Refleksi : Sang menteri tidak ingin, tetapi para penumpang dan awak pesawat 
tidak mau adanya kecelekaan pesawat terbang. Menteri tidak ingin belum 
memberikan solusi masalah.


http://www.antaranews.com/berita/1262821434/menhub-tidak-ingin-lagi-ada-kecelakaan-pesawat

Menhub Tidak Ingin Lagi Ada Kecelakaan Pesawat

Kamis, 7 Januari 2010 06:43 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis | 
Manado (ANTARA News) - Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi menegaskan 
bahwa ia tidak ingin lagi ada kecelakaan pesawat terbang milik maskapai 
penerbangan nasional.

"Saya tidak ingin lagi ada kecelakaan," kata Menhub dalam sambutannya ketika 
meresmikan pengoperasian pesawat ATR 72-500 milik maskapai Wings Air di bandara 
Sam Ratulangi, Manado, Rabu petang.

Menhub menyatakan keinginannya itu karena hal itu menyangkut masalah nyawa 
manusia. Menteri minta agar maskapai penerbangan nasional meningkatkan 
kinerjanya dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan penerbangan.

"Operator bisa kita cabut izinnya. Ini masalah nyawa," kata menteri.

Dalam kesempatan itu Menhub juga minta agar manajemen penerbangan dilaksanakan 
dengan baik, profesional dan "proper" agar penumpang pesawat merasakan 
kenyamanan dalam penerbangan.

"Hanya dengan begitu kita bisa bersaing dengan global," katanya.

Menteri minta agar ke depan tidak ada lagi penumpang transit yang menggunakan 
pesawat yang sama harus turun dari pesawat dengan membawa barang-barang 
bawaannya.

"Kalau manajemen tidak bisa, kita ganti orangnya," kata menteri.

Berkaitan dengan itu Menhub mengatakan, ia akan minta direktur jenderal untuk 
membuat surat edaran mengenai masalah tersebut.

Mengenai pengoperasian pesawat baru itu oleh Wings Air, Menhub menyatakan ia 
menyambut baik karena itu akan memunculkan peluang, selain juga tantangan.

Sementara itu Dirut Lion Air dan Wings Air, Rusdi Kurnia mengatakan, penggunaan 
pesawat ATR 72-500 dari Prancis itu adalah bagian dari komitmen perusahaan 
dalam peremajaan armada.

Menurut dia, saat ini sudah ada tiga pesawat dengan kapasitas 72 penumpang per 
unit yang siap dioperasikan, dari 30 pesawat yang dipesan, di mana 15 di 
antaranya masih berupa "option".

Rusdi menjelaskan, dengan berbasis di Manado, pesawat-pesawat tersebut akan 
melayani penerbangan di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua.

Ia juga mengatakan, ke depan pihaknya berencana menerbangi Manado ke 
negara-negara di Asia Timur seperti Jepang, Korea dan China.(*)
COPYRIGHT © 2010


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke