Jawa Pos [ Senin, 01 Februari 2010 ]
Pejabat Tak Peduli Rakyat LAMA-kelamaan negara ini semakin kacau. Para pejabat tinggi negara tidak mau memperhatikan rakyat kecil. Apa gunanya mereka kalau tidak mau menyejahterakan rakyat? Yang ironis, mereka gemar sekali merancang kenaikan gaji mereka sendiri. Yang terbaru adalah rencana kenaikan gaji untuk anggota DPR. Padahal, mereka sudah mendapatkan fasilitas mobil mewah, uang tunjangan, komputer bernilai jutaan rupiah, listrik gratis, gaji yang sangat tinggi, dan lain-lain. Untuk ukuran rakyat kebanyakan di negeri ini, mereka sudah terlalu enak. Masih banyak sekali orang miskin yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Menurut saya, daripada untuk menaikkan gaji para pejabat, anggaran tersebut lebih baik digunakan untuk rakyat kecil. Fasilitas pendidikan ditingkatkan agar bangsa Indonesia ini tidak tertipu kelak di masa mendatang. (*) Elisa Sandra D ., SMAN 1 Widodaren, Ngawi, Jatim ++++ Jawa Pos [ Sabtu, 30 Januari 2010 ] Teladan Buruk Pejabat Pemerintah seharusnya memberikan teladan kepada kita. Pemimpin (pejabat) adalah teladan bagi rakyat. Para pejabat harus sadar sedang membawahi dan memimpin ratusan juta orang. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan setiap tindakan mereka diteladani masyarakat. Namun sayang, seringnya, yang diberikan pejabat adalah teladan yang buruk. Dalam kasus mobil dinas mewah dan kenaikan gaji para petinggi negara, misalnya, pejabat pemerintah secara tidak sengaja telah mengajarkan satu filsafat hidup materialistis kepada rakyat. Mereka memberikan pelajaran, semakin tinggi kedudukan seseorang, seharusnya semakin besar fasilitas dan gaji yang didapatkan. Jika teladan buruk itu terus ditampilkan, jangan heran jika akhirnya rakyat menjadi sangat ganas pada harta. Mereka jadi materialistis. (*) IVAN SETIAWAN, Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang [Non-text portions of this message have been removed]

