http://www.infobanknews.com/index.php?mib=mib_news.detail&id=1348
Pemerintah Menjamin Ketersediaan Semua Komoditi Pangan
Tanggal: 20 Januari 2010 - 17:05 WIB
Sumber: infobanknews.com
Menurut data Kementerian Pertanian, pada Januari 2010 produksi (setara beras)
secara nasional dilakukan sebanyak 1,2 juta ton dan Februari sebanyak 2,7 juta
ton.
Jakarta--Pemerintah akan melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga
stabilisasi harga salah satunya dengan pelaksanaan pasar murah untuk minyak
goreng, gula pasir dan beras, seperti yang dilakukan di Kelurahan Angke Jakarta
Barat, pada 20 Januari 2010.
Berdasarkan pantauan seluruh Dinas di daerah, harga rata-rata nasional beras,
minyak goreng dan gula pasir Minggu III Januari 2010 mengalami kenaikan
dibanding harga Desember 2009. Beras mengalami kenaikan sebesar 7,24%, Minyak
Goreng Curah (8,22%) dan Gula Pasir (10,77%).
Siaran pers Departemen Perdagangan pada 20 Januari 2010, menyebutkan, kenaikan
harga beras terjadi karena dampak El Nino yang menyebabkan mundurnya masa tanam
dan masa panen padi, dimana puncak paceklik mengalami pergeseran yang
sebelumnya terjadi pada periode Oktober 2009-Januari 2010, kini periodenya
berubah menjadi Oktober 2009-Februari 2010.
Kenaikan yang terjadi pada minyak goreng curah dipicu oleh perkembangan harga
CPO Internasional yang sekarang sudah di atas US$ 800/MT. Hal ini disebabkan
oleh naiknya crude oil karena musim dingin di Eropa/Amerika.
Di samping itu, kenaikan minyak goreng curah dalam negeri disebabkan oleh
penghapusan PPN-DTP yang dimulai pada awal Januari 2010.
Kenaikan gula pasir disebabkan karena beberapa hal. Sejak akhir November 2009
yang lalu seluruh Pabrik Gula tidak melakukan giling tebu sampai dengan Mei
2010 (siklus produksi).
Stok fisik gula di Pabrik Gula per 31 Desember yang sebesar 352.852 ton hanya
dapat memenuhi sampai dengan pertengahan Februari 2010. Selain itu,
perkembangan gula di pasar internasional saat ini sudah diatas US$ 720/MT.
Harga ini merupakan harga tertinggi selama dua dekade terakhir (sejak 1989)
karena penurunan produksi di India akibat El Nino pada pertengahan hingga akhir
2009.
Kenaikan juga disebabkan peningkatan penggunaan sugar cane sebagai bahan baku
ethanol di Brazil serta dipicu oleh naiknya harga komoditas lainnya dan harga
minyak mentah dunia yang sudah mencapai level U$ 74/barrel karena perkiraan
peningkatan konsumsi hingga musim dingin berakhir.
Kondisi cuaca juga mempengaruhi kenaikan yang terjadi untuk komoditi-komoditi
tersebut. Wilayah Indonesia yang banyak mengalami banjir dan tanah longsor
serta wilayah perairan laut yang mengalami gelombang tinggi, menyebabkan lalu
lintas kapal (yang mengangkut kebutuhan pokok) mengalami gangguan/hambatan
dalam pergerakan barang.
Terkait hal ini, pemerintah tetap menjamin ketersediaan atas semua komoditi
pangan pokok yang mengalami kenaikan tersebut.
Menurut data Kementerian Pertanian, pada Januari 2010 produksi (setara beras)
secara nasional dilakukan sebanyak 1,2 juta ton dan Februari sebanyak 2,7 juta
ton.
Selain itu, stok beras di Perum Bulog (per Minggu ini) sebesar 1,6 Juta ton
yang dapat memenuhi hingga 6 bulan kebutuhan.
Demikian pula dengan minyak goreng, produksi minyak goreng dalam negeri akan
diproduksi rata-rata mencapai 300.000-400.000 ton. Sementara untuk gula pasir,
kesediaan stok hingga akhir Desember 2009 sebesar 352.852 ton.
Pemerintah juga telah menerbitkan persetujuan impor gula Kristal putih sebanyak
500.000 ton untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan Musim Giling tiba.
Rencana kedatangan gula Kristal putih impor pada bulan Januari sebanyak 100.000
ton, 125.000 ton (Februari), 125.000 ton (Maret) dan 150.000 ton (April). (*)
[Non-text portions of this message have been removed]