Selamat Jalan Gus Dur

Thursday, 31 December 2009





JAKARTA (SI) – Bangsa Indonesia berduka. Kemarin petang Presiden RI Ke-4 KH
Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur berpulang ke rahmatullah.



Hujan rintik-rintik yang mengguyur wilayah Jakarta seolah mengiringi
kepergian tokoh besar yang dimiliki bangsa ini dan dihormati dunia
internasional. Ketua tim dokter kepresidenan, Yusuf Nisbah, yang
menyampaikan secara resmi berita meninggalnya Gus Dur di Pelayanan Jantung
Terpadu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, tadi malam
mengungkapkan, Gus Dur meninggal pukul 18.45 WIB.


Yusuf menuturkan kesehatan Gus Dur memburuk akibat berbagai komplikasi
seperti diabetes, ginjal, stroke, dan jantung. Tim dokter sempat melakukan
berbagai upaya tindakan medis intensif, namun keadaan Gus Dur terus
memburuk. ”Lalu pada pukul 18.15, keadaan kesehatan Gus Dur dinyatakan
kritis dan akhirnya pada pukul 18.45 Gus Dur dinyatakan meninggal dunia,”
ujar Yusuf saat jumpa pers dengan didampingi Menteri Kesehatan Endang Rahayu
Sedyaningsih.


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), atas nama negara, menyampaikan
belasungkawa atas meninggalnya cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus
Syekh KH Hasyim Asy’ari ini. Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia
memberikan penghormatan dan mendoakan almarhum agar hidup tenang di alam
baka sesuai amal baktinya di dunia.


”Saya juga meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mulai besok
mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari sebagai rasa duka dan
berkabung kita yang mendalam atas kepergian presiden ke-4 kita, Bapak Kiai
Haji Abdurrahman Wahid,” ujarnya saat memberi keterangan pers di Istana
Negara tadi malam. Mantan Menteri Pertambangan dan Energi dan Menko Polkam
semasa Presiden Gus Dur ini memastikan akan memimpin sendiri upacara
kenegaraan dalam pemakaman Gus Dur di Jombang hari ini.


”Sesuai rencana, saya telah berkoordinasi dengan Ketua MPR Taufik Kiemas
untuk bertindak sebagai pemimpin pemberangkatan jenazah dari rumah duka ke
Jawa Timur,”katanya. Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi meminta agar seluruh
warga NU melakukan doa tahlil dan salat gaib. Menurut mantan Ketua PWNU Jawa
Timur ini Gus Dur sangat berjasa membuka wawasan dari eksklusivisme yang
semula dimiliki NU, menjadi terbuka dalam wawasan kebangsaan dan wawasan
universal.


Sebagai penerus NU, Hasyim mengajak nahdliyin mengembangkan wawasan
demokrasi dan humanisme yang dirintis Gus Dur. ”Kita lanjutkan secara
bersama-sama dan PBNU akan melanjutkan (ide yang dirintis Gus Dur). Adapun
penghargaan yang paling besar untuk Gus Dur dari PBNU adalah doa dan
permaafan,”katanya.


Kabar meninggalnya Gus Dur cukup mengagetkan. Kendati sempat dikabarkan
kritis dan harus dilarikan ke RS Swadana, Jombang, Kamis (24/12), mantan
ketua umum PBNU ini kondisinya sempat membaik setelah cuci darah di RSCM.
Bahkan Senin (28/12) lalu Gus Dur sempat menjalani cabut gigi. Esoknya,
Selasa (29/12), Gus Dur kembali cuci darah di Pelayanan Jantung Terpadu
RSCM. Kondisi tokoh demokrasi tersebut pun terus menunjukkan perbaikan.


Ajudan Gus Dur, Bambang Susanto, mengungkapkan, kondisi Gus Dur masih
terlihat baik sebelum akhirnya drop. Sekitar pukul 10.30 kemarin Gus Dur
sempat minta dibacakan majalah Gatra. ”Sambil membaca,Mbak Inayah (putri
bungsu Gus Dur) menyuapi puding.Tidak sampai tiga suap Gus Dur sudah
menolak,” jelas Bambang. Gus Dur memilih tetap terus dibacakan majalah.


”Tiba-tiba Gus Dur mengerang kesakitan di bagian bawah paha.Lalu Gus Dur
minta miring kanan dan kiri. Kakinya minta diturunkan ke lantai dan minta
rebahan di lantai yang sudah digelari tikar,” ujarnya. Sesaat kemudian tim
dokter datang dan menganalisis kesehatan Gus Dur dan setelah itu dibawa ke
Pusat Jantung lantai 2. Sekitar 14.30,dokter diminta Gus Dur untuk menyuruh
pengawal Gus Dur agar diambilkan audiobook. Sekitar pukul 17.00 WIB, dokter
memberi tahukan bahwa kondisi Gus Dur memburuk.


”Kata Dokter Gus Dur harus ditangani secara serius karena tensi darah sangat
drop, sampai 40,” ujar Bambang. Sebelum Gus Dur dinyatakan
meninggal,Presiden SBY sempat menjenguk dan menemui Sinta Nuriyah, istri Gus
Dur. Sesaat kemudian,SBY melakukan rapat dengan tim dokter. Setelah itu,
lanjut Bambang, SBY masuk menemui Gus Dur, didampingi menantu Gus Dur,Dhohir
Farizi. 10 menit setelah SBY keluar tibatiba Farizi mengatakan bahwa Gus Dur
sudah tidak ada.


”Jadi Mas Fariz yang mengabari (Gus Dur wafat),”katanya. Gus Dur akan
dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Tebuireng, Kecamatan Cukir,
Jombang, Jawa Timur, hari ini. Informasi tersebut berdasarkan tulisan pada
papan pengumuman yang dipasang di depan Kompleks Pesantren Tebuireng tadi
malam. Di tempat peristirahatan terakhirnya ini Gus Dur akan berdampingan
dengan makam kakeknya,KH HasyimAsy’ari,dan ayahandanya, KH Wahid Hasyim.
(nurul huda/rarasati syarief/kholil)



Sumber:

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/294081/


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke