http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=15092

      Jum'at, 5 Maret 2010 
     

      UTAMA 
     
     
     

Kemesraan di Akhir Pansus Angket Century 


      JAKARTA (LampostOnline): Pascakeputusan DPR dan pidato Presiden SBY soal 
kasus Bank Century, dunia politik nasional terasa lebih tenang. Tidak ada 
siaran langsung televisi yang menayangkan ketegangan, kritik keras, bahkan 
ancam mengancam antarsesama politisi. 

      Di sebuah restoran di bilangan Senayan, Jumat (5-3), para politisi bekas 
anggota Pansus Angket Bank Century justru merayakan kemesraan. Canda tawa dan 
senda gurau mewarnai pertemuan mereka.

      "Habis Pansus, baju Pak Idrus langsung biru. Birunya remang-remang," kata 
Anas Urbaningrum (FPD) kepada mantan Ketua Pansus, Idrus Marham (Golkar) 
disambut tawa rekannya yang lain.

      Tidak hanya itu, mantan Wakil Ketua Pansus, Gayus Lumbuun (FPDIP) dan 
Ruhut Sitompul (FPD) yang pernah terlibat pertengkaran sengit juga tampak akrab 
dan saling merangkul. Di hadapan para wartawan, mereka menyatakan keduanya 
adalah sahabat sejak puluhan tahun lalu, saat sama-sama masih menjadi pengacara.

      "Saya dan Prof Gayus sama-sama pernah menangani kasus besar dulu," kenang 
Ruhut yang kini berpenampilan plontos. Dalam keceriaan itu hadir juga Ganjar 
Pranowo (FPDIP), Hendrawan Supratikno (FPDIP), M Toha (FPKB), Ibnu Munzir 
(FPG), Misbakhun (FPKS), Andi Rahmat (FPKS), Chandra Tirta Wijaya (FPAN), Ahmad 
Muzani (F-Gerindra), dan Lily Wahid (FKB). Tidak tampak anggota dari Fraksi 
Hanura dan Fraksi PPP di acara tersebut.

      Idrus Marham mengatakan proses Pansus Angket yang baru saja berlalu dapat 
menjadi momentum pembaruan sistem parlemen. "Tidak pernah ada di negeri ini 
calon pimpinan Pansus di-fit and proper test," kata dia.

      Cara kerja Pansus yang berdasarkan data dan fakta, kata Idrus, juga patut 
dicontoh badan kelengkapan lain di DPR. "Opini harus sejalan dengan fakta dan 
data. Jangan tanpa data," kata Idrus.

      Dalam kesempatan itu, para politisi juga berterima kasih kepada para 
pekerja media yang menurutnya telah bersusah payah menyediakan informasi kepada 
publik. "Kita kerja sampai malam, wartawan lebih malam lagi karena harus 
meminta konfirmasi," kata Gayus.

      Di akhir acara mereka saling bergandengan tangan satu sama lain sambil 
melantunkan lagu Kemesraan karya Iwan Fals. 

      Lepas apakah kemesraan ini hanya sementara atau tidak, yang jelas ini 
bisa sedikit mengurangi kelelahan masyarakat akibat suguhan tontonan politik 
yang panas selama 2 bulan terakhir. DTC/L-1
     




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke