Apakah di Somalia pemerintahannya berfungsi, maksudnya kerja sama dengan bank 
perompak untuk transfer uang sandra?

  ----- Original Message ----- 
  From: Sandy Dwiyono 
  To: undisclosed recipients: 
  Sent: Wednesday, January 20, 2010 4:34 PM
  Subject: [ppiindia] Indonesia-Somalia Kerjasama di Bidang Perbankan


    
  http://www.infobanknews.com/index.php?mib=mib_news.detail&id=1320

  Indonesia-Somalia Kerjasama di Bidang Perbankan

  Tanggal: 19 Januari 2010 - 11:17 WIB

  Sumber: infobanknews.com

  *Total perdagangan kedua negara masih belum mencerminkan potensi yang 
dimililki oleh kedua negara. Pada 2008, total perdagangan tercatat sebesar US$ 
3,1 juta.

  Jakarta--Indonesia dan Somalia sepakat melakukan kerjasama di bidang 
perbankan. Kedua negara memandang, dalam rangka memberikan kemudahan bagi 
pelaku usaha dari ke dua negara untuk melakukan transaksi dagang dan investasi, 
perlu dilakukan kerjasama perbankan.

  "Kerjasama ini merupakan upaya untuk mengatasi resiko pembayaran dan 
penyampaian barang yang timbul dari sistem pembayaran langsung atau tidak 
menggunakan Letter of Credit (L/C)," ujar Menteri Perdagangan Somalia, HE. 
Abdirashid Mohamed Abdi, di Jakarta, pada 18 Januari 2010, saat bertemu Menteri 
Perdagangan Mari Pangestu. 

  Untuk mendukung kelancaran pengurusan dokumen visa, Menteri Perdagangan 
Somalia menyampaikan harapannya agar pelaku usaha yang akan berkunjung ke 
Indonesia dapat diberikan visa on arrival.

  Sementara itu, Indonesia menyampaikan, dalam pemberian visa kepada pelaku 
usaha Somalia diberlakukan calling visa, dimana permintaan visa akan terlebih 
dahulu dibahas pada forum clearing house.

  Namun, untuk kondisi tertentu, Indonesia dapat memberikan visa on arrival 
yang berlaku selama 1 minggu atau 1 bulan.

  Pada kesempatan ini, Menteri Perdagangan Indonesia juga menyampaikan 
keberhasilan PT Telehouse Engineering, perusahaan Indonesia yang bergerak di 
bidang telekomunikasi, dalam mengekspor beberapa unit Mobile dan Transportable 
BTS ke Hormuud Telecom Inc/Hortel, salah satu operator telekomunikasi Somalia.

  Untuk lebih meningkatkan kerjasama di bidang telekomunikasi ini, Menteri 
Perdagangan Indonesia mengharapkan bantuan pemerintah Somalia untuk dapat 
memberikan prioritas kepada perusahaan-perusahaan telekomunikasi Indonesia 
untuk memasok kebutuhan Somalia dan memfasilitasi pelaksanaanya.

  Kedua Menteri memandang bahwa total perdagangan kedua negara masih belum 
mencerminkan potensi yang dimililki oleh kedua negara. Pada 2008, total 
perdagangan tercatat sebesar US$ 3,1 juta.

  Untuk itu perlu dilakukan upaya peningkatan perdagangan melalui penghapusan 
berbagai hambatan perdagangan antara lain seperti pembentuk fasilitas 
perdagangan, jaminan keamanan dan dukungan transportasi yang memadai. Produk 
Indonesia yang diekspor ke Somalia antara lain flat rolled of iron; other 
banknotes paper; doors and their frames; other soap and organic surface; 
exercise books; other self adhesive plate, sheet, film; other paper and 
paperboard; babies garment & clothing accessories; anti mycosis shampoos.

  Sementara impor Indonesia dari Somalia utamanya adalah other self-adhesive 
plates; woman’s clothing; dan other fixed capasitors.

  Selama berada di Jakarta, Menteri Perdagangan Somalia beserta rombongan, 
direncanakan juga mengadakan courtessy call dengan Menteri Pertanian dan 
Menteri Perindustrian. (*)

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke