Posted by: "rangga baswara" r.angga Wed Feb 3, 2010 8:03 pm (PST) (dikutip dari milis tetangga)
Jawa Pos Online: Diam-diam Amerika Serikat (AS) mengincar potensi tambang uranium di Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur. Itu dilakukan setelah negeri yang mengklaim sebagai polisi dunia itu gagal menekan Iran untuk mendapatkan sumber bahan nuklir tersebut. >Kabar itu diungkapkan Drs H Abdul Latif Abdul Hamid MSi, dosen Sekolah Tinggi >Ilmu Ekonomi (STIE) Kuala Kapuas, Kalteng, yang mengikuti seminar tentang >teknologi, termasuk pembahasan masalah uranium di Jakarta, Sabtu 28 April. >“Sebenarnya seminar membahas persoalan khusus teknologi. Tapi, narasumber >dari Iran dan Turki sempat mengungkapkan permasalahan itu kepada peserta >seminar. Pernyataan mengenai rencana AS menguasai Kalimantan itu bukan materi >pokok seminar, namun menjadi sangat menarik, kata Latif. >Pria yang sekarang menempuh program S-3 di sebuah perguruan tinggi di Jakarta >itu mengungkapkan, narasumber mendukung pernyataan tersebut dengan data >intelijen yang bersumber dari foto satelit. Kalau Iran dan negara Timur >Tengah lainnya bisa dikuasai AS dengan isu-isu nuklir seperti sekarang, >wilayah Kalimantan aman. Tetapi, kalau gagal di Timur Tengah, sasaran >berikutnya adalah Indonesia, dalam hal ini Kalimantan, ujarnya. >Dalam seminar terungkap bahwa kandungan uranium di bumi Borneo, termasuk >Kaltim, lebih tinggi dibanding kandungan uranium lain yang ditemukan di dunia. >Potensi uranium ditemukan di wilayah pedalaman Kutai Barat, Kutai Kartanegara, >serta di beberapa wilayah di Kaltim. >Kandungan uranium di Kalimantan mencapai 24 ribu ton yang setara dengan >kebutuhan listrik 9.000 megawatt selama 125 tahun. Lokasinya di Desa Kalan, >Kecamatan Ella Hilir, Melawai, Kalimantan Barat. Kabarnya, uranium di kawasan >itu sudah ditambang secara misterius oleh pihak asing, yang disebut-sebut dari >Prancis. (ari/jpnn) >berita terkait... >Kalimantan Barat siap pasok uranium untuk PLTN >23 Jan 2010 >ANTARA >PONTIANAK Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalbar menyatakan >cadangan uranium di provinsi itu bisa digunakan untuk pembangkit listrik >tenaga nuklir selama ISO tahun. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah >(Bapedda) Kalimantan Barat Fathan A. Rasyid menyatakan Kalbar setidaknya >memiliki 25.000 ton uranium yang tersebar di Kabupaten Melawi. >Dia mengatakan PLTN merupakan solusi dalam mengatasi kekurangan energi listrik >di Kalbar dan Kalimantan pada umumnya. "Baru-baru ini Bapedda se-Kalimantan >telah menyepakati akan mengembangkan PLTN di pulau itu dalam mengatasi >kekurangan energi listrik," kata Fathan belum lama ini. >Kalbar setidaknya memiliki PLTN berkapasitas 1.000 MW untuk mengatasi krisis >listrik di provinsi itu. "Akibat krisis listrik tidak sedikit niat investor >yang ingin menanamkan modalnya harus ditolak, karena terbatasnya pasokan >listrik." >Dia mengatakan ke depan energi listrik dari nuklir memang harus >diperhitungkan. Kalau langkah itu tidak diambil, krisis listrik di provinsi >ini akan terus berkepanjangan. "Kami menargetkan PLTN bisa terwujud 10 hingga >16 tahun ke depan. Saat ini pengembangan PLTN di Kalbar sudah masuk tahap >studi kelayakan atau fase dua," ujarnya. >Sebelumnya Gubernur Kalbar Cornelis mengatakan dua kabupaten, yaitu Kabupaten >Melawi dan Landak di provinsi itu dapat menjadi lokasi pembangunan PLTN. >Menurut dia, Kalbar memenuhi syarat untuk dibangun PLTN, karena salah satu >wilayah yang mempunyai uranium, yakni di Kabupaten Melawi. >Selain itu, lanjutnya, Kalbar relatif aman dari bencana seperti gempa. >"Sekarang bagaimana mengemas teknologi supaya tidak bocor, dan limbahnya >aman," katanya. Gubernur Cornelis telah menyampaikan usulan pembangunan PLTN >itu kepada Dewan Energi Nasional. >Namun, lanjutnya, rencana dan pengembangan sumber energi di Kalbar sangat >bergantung pada komitmen dari pemerintah pusat. "Investor sebenarnya banyak >yang mau untuk mengembangkan listrik di Kalbar."Konsumsi terbesar energi >listrik di Kalbar untuk Kota Pontianak dan sekitarnya. Beban puncak sekitar >123 MW, daya mampu 148 MW. >Selama ini pemerintah merencanakan pembangunan PLTN di Muria, Jawa Tengah, >meskipun masyarakat setempat cenderung menolak kehadiran proyek tersebut. >Penolakan oleh warga setempat itu disebabkan oleh pertimbangan keamanan dan >kesehatan yang merupakan dampak dari pengoperasian PLTN. Meski begitu, >pemerintah tetap menyiapkan PLTN sebagai salah satu alternatif pemasok >listrik. (M. SYAHRAN W. LUBIS) > > >Kalimantan Barat Punya Banyak Cadangan Uranium >http://dunia. web.id/dunia- berita/Kalimanta n_Barat_Punya_ Banyak_Cadangan_ >Uranium-o3423. html >26-Dec-2009 18:20:46 >Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kalimantan Barat, Fathan >A Rasyid, menyatakan bahwa cadangan uranium di provinsi itu bisa digunakan >untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir selama 150 tahun. > >"Dari data yang ada Kalbar setidaknya memiliki 25 ribu ton uranium yang >tersebar di sekitar Kabupaten Melawi," kata Fathan A. Rasyid di Pontianak, >Sabtu. > >Ia mengatakan, PLTN merupakan solusi dalam mengatasi kekurangan energi listrik >di Kalbar dan Pulau Kaliamantan pada umumnya. > >"Baru-baru ini Bapedda Sekalimantan telah menyepakati akan mengembangkan PLTN >di pulau itu dalam mengatasi kekurangan energi listrik," kata Fathan. > >Kalbar setidaknya memiliki PLTN berkapasitas 1.000 mega watt untuk mengatasi >krisis listrik di provinsi itu. "Akibat krisis listrik tidak sedikit niat >investor yang ingin menanamkan modalnya harus ditolak karena terbatasnya >pasokan listrik," katanya. > >Ia mengatakan ke depan energi listrik dari nuklir memang harus diperhitungkan, >kalau tidak diambil langkah tersebut maka krisis listrik di provinsi ini akan >terus berkepanjangan. > >"Kami menargetkan PLTN bisa terwujud 10 hingga 16 tahun ke depan. Saat ini >pengembangan PLTN di Kalbar sudah masuk tahap studi kelayakan atau pase dua," >ujarnya. > >Sebelumnya, Gubernur Kalbar Cornelis mengatakan dua kabupaten, yaitu Kabupaten >Melawi dan Landak di provinsi itu dapat menjadi lokasi pembangunan PLTN. > >Menurut dia, Kalbar memenuhi syarat untuk dibangun PLTN, karena salah satu >wilayah yang mempunyai uranium, yakni di Kabupaten Melawi. > >Selain itu, lanjut dia, Kalbar relatif aman dari bencana seperti gempa. >"Sekarang bagaimana mengemas teknologi supaya tidak bocor, dan limbahnya >aman," katanya. > >Gubernur Cornelis telah menyampaikan usulan pembangunan PLTN itu kepada Dewan >Energi Nasional. > >Namun, lanjut dia, rencana dan pengembangan sumber energi di Kalbar sangat >tergantung komitmen dari Pemerintah Pusat. "Investor sebenarnya banyak yang >mau untuk mengembangkan listrik di Kalbar," katanya. > >Konsumsi terbesar energi listrik di Kalbar untuk Kota Pontianak dan >sekitarnya. Beban puncak sekitar 123 MW, daya mampu 148 MW. [Non-text portions of this message have been removed]

