Date: Friday, April 2, 2010, 7:26 PM


  



http://www.metrotvn ews.com/index. php/metromain/ newscatvideo/ sosbud/2010/ 
04/02/102670/ Anak-Dauwer- Dekker-Terlunta- lunta


Anak Douwer Dekker Terlunta-lunta

Metro Siang / Sosbud / Jumat, 2 April 2010 12:49 WIB

Metrotvnews. com, Jakarta: Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu bagaimana 
menghargai jasa para pahlawannya. Namun, tampaknya pepatah itu tidak berlaku di 
Indonesia. Para pejuang, janda hingga anak mereka justru terpinggirkan. Salah 
satunya adalah putra dari Douwes Dekker.

Lelaki 65 tahun yang terbaring lemah di ICU Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, 
Jakarta Pusat, ini bernama Koesworo Setiabud. Dia anak terakhir Douwes Dekker 
atau yang lebih dikenal dengan nama Dokter Setiabudi. Pria tua ini terbaring 
lemah setelah menjalani operasi kanker usus yang telah lama dideritanya. Kini 
kondisinya terus stabil. Rencananya, ia akan dipindahkan ke ruang perawatan.

Yang menyedihkan, Koesworo terpaksa mengajukan surat keterangan miskin karena 
keterbatasan biaya. Lelaki yang fasih berbahasa Jawa dan Sunda ini mengaku, 
meski sang ayah adalah salah satu dari tiga serangkai, namun tak pernah 
sekalipun pemerintah mengapresiasi jasa sang ayah. Hanya seonggok surat dan 
piagam yang menyatakan bahwa nama sang ayah termasuk dalam daftar perintis 
kemerdekaan serta Bintang Mahaputra.

Sejak tahun 1950 atau sejak meninggalnya sang ayah, tidak ada tunjangan ataupun 
bentuk penghargaan lain sebagai ganti perjuangan sang ayah memajukan dunia 
pendidikan di Indonesia.

Semua perawatan telah diterima oleh Koesworo. Namun, ia tidak tahu bagaimana 
cara membayar tagihan rumah sakit. Koesworo mengaku tidak pernah menerima 
royalti atas buku-buku ayahnya yang diterbitkan kembali.

Ini adalah potret kecil sebuah bangsa yang hanya menghargai nilai, bukan 
warisannya. Jika para pahlawan ini tahu di masa depan, anak cucu mereka akan 
ditelantarkan pemerintah apakah mereka akan tetap berjuang demi Tanah Air 
ini.(DOR)
        








      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke