Refleksi : Bravo! Hasil kemajuan 100 hari kerja rezim SBY.    

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=12965

2010-01-09 
Harga Beras Perlahan Naik




Joanito De Saojoao
Pedagang beras mengatur dagangannya di salah satu kios Pasar Kramat Jati, 
Jakarta Timur, Sabtu (9/1). Kenaikan harga beras yang merayap pada pertengahan 
Desember 2009 hingga awal tahun 2010 itu telah mencapai 5% lebih. 

[JAKARTA] Harga rata-rata beras nasional secara perlahan mulai naik. Untuk 
beras kualitas medium bahkan sudah bisa mencapai sekitar Rp 6.000-an per 
kilogram. Namun, pemerintah belum memutuskan untuk melakukan operasi pasar (OP).

Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa belum perlu dilakukan 
operasi pasar untuk beras. Sebab, kenaikan harga masih relatif rendah, 
sedangkan operasi pasar dilakukan ketika harganya sudah naik hingga 25%.

"Dari pantauan, saat ini kenaikan secara rata-rata nasional masih di bawah 5%. 
Jadi, kalau kenaikannya sudah diatas 25%, otomatis akan dilakukan OP," kata 
Mari di Jakarta, Jumat (8/1).

Diutarakan, agar bisa di-lakukan operasi pasar maka sudah ada rambu atau 
aturannya tersendiri. Bahkan, ada daerah yang bisa melakukan operasi pasar 
sendiri dan sekarang juga sudah ada yang memiliki stok beras sendiri.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), 
Subagyo menambahkan, untuk melakukan operasi pasar maka sudah ada aturannya 
tersendiri. Selain itu, harus ada permintaan dari pemerintah daerah setempat.

"Saat ini, belum ada (daerah yang minta dilaksanakan OP). OP itu kan dalam 
rangka untuk menarik harga. Untuk beras, bisa dilakukan kare- na kita punya 
pegangan stok cukup besar yang selalu di- jaga oleh Bulog dan selalu standby," 
jelas Subagyo.

Menurut Mari, ketika bicara tentang harga beras maka harus juga dilihat 
jenisnya dan terjadi di daerah mana. Saat ini pun, harga pembelian pemerintah 
(HPP) beras sudah naik dan ditambah faktor musiman.

Berdasarkan data harga bahan pokok Kemendag, harga rata-rata nasional beras 
kualitas medium per 8 Januari 2010 sebesar Rp 6.246 per kilogram. Harganya naik 
Rp 38 per kilogram (0,61%) dibandingkan hari sebelumnya, yakni Rp 6.208 per 
kilogram.

Sedangkan, harga rata- rata di bulan Januari 2010 mencapai Rp 6.145 per klogram 
atau naik Rp 342 per kilogram (5,89%) dibanding bulan Desember 2009. Harga 
tertinggi terjadi di Denpasar, Rp 7.000 per kilogram dan terendah di Palu, Rp 
5.450 per kilogram.


Pasar Murah

Sementara itu, sudah ada daerah yang mengajukan untuk dilakukan pasar murah 
gula dan minyak goreng (migor). Itu tak lain disebabkan harganya yang meningkat.

Subagyo mengutarakan, salah satu daerah yang sudah mengirimkan surat dalam 
rangka meminta diadakan pasar murah gula dan minyak goreng adalah Palembang. 
Harga gula di Palembang menca- pai Rp 11.000 per kilogram. Untuk dua komoditi 
itu memang bukan dilakukan operasi pasar seperti pada beras.

"Untuk gula dan minyak goreng kan kita (pemerintah) tidak kuasai. Jadi, yang 
bisa diadakan adalah pasar murah. Diposisikan bagi masyarakat berpenghasilan 
rendah untuk dibantu mendapatkan kebutuhan gula atau migor," urainya.

Dikatakan, melalui pasar murah maka gula akan dijual dengan kisaran harga Rp 
9.000-10.000 per kilogram. Stoknya diambil dari PTPN dan Bulog. Namun, belum 
diketahui dengan pasti jumlahnya.

Dari data Kemendag, har-ga rata-rata nasional minyak goreng curah di bulan 
Januari 2010, Rp 9.310 per kilogram. Hargaya naik Rp 548 per kilogram (6,25%) 
dibanding bulan Desember 2009, Rp 8.726 per kilogram.

Sedangkan, harga rata-rata nasional gula Rp 11.190 per kilogram. Di bulan 
Desem- ber 2009, harganya masih Rp 10.186 per kilogram, sehingga naik Rp 1.004 
per ki-logram (9,86%). [D-12]








[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke