http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=2011200920111873
PANGLIMA TNI : KONDISI STABILITAS NASIONAL TETAP KONDUSIF
18 Jan 2010
PUSPEN TNI (18/1),- Pada awal tahun 2010 ini dinamika kehidupan nasional
khususnya di bidang sosial dan politik, dirasakan cukup mengemuka. Kita patut
bersyukur berkat kesadaran dan pengertian seluruh komponen bangsa, dinamika
sosial dan politik selama ini masih dalam koridor dan batas toleransi, sehingga
kondisi stabilitas nasional tetap kondusif. Namun demikian sebagai Bhayangkari
Negara kita tidak boleh lengah dan harus siap sedia, agar setiap saat dapat
dikerahkan untuk membantu mengatasi setiap kemungkinan yang bakal terjadi demi
keselamatan negara.
Demikian amanat Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, yang dibacakan Kasum
TNI, Laksdya TNI Didik Heru Purnomo (selaku Irup), pada upacara bendera tujuh
belasan yang diikuti oleh segenap personel Mabes TNI, di Lapangan Upacara
Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (18/01/2010).
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, mencermati perkembangan lingkungan
strategis dan persepsi ancaman kedepan baik yang berasal dari dalam maupun
luar negeri, TNI tengah menyusun Program Pembangunan Kekuatan yang menuju
kepada kebutuhan pokok minimum dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI dan
menciptakan daya tangkal terhadap segala ancaman.
Prioritas yang ingin dicapai pada T.A. 2010 tegas Panglima TNI, adalah
melanjutkan program Pembangunan Kekuatan TNI berupa pembentukan satuan baru
dan peningkatan status satuan untuk mencapai Kekuatan Pokok Minimum,
modernisasi Alutsista untuk memantapkan dan mengembangkan kekuatan Matra Darat,
Matra Laut dan Udara serta meningkatkan profesionalisme personel, yang meliputi
kualitas dan kuantitas personel, penegakan hukum, disiplin dan tata tertib
prajurit serta kesejahteraan prajurit dan PNS TNI.
Menurut Panglima TNI, program pembangunan kekuatan tersebut terkait pula
dengan upaya penegakan NKRI di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar yang
dinilai rawan konflik sebagai akibat belum tuntasnya perundingan batas wilayah
serta kesenjangan sosial dan ekonomi antar penduduk perbatasan negara tetangga
dengan negara Indonesia.
Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI juga menyampaikan beberapa atensi dan
harapan kepada segenap Prajurit TNI untuk memantapkan keimanan dan ketaqwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan
tugas, kehidupan dan bernegara ; menjunjung tinggi nilai dan semangat
kebangsaan, meningkatkan kewaspadaan dengan mengantisipasi dan mencermati
situasi secara terus menerus; memegang teguh disiplin keprajuritan dengan
berpedoman Sapta Marga, Sumpah Prajurit, mentaati hukum dan menghormati Hak
Azasi Manusia ; serta membina solidalitas satuan, menegakkan rantai komando dan
memantapkan kesatuan komando di setiap strata kepemimpinan satuan TNI.
Setelah upacara bendera 17-an seleseai, dilanjutkan dengan pembinaan rohani
Islam, Kristen dan Hindu. Disamping itu juga dilaksanakan ceramah kesehatan
tentang HIV/AIDS oleh Kapuskes TNI Mayjen TNI Heridadi, di GOR A. Yani Mabes
TNI Cilangkap.
[Non-text portions of this message have been removed]