“Saya akan ungkap semua, biarlah semua harta saya Bapak sita. Tapi tolong
lindungi keluarga saya...hiks..hiks..” Terdengar suara Jayus Tambengan lirih
sesengukan di hadapan Badan Perlindungan Saksi Negeri Impian (BPSNI).
”Ya, kami usahakan. Sekarang, Pak Jayus temuin penyidik polisi
dulu, ungkap semua. Biar orang yang memburu bapak dapat ditangkap..” kata Anton
si ketua BPSNI.
Ya, siapa yang kenal Jayus Tambengan tahun lalu? Paling orang
tuanya, keluarganya dan teman sekantornya. Dia hanya pegawai menengah lulusan
Akademi Hitungan Negara (AhiNa) dengan golongan IIIA, gajinya sih sudah lumayan
12 juta, karena selain gaji rutin pamong, dia dapat tunjangan jabatan sebagai
pamong pajak yang diyakini bisa meredam godaan penyelewengan. Istri Jayus,
Melina juga golongan IIIA di sekertariat Dewan Rakyat Impian, dan gajinya hanya
6 juta perbulan.
Namun nama Jayus Tambengan jadi terkenal setelah seorang Jendral
non-job di kepolisian impian mengungkapkan adanya makelar kasus pajak yang
melibatkan uang di rekening Jayus. Ya, Jayus dan istri yang perbulan gaji total
hanya 18 juta, memiliki uang di rekening 25 milyar. Dan jumlah uang tak wajar
ini terbaca oleh Badan Peneliti Transaksi Keuangan Perbankan.
Jayus yang bingung dipertemukan oleh oknum polisi penyidik dengan
penulis skenario sinetron/film berinisial M yang juga lihai menulis skenario
pengaturan kasus. Si M mencari aktor bernama Api Kompasi yang mengakui uang 25
milyar di rekening jayus adalah uang miliknya yang dititipkan. Oknum penyidik,
oknum penuntut, oknum hakim, notaris yang buat surat keterangan penitipan uang,
semua ditransfer 500 juta- 2 milyar dan masalah selesai. Penulis skenario pun
dapat uang jasa 1,5 milyar. Lumayan, dibandingkan nulis skenario 1 episode
sinetron paling dapat 5 juta.
Setelah Jayus dibebaskan, dan bagi-bagi duit selesai, tahu-tahu si
Jendral bicarakan lagi kasusnya. Para oknum penerima duit dan atasan Jayus pun
resah. Lalu Jayus mulai mendengar dia akan dilenyapkan karena takut mulai
bicara, dia pun lari ke Nagari Singha bersama istri tercinta dan 3 anak-anaknya
harapan bangsa.
Dua minggu pertama masih ada ketenangan di apartemen pelariannya.
Tapi kemarin semua berubah. Lima pembunuh bayaran berhasil melumpuhkan 3
security kompleks apartemennya. Saat memasuki apartemennya alarm berbunyi,
Jayus yang pernah kursus menembak, dapat melumpuhkan 3 dari 5 pembunuh bayaran
itu, lalu sisanya lari. Jayus dan istri selamat tetapi Dwi anak keduanya
tertembak di dada kanan, dan sedang mengalami masa kritis sekarang.
” Tidak bisa terus begini, Papi. Ini bukan masalah uang lagi.
Tampaknya mereka ingin kita semua mati, supaya tidak ada yang jadi saksi. Aku
tak bisa hidup gila seperti ini. Aku tak tahan melihat anak-anakku satu persatu
mati. Kita harus minta perlindungan, aku ingin anak-anakku tetap hidup walaupun
harus miskin lagi...” Sang istri terisak menggenggam tangan Jayus Tambengan
yang bergetar antara marah, geram, sesal dan takut. Miskin lagi? Sanggupkah Dia?
Terlahir di keluarga miskin tapi pintar, Jayus berhasil masuk
ikatan dinas di AhiNA dan lulus dengan cum laude, sempurna. Otomatis dia masuk
ke Bendahara Negara, bagian pajak. Jayus bosan miskin, dan menjadi kaya sudah
lama dia impiin. Dua tahun pertama dia berusaha idealis, tapi penghargaan
atasan tidak ada. Yang cepat naik pangkat dan jabatan toh teman yang korup
juga. Di tahun ketiga Jayus mulai belajar kongkalikong main hitung-hitungan
pajak. Modusnya wajib pajak ditargetkan jumlah besar-besaran dulu, lalu terbuka
peluang nego-negoan. Modus begini sudah umum di bagian pajak Negeri Impian. Wal
hasil ya itulah, 25 Milyar penghasilan tak terduga selama 6 tahun
mengabdi...Lumayan, kan? Tapi O..Ow..Jayus Ketahuan...
Tapi Jayus Tambengan akhirnya lebih memilih keluarganya. Hidup
dikejar-kejar dosa dan rasa bersalah sudah begitu menghantuinya 5 tahun
terakhir. Tetapi 2 minggu ini malah dia benar-benar dikejar pembunuh bayaran.
JAYUS MUST DIE, itu perintahnya.
” Bagaimana, pak? Kita lindungi Bangsat ini? Atau biarkan dia
mati?” Tanya Tuan Chancan pada sejawatnya Bobit dari Tim Pemberantas Korupsi
Negeri Impian, sebuah superbody yang terkenal bersih.
” Kalau dia mati. Tikus-tikus lain itu lepas lagi. Lindungi saja.
Biarkan dia nyanyi, buat koor, buat konser sekalian, karena kasus ini bisa jadi
kunci untuk buka pintu masuk untuk membersihkan lembaga hukum lain.” Tuan Bobit
bicara dengan bijaksana.
Akhirnya Jayus terlindungi. Tiga minggu dia bikin konser dan
bernyanyi di Tim Pemberantas Korupsi. Minggu keempatnya terjadi penangkapan
besar-besaran oknum aparat, tetapi ada 7 orang yang memutuskan malu dan
harakiri.
Kini Jayus Tambengan tinggal kenangan. Nama, wajah, pekerjaannya sekarang sudah
100% diganti. Dia seumur hidup dalam status perlindungan saksi. Tak pernah
boleh dia berhubungan dengan masa lalunya, atau mati.
Dan ketika Jayus harus memilih, maka pilihannya adalah tetap hidup dan
menghindari mati, walaupun taruhannya dia harus miskin lagi.
(dikutip dari Multiply)
[Non-text portions of this message have been removed]