Komentar:
 
Aneh bin ajaib! Apakah SBY tidak sadar bahwa isi buku itu sebetulnya justru 
mengritik dan menampar wajah SBY sendiri?....
 
Nih saya kutip dari isi berita:
 
Buku 'The Death of Why' ini bercerita tentang kritik si pengarang soal 
masyarakat di negara demokrasi modern kehilangan sikap kritisnya. 
 
Andrea mengkritik masyarakat yang dibentuk untuk percaya dengan jawaban yang 
sudah disediakan (baca: percaya dan menelan mentah-mentah alasan bailout Bank 
Century versi pemerintah), omongan pengamat (baca: pengamat yang sudah 
dikooptasi Istana) dan survei (baca: sudah bukan rahasia lagi, SBY sangat rajin 
menggunakan survey sebelum bertindak. Sampai-sampai SMS warga yang masuk ke SBY 
pun dijadikan bahan survey untuk mengklaim bahwa "masyarakat yang menolak bail 
out Century hanyalah minoritas"!)

Parah......!

Rio
============================================================
From: sunny <[email protected]>
Subject: [ppiindia] SBY Pamer 'The Death of Why' di Depan Bankir
To: [email protected]
Date: Tuesday, March 2, 2010, 4:21 AM

Rupanya para bankir kurang rajin membaca. 

http://www.lampungp ost.com/aktual/ berita.php? id=14965

Senin, 1 Maret 2010 

NASIONAL 



SBY Pamer 'The Death of Why' di Depan Bankir 

JAKARTA (LampostOnline) : Di depan para bankir, Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono (SBY) memamerkan buku 'The Death of Why' karangan Andrea Batista 
Sclesinger. Mengutip buku tersebut, SBY meminta semua pihak memandang 
penyelamatan Bank Century dalam sebuah konteks yang utuh.

"Saya membaca sejumlah buku, salah satunya berjudul 'The Death of Why', bahwa 
kita harus melihat suatu masalah secara utuh," jelas SBY.

Hal itu disampaikannya dalam pidato di depan para bankir di kantor Presiden, 
Jakarta, Senin (1/3/2010). Hadir dalam kesempatan Ketua Perbanas Sigit Pramono, 
Sekjen IBI Eko Budiwiyono, Ketua Asbanda Winny Erwindia Hasan, Komisaris BCA 
Raden Pardede, Dirut Bank Mutiara Maryono, dan Dirut BNI Gatot Suwondho.

Presiden SBY tampak didampingi Menko Kesra Agung Laksosno, Menko Polhukam Djoko 
Suyanto, Menkeu Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri 
Perindustrian MS Hidayat, dan Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hassan.

Sembari menunjukkan buku tersebut, SBY juga menyatakan semua pihak melihat 
masalah penyelamatan Bank Century ini secara utuh, tidak hanya dari satu 
penggal keterangan.

"Mari melihat masalah secara jernih dan rasional, jika ingin dikoreksi, maka 
harus berangkat dari cara pandang yang utuh sesuai konteksnya," imbuh SBY.

Buku 'The Death of Why' ini bercerita tentang kritik si pengarang soal 
masyarakat di negara demokrasi modern kehilangan sikap kritisnya. Andrea 
mengkritik masyarakat yang dibentuk untuk percaya dengan jawaban yang sudah 
disediakan, omongan pengamat dan survei.

Hal itu pada akhirnya menyebabkan orang kehilangan sikap kritis mereka dan 
percaya dengan informasi yang sebenarnya bukan kebenaran sesungguhnya. 
Akibatnya sikap untuk bertanya 'WHY' akhirnya mati.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, SBY memang bercerita tentang bagaimana 
krisis di penghujung tahun 2008 hingga akhirnya pemerintah memutuskan 
menyelamatkan Bank Century. Meski tidak seizin dirinya, namun Presiden SBY 
menyatakan penyelamatan Bank Century dalam rangka menyelamatkan perekonomian 
dari krisis sudah benar.

"Meskipun baik gubernur BI dan Menkeu tidak melalui izin saya, karena beliau 
bekerja dengan UU, saya katakan bahwa yang dilakukan penyelamatan perekonomian 
kita adalah benar," tegas SBY. n DTC/L-2


[Non-text portions of this message have been removed]













      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke