Kanjeng Raden
Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo, begitulah nama lengkap salah satu
politisi Partai Demokrat yang saat ini menjadi anggota Komisi I DPRRI.
Roy Suryo,
begitu publik biasa menyebut namanya, berhasil melenggang ke Senayan setelah
berhasil memenangkan persaingan di pemilu legislatif tahun 2009 yang lalu
melalui dapil (daerah pemilihan) DI Yogyakarta.
Roy Suryo yang
lahir di Yogyakartapada tanggal 18 Juli 1968,
mulai dikenal publik saat munculnya kasus fotonya Gus Dur (KH Abdurrahman
Wahid) yang lagi bermesraan dengan salah seorang wanita selingkuhannya.
Saat itu Roy
Suryo yang lulusan ilmu komunikasi UGM ini mulai melejit dan populer namanya.
Lantaran pada pemberitaan kasus foto Gus Dur dan selingkuhannya itu, Roy Suryo
oleh kalangan media massaseringkali dijadikan narasumber dalam
menganalisa keotentikan foto Gus Dur dan selingkuhannya tersebut.
Semenjak
itulah KRMT Roy Suryo Notodiprojo oleh media massadinisbatkan sebagai Pakar
Telematika, dan selalu dijadikan narasumber yang berkaitan dengan bidang
Teknologi Fotografi dan Multimedia serta Informatika dan Telematika.
Namun pada
perkembangan selanjutnya, mulai ada beberapa kalangan yang meragukan terhadap
kepakarannya di bidang Telematika itu.
Salah satu
yang paling serius adalah pada saat sidang pengadilan kasusnya Ananda Mikola
dan Marcella Zalianty. Saat itu KRMT Roy Suryo Notodiprojo diajukan di sidang
itu dalam kapasitas sebagai saksi ahli.
Akan tetapi
semua pemaparan dan pernyataannya Roy Suryo di sidang itu dibantah oleh Ruby Z
Alamsyah. Bahkan, Roy Suryo dikatakannya sebagai tidak punya standar
operasional sebagai Pakar Telematika.
Terlepas dari
perdebatan perihal kapasitas Roy Suryo sebagai Pakar Telematika, saat ini ada
kasus menarik yang sedang melibatkan dirinya.
Roy Suryo
menuduh kamerawati Metro TV menjalankan suatu pesanan dari pihak tertentu agar
melakukan upaya sistematis yang bertujuan untuk pembunuhan karakter (Character
Assassination) terhadap dirinya.
Tuduhannya itu
terkait dengan penayangan video rekaman dirinya saat berteriak
“Huuuuu…..” pada saat Sidang Paripurna DPR perihal Skandal Century. .
Teriakan
“Huuuuu…..” itu dilontarkannya saat Idrus Marham sedang membacakan laporan
akhir Pansus DPR perihal Skandal Century.
Disamping itu,
tuduhannya juga terkait dengan diedarkannya foto capture dirinya ketika sedang
ngupil (mengorek hidung).
Tuduhannya
tentang pesanan tertentu itu juga dikaitkannya dengan alasan bahwa kamerawati
salah satu stasiun televisi berita yang terus menyorot dirinya sepanjang acara
Sidang Paripurna DPR saat itu.
Roy Suryo juga
mengatakan bahwa dirinya mempunyai foto dan informasi identitas diri dari
kamerawati yang dituduhnya telah menerima pesanan untuk melakukan pembunuhan
karakter terhadap dirinya itu.
Apakah Roy
Suryo akan mengajukan kasus penayangan teriakan “Huuuuu…..” dan foto
ngupilnya itu ke depan pengadilan ?.
Untunglah Roy
Suryo sudah menyatakan bahwa dirinya tak akan memperpanjang peristiwa yang
dirasakan sebagai ketidakadilan tersebut.
Ya, beruntunglah
kamerawati itu. Karena jika Roy Suryo tak mau memaafkannya maka tak dapat
dibayangkan bagaimana nasibnya kamerawati itu, lantaran di depan pengadilan
harus berhadapan dengan seorang Pakar Telematika yang mumpuni dan handal serta
masih ditambah sekaligus juga seorang politisi dari partai yang sedang
berkuasa.
Akhirulkalam, apakah foto ngupilnya Roy Suryo itu akan
menjadi sepopuler fotonya Gus Dur dan selingkuhannya ?.
Wallahualambishshawab.
*
Catatan Kaki :
Artikel lain
yang berjudul ‘ Geliat Feodalisme Birokrat Jawa ’ dapat
dibaca dengan mengklik di sini , dan yang
berjudul ‘ Pengabdian PAN PKB PPP kepada
Demokrat ’ dapat dibaca dengan mengklik di sini , serta yang
berjudul ‘ Perang Seranjang berbuah Koalisi
Besar ’ dapat dibaca
dengan mengklik di sini .
*
KRMT Roy Suryo Notodiprojo, lagi Ngupil
?
http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/10/krmt-roy-suryo-notodiprojo-lagi-ngupil/
*
[Non-text portions of this message have been removed]