Wuihh... Menteri KIB II Pakai Mobil Baru
ani
Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II mulai menggunakan mobil baru jenis Towota
Crown Royal Saloon,saat rapat terbatas di Kantor Kementrian Koordinator
Perekonomian, Jakarta, Senin (28/12/2009) ini.
Senin, 28 Desember 2009 | 11:15 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II mulai
mengenakan mobil dinas baru yang mentereng seharga Rp 1,3 miliar. Mobil dengan
merek Crown Royal Saloon ini menggantikan Toyota Camry yang telah menemani para
menteri KIB selama lima tahun.
Mobil dinas ini terlihat digunakan oleh sejumlah menteri jajaran menteri
perekonomian saat mengggelar rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator
Perekonomian, Jakarta, Senin (28/12/2009) pagi ini.
Bahkan, berdasarkan sumber, beberapa menteri kabinet sudah mulai memakainya
sebelum perayaan Natal atau beberapa pekan lalu.
Pagi ini, mobil berkapasitas mesin 3000 cc yang merupakan generasi terbaru dari
jajaran jenis Toyota Crown itu tampak diparkir berjajar di halaman Gedung Menko
Perekonomian. "Kalau mobil baru itu pasti enak. Semua mobil baru pasti enak.
Namun, kalau dibandingkan dengan Camry baru, masih bagus Camry baru. Terus
AC-nya kurang dingin," tutur seorang sopir pribadi menteri.
Fadjroel Rachman:
Mobil Baru Pejabat,
Hadiah Tahun Baru Terpahit
Inggried Dwi W
Mobil dinas baru para pejabat, Toyota Royal Crown
Senin, 28 Desember 2009 | 20:46 WIB
Laporan wartawan Persda Network Rachmat Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com — Kebijakan pemerintah dengan mengganti sejumlah mobil
pejabat tinggi negara menjadi Toyota Crown Royal Saloon 3.000 cc seharga Rp 1,3
miliar yang menggunakan uang negara ini langsung menuai kritik pedas dari Ketua
Pedoman Indonesia yang juga Ketua Komisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak)
Fadjroel Rahman. Dengan suara lantang, Fadjroel menyatakan bahwa pemberian
mobil mewah ini adalah kado terburuk bagi rakyat Indonesia.
"Kenapa pemerintah tak menganggarkan dana untuk, misalnya, memperbaiki sekolah
yang rusak. Menyantuni rakyat Indonesia yang masih miskin? Tapi, begitu
mudahnya pemerintah memberikan fasilitas para pejabat negara yang sudah kaya,
diberi mobil mewah? Apa ini bisa dikatakan pemerintah yang pro rakyat," papar
Fadjroel kepada Persda Network, Senin (28/12/2009) .
"Kalau memang pemerintah dan para pejabat negara iba dengan nasib rakyatnya
yang miskin, lebih baik kembalikan mobil dinas itu. Dijual lagi, dan uangnya
diberikan kepada rakyatnya yang membutuhkan. Saya tentu tak habis pikir dengan
pemikiran pemerintah seperti ini," kata Fadjroel lagi.
Dia kemudian menyatakan, fasilitas baru berupa mobil mewah yang diberikan
kepada para pejabat negara itu adalah sebuah kado pahit bagi rakyat Indonesia
dalam menyongsong tahun baru.
"Pemerintah sama sekali tidak menunjukkan empatinya kepada rakyatnya yang masih
hidup dalam kesusahan. Mobil baru untuk para pejabat itu pakai uang rakyat. Apa
mereka sudah menunjukkan kinerjanya untuk rakyat? Mereka itu belum lama
bekerja, tapi sudah mendapatkan fasilitas yang tidak sesuai dengan kerjanya
bagi rakyat," cetus Fadjroel Rahman.
"Royal Crown" Anyar Pun Nangkring di DPR
Inggried Dwi W
Mobil dinas baru para pejabat, Toyota Royal Crown
Senin, 28 Desember 2009 | 13:15 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com — Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II mulai running
mobil dinas baru, Toyota Royal Crown. Seperti dilaporkan sebelumnya, sejumlah
mobil anyar yang menggantikan Toyota Camry (mobil dinas sebelumnya) terlihat
terparkir di Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin (28/12/2009) .
Pemandangan yang sama juga terlihat di depan lobi Gedung Nusantara III,
Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta.
Dua buah mobil Toyota Royal Crown berwarna hitam nangkring di parkiran. Satu
berpelat RI 6 dan satu lagi B 1257 RFS. "Gres ini Mbak, baru, masih anget,"
kata seorang sopir yang tengah duduk-duduk di parkiran.
Mobil siapa? Untuk mobil berpelat RI 6, menurut para sopir ini, merupakan mobil
Ketua DPR Marzuki Alie. "Kalau yang ini (B 1257 RFS) mobil Pak Priyo (Wakil
Ketua DPR)," ujar seorang sopir lain yang tak mau menyebut namanya.
Para pejabat, ujar para sopir itu, punya dua pelat nomor untuk masing-masing
mobilnya. Ada yang berpelat "RI", ada pula yang buntut belakangnya "RFS" (dulu
huruf belakangnya "BS"). Pada era kabinet SBY yang kedua ini, para menteri
mendapatkan mobil dinas baru. Sebelumnya, dalam lima tahun kemarin, para
menteri menggunakan mobil dinas Toyota Camry. Kabarnya, harga satu buah mobil
Toyota Royal Crown mencapai Rp 1,3 miliar.
Tags: everyone taiwan
[Non-text portions of this message have been removed]