Refleksi : Apa komentar Anda yang berpengalaman hidup?

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2010/01/02/776/Wanita-Bahagia-dengan-Seks

02 Januari 2010 | 09:10 wib 
Wanita Bahagia dengan Seks

 
Menjalani kegiatan seksual secara aktif terbukti membawa kebahagiaan dibanding 
kemakmuran secara finansial. Itulah hasil penelitian yang dilakukan David 
Blachflower, pakar ekonomi dari Dartmouth College, dan Andrew Oswald dari 
Universitas Warwick di Inggris. Bahkan wanita yang terbilang aktif secara 
seksual juga membuat dirinya dua kali merasa seksi. 

Penelitian dilakukan pada sekitar 16.000 orang yang dijadikan sebagai sampel. 
Ditemukan pada penelitian itu bahwa seks memberi pengaruh yang kuat dan positif 
pada kebahagiaan itu sendiri. Seks juga didentikkan dengan kebahagiaan. Nmaun 
ini bukuan berarti hidup miskin dan aktif secara seksual bisa membuat hidup 
lebih bahagia dan bermakna. 

Seperti dikutip Cybernews dari jurnal Money, Sex and Happiness: An Empirical 
Study yang diterbitkan National Bureau of Economic Research, disebutkan bahwa 
mengubah pola hubungan intim sekali per bulan menjadi dua kali seminggu setara 
dengan merasa bahagia setelah mendapat tambahan penghasilan sebesar 50.000 
dolar AS, untuk rata-rata pekerja di Amerika. 

Jadi bisa disimpulkan bahwa uang masih menjadi penentu kebahagiaan seseorang, 
meski harus dilihat juga dari sisi psikologisnya dan menyadari ada hal lain 
yang jauh lebih penting dari sekedar materi atau finansial. 

Blanchflower juga mengatakan tak ada hubungan langsung antara uang dan seks, 
karena rata-rata orang dengan penghasilan berbeda cenderung memiliki frekuensi 
seks yang sama. Namun tak dipungkiri, seks memiliki efek lebih besar pada 
kebahagiaan seseorang terutama mereka yang memiliki pendidikan tinggi dan lebih 
kaya, dibanding mereka yang berpendidikan rendah dan lebih miskin. 

Rata-rata mereka yang paling bahagia adalah mereka yang paling banyak 
berhubungan seks secara rutin dan sehat, dalam hal ini pasangan yang sudah 
menikah atau mereka yang memiliki komitmen hubungan. 

Selain itu, ikatan perkawinan yang stabil juga memberikan tingkat kebahagiaan, 
dan meningkatkan pemasukan sekitar 100.000 dolar AS/tahun. Sementara pasangan 
yang bercerai mengalami penurunan penghasilan sekitar 66.000 dolar AS/tahunnya. 

Tingkat kebahagiaan memang tidak selalu dihubungkan dengan kehidupan seksual. 
Namun menurut perhitungan ekonomi, mereka yang bahagia adalah mereka yang aktif 
secara seksual. Memang tak bisa dipungkiri seks dan kebahagian adalah dua sisi 
yang saling melengkapi. 

"Berbagai studi sebelumnya menyatakan orang depresi cenderung jarang melakukan 
aktivitas seks. Namun saat mereka bahagia, atau terbebas dari depresi, secara 
otomatis aktivitas seks mereka akan meningkat, itu sudah pasti," kata pakar 
psikologi dan terapi seks, Dr Robert Hatfield, dari Universitas Cincinnati dan 
juru bicara Society for the Scientific Study of Sexuality.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke