Refleksi : Orang Papua di Biak sudah putih?
http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=2011200920112258
PANGLIMA TNI RESMIKAN 3 KRI DI BIAK
10 Feb 2010
PUSPEN TNI (10/2),- Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso meresmikan KRI
(Kapal Republik Indonesia) Frans Kaisepo - 368, KRI Birang - 831, dan KRI
Mulga - 832 dalam sebuah Upacara Militer di Dermaga Pelabuhan Umum Biak, Selasa
(09/02/2010).
KRI Frans Kaisepo merupakan kapal jenis korvet sigma klas yang dibangun di
Galangan Schaelde Naval Shipbuilding (SNS) Vlissingen - Belanda, dengan berat
1700 ton, panjang 90,71 m, lebar 13,2 m dan kecepatan 28 knots dengan tenaga
penggerak Diesel STC MAN. Dilengkapi torpedo 3A2445 dengan 2 peluncur,
meriam, peluru kendali dan persenjataan elektronik. Kapal ini merupakan
kapal ke - 4 dari jenis korvet sigma klas milik TNI AL yang dibeli dari
Belanda, sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti
kapal selam dan anti pesawat udara. Nama Frans Kaisepo diambil dari seorang
pahlawan nasional asal Wardo - Biak yang meninggal pada usia 57 tahun (10
Oktober 1921 - 10 April 1979) dan pernah menjadi Gubernur Irian Jaya (sekarang
Papua, red) periode 1964 s.d 1973. KRI Frans Kaisepo - 368 dikomandani oleh
Letkol Laut (P) Wasis Priyono, ST (AAL 37) dengan 80 personel awak kapal.
KRI Mulga - 832 adalah kapal patroli cepat kelas PC-40 buatan Fasharkan
Manokwari tahun 2009, dikomandani oleh Kapten Laut (P) Dickry Rizanny
Nurdiansyah (AAL 44) yang akan masuk dalam jajaran Satuan Keamanan Laut
Lantamal XI Merauke. Kapal ini dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan SMB 12,7
mm, mampu melaksanakan peperangan permukaan (anti kapal permukaan dan
serangan udara). Nama Mulga diambil dari jenis ular berbisa yang banyak
ditemukan di Papua bagian Tenggara. Mulga (Pseudechis Australis) atau sering
disebut King Brown Snake merupakan ular yang mampu menghasilkan racun dalam
jumlah yang sangat banyak dan mematikan. Sedangkan KRI Birang - 831 adalah
kapal sejenis KRI Mulga - 832 dengan panjang 40 m dan lebar 7,30 m, dengan
kecepatan 29 knots diawaki oleh 23 orang. Pemberian nama KRI dengan nama
pahlawan nasional dan ular berbisa adalah untuk membangkitkan semangat
patriotisme dan kebanggaan bagi seluruh jajaran TNI khususnya prajurit TNI AL.
Dalam amanatnya, Panglima TNI mengatakan bahwa peresmian KRI Frans Kaisepo -
368, KRI Birang - 831dan KRI Mulga - 832 merupakan upaya untuk meningkatkan
kesiapsiagaan TNI AL dalam rangka memastikan tetap tegaknya kedaulatan NKRI,
khususnya kedaulatan yurisdiksi laut nasional. Upaya ini merupakan bukti dari
komitmen dan konsistensi negara dalam membangun kekuatan pertahanan sesuai
doktrin, falsafah dan konstitusi bangsa Indonesia.
Ditempat yang sama dilakukan upacara adat pengukuhan KRI Frans Kaisepo - 368
oleh Gubernur Papua, Barnabas Suaibo selaku Pimpinan Adat dengan acara
penyerahan Foto Frans Kaisepo dari Pimpinan Adat kepada Panglima TNI dan dari
Panglima TNI kepada Komandan KRI Frans Kaesepo - 368. Selanjutnya pemecahan
kendi oleh Panglima TNI di lambung kiri KRI Frans Kaisepo - 368. Selain
menerima Foto Frans Kaisepo, Komandan KRI yang merupakan lulusan AAL angkatan
37 tersebut juga menerima senjata adat.
Sebelumnya, Panglima TNI di Bandara Biak disambut dengan upacara adat dan
pengalungan bunga oleh tokoh adat setempat didampingi Kepala Staf TNI AL,
Pangdam XVII/Cenderawasih, Pangarmatim, Kapolda Papua, Danlantamal X, Gubernur
Papua serta Muspida Popinsi dan Kab. Biak.
[Non-text portions of this message have been removed]