Domain adalah
alamat suatu blog atau website di jaringan internet.
Sedangkan domain
name adalah nama dari suatu blog atau website, yang berfungsi sebagai
pengganti deretan angka IP address pada saat pengguna internet
melakukan akses ke blog atau website tersebut.
Domain
name biasanya terdiri dari dua bagian label atau lebih yang dipisahkan
dengan titik. Label paling kanan merupakan nama dari top level
domain (misal : com, net, org, etc) sedangkan label paling kiri merupakan
nama dari sub domain (misal : kompas, kompasiana, gramedia, etc)
Singkat
cerita, segala tetek bengek hal teknis yang rumit terkait dengan domain
name system itu berujung kepada fungsi yang mempermudah bagi pengguna awam
dalam mencari atau menemukan atau melakukan akses ke sebuah blog atau website
tertentu.
Sisi
lain dari itu, domain name menjelma menjadi salah satu kunci utama
dari kepopuleran sebuah blog atau website di jaringan internet.
Inilah
yang kemudian memunculkan fenomena melonjaknya harga sebuah domain
name yang dianggap sebagai mewakili karakternya mayoritas para pengguna
dalam beraktivitas di jaringan internet.
Domain
name dengan karakteristik terdiri atas sebuah kata pendek yang generik dan
spesifik dalam konteks search engine optimazation, akan sangat berpeluang
menjadi domain name yang bernilai jual tinggi.
Bursa tingkat dunia seputar
jual beli domain name yang demikian itu, d sungguh sangat
mencengangkan harganya.
Salah
satunya adalah Sex.com yang baru-baru ini sempat akan dilelang oleh
pemiliknya.
Sex.com pada
tahun 1994 dibeli oleh Gary Kremen dengan harga murah, yang beberapa tahun
kemudian berhasil dijual dengan harga fantastis, yaitu USD 14 Juta.
Harga Sex.com yang
senilai USD 14 Juta ini merupakan urutan kedua di rekor bursa harga domain
termahal di dunia, dengan urutan pertama ditempati Insure.com yang
seharga USD 16 Juta.
Selanjutnya Porn.com,
sebuah domain name dengan karakteristik kata
menyerupai Sex.com, juga berharga mahal.
Porn.com yang
seharga USD 9,5 Juta ini menempati urutan ke empat sebagai domain
name termahal di dunia.
Lalu, bagaimana dengan bursa jual beli domain name
di tingkat domestik Indonesia ?.
Agak
sulit mencari data validnya, mengingat bursa jual beli domain
name terjadi bukan dalam lelang umum, sehingga publik tidak bisa mengetahui
harga jadi persisnya.
Hanya
menurut kabar, transaksi yang pernah terjadi masih berkisaran di angka puluhan
ribu USD saja.
Perlu
dicatat, yang dimaksudkan transaksi jual beli domain
name adalah an-sich jual beli nama saja. Bukan transaksi
penjualan situs beserta jaringan bisnisnya dan sumber daya lainnya termasuk
manajemennya.
Karena
menurut kabar, sebuah blog atau web berbentuk portal berita yang sudah eksis di
Indonesiadan telah terdevelop secara kumulatif dengan grup yang tergabung di
jaringannya
itu konon bisa mencapai harga sampai USD 21 Juta.
Walau
angka itu oleh beberapa kalangan ditanggapi secara skeptis, mengingat yang
disebutkan itu barulah perkiraan atau dugaan harga potensialnya jika dijajakan
untuk dijual.
Dalam
arti kata, bukan harga yang telah terbukti berhasil diwujudkan dalam sebuah
transaksi jual beli.
Terlepas
dari perdebatan soal harga potensialnya dengan harga riil yang nantinya dapat
diwujudkan dalam sebuah transaksi jual beli, yang jelas bisnis jual
beli domain name dan blog atau web memang
menggiurkan, jika dilihat dari capital gain yang bisa berlipat puluhan bahkan
ribuan kali dari nilai modal awalnya.
Berkait
dengan itu, berapa perkiraan harga
potensial dari nilai jualnya blog Kompasiana.com ?.
Agak
sulit memperkirakan secara ancar-ancar angkanya. Namun jelas terlihat bahwa
blog Kompasiana.commemiliki prospek yang bagus, sehingga di masa depan
diperkirakan sangat berpotensi akan bernilai jual yang tinggi.
Akan
tetapi jika dilihat dari sisi karakteristik pengunjungnya yang sedikit banyak
bisa terlihat di kegemarannya dimana itu sedikit banyak tercermin dari deretan
daftar judul artikel terpopulernya atau di daftar artikel terfavorit minggu
ini.
Maka
berdasarkan hal itu, siapa tahu, Kompasiana.com justru akan
lebih populer jika diganti namanya menjadi Kompasexiana.com atau
Kompasexianal.com
atau yang sejenisnya.
Betulkah begitu ?.
Wallahualambishshawab.
*
Catatan
Kaki :
Artikel
terkait lainnya yang mengulas seputar perilaku pramunikmat dan perilaku seks
bebas di ruang publik dapat dibaca di ‘ Pemburu Prostitusi Jalanan ‘ , dan
artikel yang mengulas seputar perekat kultural antar peradaban dunia dapat
dibaca di ‘ Miss Serambi Mekkah ‘ , serta artikel
yang mengulas seputar budaya permisif seks bebas dalam konteks
penggunaan kosakata dan bahasa dapat dibaca di ‘ Konspirasi kosakata Pelacur ‘ .
Artikel-artikel
menarik lainnya dapat dibaca dengan mengklik di sini .
*
Sex Dot Com
http://new-media.kompasiana.com/2010/03/22/sex-dot-com/
*
[Non-text portions of this message have been removed]