http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=2011200920111883

TNI MENYUSUN PROGRAM PEMBANGUNAN KEKUATAN
19 Jan 2010

DISPENAU (19/1),- Mencermati perkembangan lingkungan strategis dan persepsi 
ancaman ke depan baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, TNI tengah 
menyusun  program pembangunan kekuatan yang menuju kepada kebutuhan pokok 
minimum dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI dan menciptakan daya tangkal 
terhadap segala ancaman.

Penegasan tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dalam 
sambutan yang dibacakan Aspam Kasau Marsda TNI Haryantoyo pada upacara 17-an di 
Mabesau Cilangkap, Senin (18/1).

Dikatakan, prioritas yang ingin dicapai pada T.A. 2010 adalah melanjutkan 
program pembangunan kekuatan TNI berupa pembentukan satuan baru dan peningkatan 
status satuan untuk mencapai kekuatan pokok minimum, modernisasi alutsista 
untuk memantapkan dan mengembangkan kekuatan Matra Darat, Matra Laut dan Udara 
serta meningkatkan profesionalisme personel yang meliputi kualitas dan 
kuantitas personel, penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib prajurit serta 
kesejahteraan prajurit dan PNS TNI.

”Program pembangunan kekuatan tersebut terkait pula dengan upaya menegakkan 
NKRI di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar yang dinilai rawan konflik 
sebagai akibat belum tuntasnya perundingan batas wilayah serta kesenjangan 
sosial dan ekonomi antara penduduk perbatasan  negara tetangga dengan negara 
Indonesia”, tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, secara berkesinambungan TNI  senantiasa bekerjasama 
dengan semua instansi secara vertikal dan horizontal, baik pusat maupun daerah, 
melaksanakan penjagaan/pengawalan dan pemberdayaan wilayah pertahanan di 
wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar serta melaksanakan pengamanan di 
wilayah rawan konflik tersebut.

”Dalam konteks inilah, TNI mendukung langkah pemerintah untuk membentuk Badan 
Nasional Pengelolaan Perbatasan Terpadu dan Badan Pengelolaan Daerah Perbatasan 
Terpadu”, ungkapnya.

Menurutnya, dalam rangka modernisasi alutsista, TNI sepenuhnya mengikuti 
kebijakan pemerintah untuk menggunakan secara optimal produksi industri 
pertahanan dalam negeri. Kebijakan tersebut amat strategis karena dapat 
mengurangi ketergantungan terhadap alutsista industri pertahanan negara lain.


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke