Refleksi : Bagaimana kalau Pak Taufik jadi ketumbenya?   

http://www.detiknews.com/read/2010/02/07/153834/1294670/158/taufiq-guruh-tak-punya-peluang-jadi-ketum-pdip

Minggu, 07/02/2010 15:38 WIB



Taufiq: Guruh Tak Punya Peluang Jadi Ketum PDIP
Didit Tri Kertapati - detikNews


Jakarta - Peluang Guruh Soekarnoputra memimpin PDIP dinilai sudah tertutup. 
Menurut Ketua Deperpu PDIP Taufiq Kiemas, semua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP 
sudah sepakat memilih Megawati kembali menjadi Ketua Umum PDIP.  

"Nggak ada (peluang Guruh). Kan sudah dikasih kesempatan sama Ibu Mega 1 tahun, 
siapa yang mau jadi ketua umum silakan keliling Indonesia. Tapi nggak ada yang 
ambil," kata Taufiq Kiemas kepada detikcom, di sela-sela melayat ibundan mantan 
KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu, di rumah duka, Jalan Kebon Jeruk, Jakarta, 
Minggu (7/2/2010). 

Berikut wawancara dengan Taufiq: 

Bagaimana tanggapan anda soal reshuffle kabinet? 

Itu hak presiden. Nggak ada itu kabinet koalisi. Ini kabinet presidensiil. 
Karena sitemnya presidensiil. Jadi nggak ada kabinet koalisi.

PDIP mau diajak gabung sama koalisi?
 
PDIP mau kongres dulu baru ngomong. Kongresnya bulan April di Bali.

Siapa kandidat terkuat? Masih Ibu Mega?

Ya kan dari 7.000 PAC, seluruhnya sudah sepakat Bu Mega. Jadi nanti yang di 
Bali itu tinggal ketok palu saja. Kongresnya sebenarnya sudah selesai.

Ini cuma PDIP saja yang melakukannya berani dari bawah. 

Kok tinggal ketok palu?

Lah iya, dari 7.000 pimpinan anak cabang, sepakat ibu Mega. 

Kalau yang 33 DPD bagaimana?

Kalao PAC sepakat, DPD tidak boleh lari.

Guruh kan juga maju sebagai kandidat. Peluang GUruh bagaimana?

Nggak ada peluangnya. Kan sudah dikasih kesempatan sama ibu mega 1 tahun, siapa 
yang mau jadi ketua umum silakan keliling Indonesia. Tapi nggak ada yang ambil. 
Saya bukan tidak setuju dengan guruh. Tapi anggran dasar kita bilang begitu. 
Kalau dapat 3600 PAC menang.
(iy/yid) 









[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke