Jack Lord, Lulusan Terbaik Unri Menjadi Cleaning Service di LPMP
PNS Golongan III A, Terpaksa Jadi Pembersih Lantai

http://www.riaupos. com/berita. php?act=full& id=5913&kat= 722 April 2010
 

PEKANBARU (RP) - Matahari sudah semakin tinggi di atas Gedung Kantor Lembaga 
Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Riau di Jalan Gajah, Kecamatan Tenayan Raya, 
Pekanbaru.
Beberapa orang lalu-lalang di kantor tersebut, namun seseorang berseragam dinas 
yang akhirnya diketahui bernama Jack Lord (30) masih tetap berkutat dengan 
tangkai sapu dan kain lap untuk membersihkan beberapa lantai ruangan di kantor 
tersebut.

WARGA Jalan Genteng Perumahan Tampan Permai, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan 
Tampan, ini, sebenarnya adalah seorang PNS golongan III A, namun saat bercerita 
dengan Riau Pos di kantor tersebut dia terkesan malu dan hampir tidak mau 
mengakui bahwa dia adalah PNS yang pernah menamatkan kuliah di Fakultas Ilmu 
Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau 
(Unri) dengan indeks prestasi kumulatif 3,75.

Kenyataan tentang dirinya adalah seorang sarjana tersebut hampir tenggelam dan 
tidak terlacak jika sekilas melihatnya, namun Riau Pos terus bertanya tentang 
siapa diri Jack sebenarnya. Jack Lord kemudian memulai ceritanya bahwa dia 
sudah menjadi PNS tahun 2002 dalam kualifikasi tamatan SMU pada golongan IIB 
sebagai pengatur muda tingkat satu.

Pada tingkat ini, Jack mulai bekerja sebagai tenaga cleaning service. Dia 
setiap harinya harus menyapu lantai dan membersihkan ruangan, mengepel, 
membersihkan kaca, bahkan membersihkan kakus di kantor tersebut. Namun resminya 
tercatat pekerjaannya adalah sebagai pengelola kebersihan ruang belajar dan 
aula kecil.

Saat bercerita itu, suara Jack Mulai lirih, tangan kanannya yang memegang 
tangkai sapu terlihat bergetar, tarikan napasnya juga terdengar cepat. Perlahan 
matanya mulai berkaca-kaca.

Jack mengaku, sambil bekerja, dia berusaha untuk kuliah karena dia juga punya 
cita-cita menjadi seseorang yang bisa dibanggakan oleh orang tua dan 
keluarganya. Namun sampai Rabu (21/4) kemarin, nasibnya tetap saja sebagai 
tukang pel lantai LPMP.
Walaupun Jack telah berhasil menamatkan kuliah dan lulus hampir dengan nilai 
cum laude di universitas negeri terbesar di Riau serta telah melewati proses 
penyesuaian ijazah, tapi tak ada perubahan dalam pekerjaannya.

`'Saya sudah pernah protes dan sampai ke Jakarta, namun tetap tidak ada 
perubahan. Sepertinya mungkin inilah takdir saya, menjadi tukang sapu saja. 
Saudara saya juga jadi tukang sapu jalan. Berdua bersaudara kami laki-laki yang 
lulus kuliah seperti dipermainkan nasib, anak yang seharusnya sudah bisa 
membanggakan orang tuanya, tapi sampai kini hanya jadi tukang sapu,'' ujar Jack 
berlinang air mata.
...dst

Bagi yang tertarik dipersilahkan lanjuti baca kisah yang memilukan ini. Menurut 
Riau Pos, Kadis Pendidikan Riau pesan ybs sabar, tak pahamkah Pak Kadis yth, 
Jack sudah 8 tahun jadi PNS, sudah 7 tahun selesai S1 dan urus penyesuaian. 
Usianya saat ini sudah masuk kepala 3 apakah harus sabar menanti sampai ilmu 
yang dia dapat di UNRI habis terkikis roda waktu ???

Pak kepala BAKD Riau mengatakan biasa saja hal yang demikian terjadi dalam 
lingkungan Pemerintahan dan banyak PNS seperti itu. Wah kalau memang benar 
kenapa masih banyak yang ingin jadi PNS ??? Sadly sana sini selalu terdengar 
negara kita kekurangan SDM, sampai pemerintah harus siapkan dana beasiswa yang 
cukup besar untuk berangkatkan para PNS ke beberapa kota besar bahkan LN 
melaksanakan tugas belajar. Ternyata ada pula lulusan terbaik PTN dimubazirkan.

Nurfitri Thio


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke