yang
menjual ukuran baju dan celana saya," sebutnya. Hingga kinipun, ia belum bisa
mengenakan alas kaki karena tidak ada yang menjual dan harus di pesan terlebih
dahulu. "Sepatunya sedang di pesan, baju dan pakaiannya juga kita pesan," jelas
Lani. (ant)
[Non-text portions of this message have been removed]