Refleksi : Masyaalloh! http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=247694
Lagi, Bendera Demokrat Dibakar Massa Selasa, 2 Maret 2010 JAKARTA (Suara Karya): Aksi pembakaran bendera Partai Demokrat kembali terulang. Kemarin, para demonstran gabungan Komite Aksi Pemuda Antikorupsi (Kapak) dan Ampera di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membakar bendera partai pendukung utama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pembakaran itu merupakan bentuk kekecewaan massa terhadap penanganan kasus Bank Century. Ratusan demonstran juga kesal terhadap KPK karena lamban menangani kasus Bank Century. Mereka pun menghujat Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono. Mereka menilai KPK tidak berani bertindak dalam kasus yang melibatkan Wakil Presiden Boediono. Saat orasi, koordinator lapangan, Laode Kamaludin, menuntut KPK tidak hanya berani dan segera mengusut skandal Bank Century. Mereka juga menuding Partai Demokrat menjadi salah satu partai politik yang menerima bailout Bank Century. "KPK harus berani mengusut tuntas, termasuk mengusut Partai Demokrat yang menerima aliran dana dari Bank Century," kata dia. Ratusan pemuda antikorupsi itu sempat memaksa masuk gedung KPK. Tapi, puluhan anggota polisi dari Polres Jakarta Pusat segera menghadang. Keduanya lalu terlibat aksi dorong-dorongan. Gagal masuk gedung KPK, para pendemo lalu mengeluarkan bendera biru bintang tiga, bendera Partai Demokrat. Sambil menari-nari, para pendemo itu lalu membakar bendera biru tersebut. Aksi pembakaran itu dijaga puluhan demonstran lain. Mereka khawatir aksi mereka dibubarkan aparat kepolisian. "Bakar bendera Demokrat, kita jadikan api unggun, awas ada penyusup," kata koordinator aksi dari atas mobil pikap. Aksi pembakaran bendera partai pendukung SBY itu juga dilakukan Kamis pekan lalu. Itu juga terjadi di depan gedung KPK. Namun, saat itu aksi pembakaran itu dihalau aparat, bahkan sempat terjadi bentrokan antara polisi dan demonstran. Dalam aksinya, Kapak menggelar sejumlah spanduk berisikan tuntutan dan sindiran terhadap penanganan kasus skandal Bank Century. Salah satu spanduk yang diusung para demonstran menyindir penguasa, bergambar istri Presiden SBY Ani Yudhoyono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pada gambar Menkeu Sri Mulyani tertulis "Mau ke Cikeas ah dan I love SBY". Sedangkan pada gambar Ani Yudhoyono tertera tulisan "Jangan ke Cikeas lagi". Tulisan itu menjawab tulisan Sri Mulyani. Aksi Kapak di depan gedung KPK sempat memacetkan jalan. Itu terjadi karena mereka sengaja menutup jalan di jalur lambat, sehingga memaksa kendaraan yang melaju di jalan itu beralih ke jalur cepat. Diperkirakan puncak aksi demonstrasi bakal terjadi hari ini dan besok. Hal ini terkait Sidang Paripurna DPR yang akan memutuskan hasil akhir kasus Bank Century. Sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat telah menyatakan kesiapannya meluruk ke gedung DPR. Organisasi mahasiswa HMI MPO siap mengerahkan 700 kadernya untuk turut ambil bagian dalam aksi hari ini di Senayan, Jakarta. Mereka berasal dari Yogyakarta, Surabaya, Serang, Lebak, dan Bogor. Aksi serupa juga akan dilakukan HMI di berbagai daerah. Mereka menuntut DPR memutuskan menyebut nama yang bertanggung jawab dalam skandal Bank Century. Tanpa penyebutan, mereka menganggap kerja Pansus sia-sia. Aksi juga akan diikuti aktivis dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah universitas, BEM se-Jabodetabek, Petisi 28, Front Umat Islam Bersatu dan Gerakan Indonesia Bersatu, Aktivis 98 serta ribuan mahasiswa dan pemuda yang hendak mengawal Pansus. Aksi itu juga akan diikuti para pendukung SBY-Boediono: Komando (Komunitas Masyarakat Pencinta Indonesia). Komando mengklaim didukung oleh Lira (Lumbung Informasi rakyat), Parmusi, Pertindo, GMNU, KPMI (Komite Pemuda dan Mahasiswa Indonesia), dan lain-lain. (Hanif [Non-text portions of this message have been removed]

