Senin, 04 Januari 2010 14:27 
Serangan Militan Terus Meningkat

Bom Tewaskan Mantan Menteri di Pakistan 


Parachinar - Bom-bom jalanan menghantam dua kendaraan di wilayah yang rentan di 
barat laut Pakistan, Minggu (3/1). 

     
Mantan menteri irigasi dan tiga lainnya terbunuh dalam sebuah serangan dan dua 
tokoh suku anti-Taliban pada serangan yang lain. Pejabat-pejabat publik dan 
warga negara sipil yang me­merangi pembe­ron­takan Taliban di Pakistan kerap 
menjadi target-target dari gelombang kekerasan yang menewaskan lebih dari 600 
orang dalam dua setengah bulan terakhir. 


Sebuah serangan dua hari lalu membunuh hampir 100 orang ketika sebuah bom mobil 
meledak di sebuah pesta olahraga dekat pertempuan para tokoh suku yang 
mengawasi milisi anti-Taliban di dekat wilayah suku Waziristan Selatan, 
Pakistan. 
Tentara Pakistan menginvasi Waziristan Selatan, pertengahan Oktober dalam 
sebuah upaya untuk menetralkan kubu utama Taliban Pakistan di negara itu, tapi 
banyak militan lolos dari serangan tersebut dan malah melancarkan 
serangan-serangan di wilayah lain di barat laut. 


Pemerintahan Pakistan telah berjanji akan terus gigih meski banyak kekerasan, 
tapi menolak seruan AS untuk memperluas serangan-serangan ke target-target 
militan yang meluncurkan serangan-serangan lintas perbatasan terhadap pasukan 
koalisi di Afganistan. 


AS menanggapinya dengan meningkatkan serangan-serangan misil di kawasan suku 
Pakistan, termasuk serangan Minggu di Waziristan Utara yang diduga menewaskan 
sekurangnya lima orang, menurut pejabat intelijen. 


Beberapa jam sebelumnya, sebuah serangan bom pinggir jalan menghantam sebuah 
kendaraan di distrik Hangu North West Frontier Province, menewaskan mantan 
Menteri Irigasi Ghaniur Rehman, dua pengawalnya dan sopirnya, kata kepala 
polisi distrik Abdur Rasheed. Dua petugas polisi yang menemani mantan menteri 
tersebut terluka dalam serangan, katanya. 


Rehman berafiliasi dengan Pakistan People's Party (kelompok Sherpao) yang 
dipimpin mantan Menteri Dalam Negeri Aftab Khan Sherpao, yang lolos dalam dua 
serangan bom bunuh diri. 


Serangan itu terjadi setelah bom pinggir jalan meledakkan sebuah kendaraan yang 
membawa para pemuka anti-Taliban di wilayah suku Bajur, menewaskan dua dan 
melukai empat lainnya, kata pejabat lokal Naseeb Shah. Enam tokoh ini berusaha 
membentuk milisi anti-Taliban di Ajur, sebuah kubu militan dekat perbatasan 
Afganistan, kata Shah. 


Mereka tengah menuju pertemuan dengan pejabat-pejabat lokal di kota utama Khar 
ketika perangkat yang dikendalikan jarak jauh meledak, kata Shah. Ledakan itu 
terjadi di dekat Kassai, sekitar 28 kilometer, utara Khar, katanya. 
Militer Pakistan melancarkan serangan anti-Taliban di Bajur pada 2008 dan 2009. 
Mereka mengklaim keberhasilan, tapi para militan tetap mempertahankan kehadiran 
mereka, dan kekerasan berkembang di kawasan tersebut sejak saat itu. 
Para militan juga meningkatkan serangan-serangan di bagian-bagian lain di barat 
laut dalam kaitan pembalasan dendam untuk serangan di Waziristan Selatan 
baru-baru ini. 


Bom mobil bunuh diri di desa barat laut Shah Hasan Khel dekat Waziristan 
Selatan yang menewaskan 96 orang pada Hari Tahun Baru adalah salah satu yang 
paling mematikan sejak tentara melancarkan operasi.  Polisi yakin penyerang 
bermaksud meledakkan bahan peledak seberat 250 kg dalam pertemuan tokoh-tokoh 
suku anti-Taliban. Alih-alih, ledakan itu keburu terjadi di dekat lapangan 
terbuka bola voli Instead, meratakan sekitar 36 rumah bata dan menutup desa di 
distrik Lakki Marwat dengan debu, asap dan bau daging terbakar. (ap/ida)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke